Wawancara Dengan Bapak Herry Chung,tokoh masyarakat dan pengusaha

 

Komentar Bapak Herry Chung tentang proses pembentukan team panitia Cap Go Meh 2008 Singkawang pada akhir-akhir ini sering muncul di koran  Pontianak Post, komentarnya dianggap sangat kontroversial bagi kalangan masyarakat Singkawang.


Cinta Skw

:

Bapak Herry Chung, terima kasih.Bapak bersedia untuk diwawancarai oleh  CintaSingkawang sebelum Bapak berangkat keluar negeri
   

Pak Herry

:

Terima kasih”.

     
Cinta Skw :

“Sebagian masyarakat Singkawang berpendapat bahwa komentar Bapak mengenai pembentukan panitia Cap Go Meh 2008 di Singkawang yang dimuat dikoran Pontianak Post meresahkan komunitas Tionghoa Singkawang. Bahkan ada yang beranggapan Bapak ikut campur dalam urusan yang bukan wewenang Bapak. Bagaimana tanggapan Bapak mengenai hal ini?".

     
Pak Herry :

“Nah, jika mereka berpendapat demikian berarti mereka ini belum memahami kewajibannya sebagai warga Singkawang yang baik. Sebagai warga  yang baik seharusnya mereka mengawasi apa yang terjadi dilingkungan hidupnya. Sebagai contoh dalam kasus pembentukan panitia Cap Go Meh 2008, menurut data Pemkot Singkawang bahwa untuk pelaksanaan Cap Go Meh tahun 2007 pemerintah kota memberikan  bantuan kepada panitia yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2007 senilai Rp150 juta. Dengan asumsi anggaran tahun ini untuk bantuan festival Cap Go Meh  sama besar seperti tahun 2007 yaitu Rp150 juta. Perlu saya ingatkan dana tersebut adalah  dana dari rakyat dalam  bentuk pajak dan restribusi. Kita sebagai rakyat berkewajiban untuk mengomentari penggunaan dana tersebut. Seperti yang telah saya sebutkan tadi itu sebagai point pertama. Point ke dua, festival Cap Go Meh itu milik masyarakat tidak boleh dikuasai (atau berusaha menguasai) oleh kelompok tertentu. Coba Cinta bayangkan, seandainya festival dikuasai (misal : mendapat lisensi dari wako) oleh kelompok tertentu, tentu saja  Cap Go Meh  akan berubah maknanya menjadi komersialisasi. Untuk itu sebagai warga masyarakat kita  harus mengeluarkan suara untuk mengingatkan kepada masyarakat betapa bahayanya jika itu terjadi.”

     
Cinta Skw :

Bagaimana pendapat Bapak tentang susunan team Panitia Cap Go Meh 2008 menurut SK walikota itu? Sebagian besar dari  masyarakat Singkawang menilai team panitia Cap Go Meh 2008 terbentuk karena bermotif politik dan komersialisasi. Bagaimana pendapat Bapak akan hal ini? ”

     
Pak Herry :  “Cinta, apabila kita meninjau dari segi personil yang terlibat dalam kepanitiaan menunjukan keterbatasan SDM (sumber daya manusia) yang mereka miliki untuk menyusun team panitia. Sekedar contoh Bapak Iwan Gunawan sebagai ketua panitia Cap Go Meh2007 yang gagal, beliau gagal memimpin team panitianya sehingga para tatung dirugikan karena kebijaksanaan yang beliau ambil. Sekarang beliau ditunjuk lagi sebagai wakil ketua panitia Cap Go Meh 2008, seperti recycle(daun ulang) sampah. Jika mereka memiliki banyak SDM tentu saja tidak lakukan daun ulang sampah. Dari segi kepentingan ekonomi kita  ambil contoh, misalnya Bapak Benny Setiawan(Bong  Nie Thiam alias Bong Li Thiam), beliau sebagai pengusaha walet dan perhotelan. Kita tidak ada data berapa  ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Singkawang dari sektor perhotelan ketika menjelang Cap Go Meh, hanya pada Dirjen Pajak yang mengetahui hal ini. Masalah walet di kota Singkawang sejauh ini belum ada solusi, Pak Iwan dan Benny sebagai pengusaha walet mereka sangat memahami resiko yang akan mereka hadapi jika ada larangan berternak walet di dalam kota. Sudah jelas mereka ini meminta perlindungan dibawah ketiaknya Pak Hasan Karman.

Team panitia ini dari luar kelihatan seperti merangkul berbagai elemen padahal itu hanya sebagai kosmetik saja.Kalau kita uraikan lebih lanjut setiap personil yang duduk didalam team panitia ini,kita akan menemukan kepentingan individu sangat mendominasi daripada kepentingan sosial(untuk kepentingan masyarakat Singkawang).Dari segi politik team panitia ini sangat menonjol motif politiknya.Sebagaimana kita ketahui sejak Pak Walikota baru,Pak Hasan Karman dilantik belum ada tanda-tanda pemerintahannya melakukan sesuatu yang signifikan untuk masyarakat Singkawang, seperti apa yang pernah beliau janjikan ketika kampanye Pilkada.Acara Cap Go Meh ini dimanfaatkan oleh mereka sebagai proyek dapat perbaiki image Pak Hasan Karman dimata  masyarakat Singkawang.Kita tunggu saja hasilnya.".

   
Cinta Skw :

“Dalam susunan team panitia Cap Go Meh 2008 yang menurut SK itu, Bapak Lio Kurniawan(Aliok) tidak melibatkan diri. Tetapi team ini didominasi oleh orang-orang Permasis alias kroni-kroni Aliok. Mengapa Permasis berambisi melibatkan diri dalam hal ini? Dapatkah Bapak memberi penjelasan?”

     
Pak Herry :

 “Kata pepatah kita:orang pintar memakai mulut,orang bodoh memakai tangan! Saya rasa tidak perlu saya jelaskan makna dari pepatah itu karena artinya sudah jelas.Bapak Aliok ,beliau adalah orang pintar dan memiliki perhitungan,sudah jelas beliau tidak mau ambil resiko jika acara Cap Go Meh ini terjadi apa-apa yang dapat merusak reputasi dirinya. Perlu kita camkan dalam festival yang hanya diselenggarakan oleh satu etnis didalam masyarakat multietnis,bisa terjadi konflik.Besar atau kecil peluang terjadi hal tersebut  tergantung dari toleransi antar warga.Benar Cinta,team panitia ini didominasi oleh orang-orang Permasis.Untuk melaksanakan festival Cap Go Meh ini,orang –orang Permasis(panitia) belajar bagaimana cara mengumpulkan dana dari masyarakat.Mereka mencari dana dari komunitas kita yang ada di Jakarta(Tanah Abang,Jembatan Lima)dll.Mereka ini sangat membutuhkan pengalaman untuk memarketkan diri  karena kelak mereka dapat mengumpulkan dana untuk tujuan politik.Walaupun Permasis mengaku organisasi mereka sebagai oraganisasi sosial dan budaya,dari aksinya dapat kita menilai Permasis sudah melangkah kepolitik praktis.Bahkan ada beberapa kebijakan politik yang dilakukan pemerintah Pak Hasan Karman juga tidak luput dari ide permasis.Belang Permasis semangkin ketahuan pada tahun 2009 nanti,mereka ini akan mendomisi politik didaerah Singbebas. ”.

 

     
Cinta Skw :

“Bagaimana pandangan Bapak terhadap komentar seorang tatung, Bapak Jiu Sam Cun terhadap Bapak  seperti diberitakan oleh Pontianak Post pada tanggal 31 Januari 2008 itu?”

Pak Herry : “Saya sudah menyarankan kepada Bapak Jiu Sam Cun tidak ada untungnya bagi para tatung membantu pihak panitia berbicara.Menurut pengakuan Bapak Jiu Sam Cun kepada masyarakat Singkawang.Bapak Bong Li Thiam yang memakai nama dia untuk membuat statement dikoran Pontianak Post.Cerita itu direkayasa oleh Bapak Bong Li Thiam melalui sdr.Jauhari SH. Seharusnya Bapak Bong Li Thiam tahu diri,para Tatung itu memiliki moral mereka ini jujur dan  tidak mau diatur oleh pihak yang mau merugikan(merusak) komunitasnya.Apakah dia memperlakukan pada Tatung seperti dia memperlakukan  walikota? Menurut saya,mereka(Bong Li Thiam dkk)mengatur walikota jauh lebih mudah daripada mengatur para Tatung.Apakah bukan begitu,Bapak Bong Li Thiam?.
     
Cinta Skw :  “Menurut Bapak,bagaimana cara para Tatung harus bersikap supaya komunitas para tatung tidak dirugikan(dimanfaatkan) oleh pihak panitia?”

Pak Herry :

“Festival Cap Go Meh tanpa Tatung tidak mungkin terlaksana.Posisi tawar pada Tatung sangat tinggi dalam hal ini.Seharusnya pada organisasi Tatung membuat proposal minimum cost untuk Tatung.Bukan pihak panitia yang menentukan harga,yang menentukan harga seharusnya dipihak tatung.Sekarang pihak panitia menawarkan harga untuk  tatung Rp2,5 juta perteam.Dengan harga tawaran tersebut tidak mungkin cukup menutupi biaya pengeluaran pada tatung karena tatung bersama teamnya kurang lebih 10 orang.Harga yang ideal seharusnya Rp5 juta per tatung.Pada organisasi tatung memberi proposal( harga ideal)kepada pihak panitia,jika pihak panitia terima proposal tersebut .Buat surat perjanjian tertulis didepan notaris,tidak ada transaksi tanpa tertulis.Jika pihak panitia menolak proposal dari tatung,pada tatung baikot acara Cap Go Meh.Saya percaya pihak panitia akan memenuhi tuntutan(proposal) dari pihak tatung karena pihak panitia memiliki dana yang besar dari masayarakat dan pemkot,hasil lelang.Tidak mungkin mereka rugi dalam hal ini.Dengan cara begini pihak tatung dihargai dan dapat mensejahterakan komunitasnya.Tidak seperti sekarang pihak tatung diatur oleh pihak panitia sehingga tidak terjadi negosiasi.Dengan cara penawaran dari pihak panitia ,bagaimana pihak tatung dapat mensejahterakan komunitasnya?. Tidak mungkin!”.

     
Cinta Skw :

“Menurut Bapak apakah festival cap Go Meh Singkawang dapat go internasional dijadikan agenda pariwisata pemerintah daerah ini ?”.

     
Pak Herry :

“Ini tergantung bagaimana cara menyajikan produk Cap Go Meh itu.Jika festival Cap Go Meh mengandung nilai entertainment,seni,skill,prikemanusian dan prikehewanan.Saya percaya festival  Cap Go Meh mempunyai  masa depan yang baik.Tidak seperti sekarang banyak mengandung sadistic,cannibal ,pembantaian hewan(anjing) adegan seperti itu tidak bisa diterima oleh  masyarakat internasional dinegara maju,terutama di negara Barat.”.

 

     
Cinta Skw :

“Terima kasih Pak Herry,telah menyediakan waktu untuk interview ini.Selamat jalan Pak Herry,enjoy holidaynya.”.

 

     
Pak Herry :

“Terima kasih,Cinta.”.

     
     
     
     
     
     
     
     
     
Cinta Singkawang,01 Februari 2008