Foto Keluarga Pak Wako menjadi objek kemarahan

28 Januari 2009
Komentar:

Pada tanggal 23 Januari 2009 subuh ada beberapa ibu rumah tangga pergi ke pasar untuk belanja sayur. Ketika mereka melewati persimpangan Jalan Kempol Mahmud – Jalan Niaga,tepatnya di lokasi berdiri patung naga, mereka melihat pampflet bergambarkan foto keluarga Pak Hasan Karman dicoret silang dengan memakai cinta hitam.Pamflet itu ditempelkan ketubuh patung naga tersebut.

Pada hari pagi itu,toko-toko disekitar lokasi patung naga mulai melakukan bisnis.Masyarakat disekitar tempat itu  berdatangan untuk melihat pamflet tersebut.Menemukan foto keluarga Pak Hasan Karman yang dicoret silang itu, sangat mengejutkan komunitas Tionghoa Singkawang.Namun demikian, sebagian dari komunitas kita tidak menaruh perhatian dengan aksi ini,tetapi ada sebagian dari mereka  menerka-nerka siapa yang melakukan hal tersebut.Apakah aksi ini dilakukan oleh  mereka yang menentang berdiri patung naga? Atau aksi ini dilakukan oleh pihak tertentu yang ingin mempertajam perbedaan pandangan antara pendukung dengan penolak berdiri patung naga?

Aksi sejenis itu merupakan aksi terror  yang pertama kali terjadi di  kota Singkawang.Kita tidak tahu  pasti siapa pelaku terror tersebut,yang jelas pelaku adalah orang tidak mau menyalurkan aspirasinya melalui asas demokrasi.Pantas kita sayangkan,pihak yang melakukan aksi ini memperlakukan keluarga Pak Hasan Karman sangat tidak adil.Karena pihak pelaku tidak dapat membedakan masalah “perseorangan” dengan masalah “keluarga”.
Jika pelaku aksi ini beranggapan bahwa Pak Hasan Karman lebih memihak kepada pendukung patung naga.Itulah adalah kebijakan yang diambil oleh Pak Hasan Karman sendiri,bukan keluarganya(istri dan anak-anak Beliau).Dalam hal ini,Ibu Emma dan anak-anak mereka  adalah orang –orang tidak berdosa dalam kasus patung naga,tidak seharusnya foto mereka dijadikan objek kemarahan.
Cinta salut dengan Ibu Emma(istri Pak Hasan Karman),selama(1 tahun) Beliau tinggal di Singkawang tidak sedikit kontribusi yang telah Beliau lakukan untuk  masyarakat Singkawang melalui berbagai kegiatan sosial.Kehadiran Beliau di tengah masyarakat Singkawang untuk memperkuat komunitas Singkawang.Setiap kali ada kegiatan membersihkan kota Singkawang Ibu Emma selalu hadir dan membantu.Sebagai orang lahir di Singkawang kita merasa malu terhadap Ibu Emma.Beliau lebih banyak melakukan sesuatu untuk kita daripada kita melakukan untuk Beliau.

 

 

 

CintaSingkawang,28Januari 2009