|
Pada
umumnya para pengusaha menjelang akhir
tahun akan mempersiapkan berbagai agenda
dan rencana bisnis yang akan
dilakukannya di tahun depan.
Ada
juga diantara mereka yang memiliki rencana
ingin mengganti atau beralih
profesi di bidang lain.Seperti mantan
ketua Permasis kita, Pak Aliok. Sesudah
Beliau terpilih menjadi ketua Lions Club
cabang Kalbar beberapa minggu yang lalu.
Untuk memajukan organisasi yang Beliau
pimpin, Pak Aliok sudah mempersiapkan
berbagai program yang menarik untuk
membernya. Salah satu dari sekian
programnya yang menarik yaitu dikenakan
“annual membership fee” sebesar US$30
per member. Membership fee sebesar 30
us dolar itu, kita percaya bahwa biaya
membership seperti itu tidak mahal bagi
pengusaha sekelas Pak Aliok dan
konco-konconya. Tetapi, apabila kita
bandingkan annual membership fee untuk
sosial club di beberapa negara lain
untuk organisasi sejenis yang rata-rata
dikenakan US$15 itu, rasanya Pak Aliok
sudah overcharge terhadap membernya.
Club mereka menyediakan berbagai macam
fasilitas untuk membernya, dari acara
hiburan sampai sport,kegiatan gaya hidup sehat dll.
Tujuan club mereka berfungsi sebagai
tempat untuk social life.Tentu saja
Lions Club cabang Kalbar belum miliki
fasilitas seperti mereka.
Para
members Lions Club cabang Kalbar perlu
dihibur dengan berbagai acara hiburan,seperti
mendatangkan penyanyi dari
Singapore,
Bong Chin Nyian. Jangan seperti hiburan
yang terjadi di Yayasan Teo Chiu di
Latumenten – Jakarta Barat beberapa
waktu yang lalu, sebuah hiburan berupa
lempar air mineral Aqua dan kekuatan
fisik antara Medan dengan Pontianak/Singkawang.
Korbannya adalah tokoh pengusaha
terkemuka Singkawang mantan ketua
cikal-bakal Permasis sebelum pak Aliok
yaitu Pak Sugiarto Gunawan alias Nyi Siu
Liung yang disaksikan oleh Pak Aliok,
Pak Eka Tjandranegara alias pak Tjen
kakak kandung dari sang buronan KPK
dalam kasus cessie bank Bank Bali yang
menilep uang negara ratusan miliar
rupiah dan pengarang cerpen picisan “Membangkitkan
orang bodoh dan membiarkan orang Pinter
jatuh :Huang Phen Thing” yakni Bong Miau
Sen .
Para
pendukung Pak Hasan Karman ini digebuk
dan dibentak-bentak oleh orang Medan kelompok Mr.Yang yang dikenal Yumo
itu di yayasan tersebut . Kemana para
pendukung HKisme itu selalu siap
membela kepentingan HK? Konco-konco pak
HK yang selama ini dikenal oleh
masyarakat sangat arogan itu akhirnya
memilih KO alias tak berkutik di depan
kelompok teo ciu
Medan. Sungguh
memalukan !
Dengan teknik Multi Level marketing
sudah pasti Pak Aliok tidak akan
mengalami kesulitan menjual membership
fee kepada konco-konco di Jakarta dan
Singkawang. Di Singkawang saja sudah
tercatat beberapa orang yang
potensi menjadi membernya, Pak Hasan
Karman, Bong Li Thiam,dan para
pengusaha walet yang selama ini sangat
menggantungkan bisnisnya dengan perda
Walikota tersebut,dan para mafia tanah
seperti alumni-alumni Kalibers itu.
Di
bulan Desember yg lalu bagi Pak wako
adalah bulan kelabu sebuah resepsi yang
diharapkan Pak HK dapat menggandeng
kembali dengan konco-konco lamanya di
Permasis dalam Jamuan makan malam pada
tgl 17 Desember 2009,pak Wako kita
sangat tersinggung dengan ucapan seorang
tokoh organisasi agama yang membuat pak
HK marah besar.
Entah apa yang diucapkan oleh tokoh
tersebut, yang jelas pak Wako kita
begitu geram dengan ucapan itu. Menurut
rumor yang beredar di masyarakat
insiden tersebut dilanjutkan dengan
perang SMS yang kemudian menjadi
penyebab Pak Wako pergi berlibur ke
Penang Malaysia untuk menenangkan
pikirannya.
Pak
Wako kalau sudah tenang kembalilah ke
Singkawang,di sanalah masyarakat
menunggumu untuk mewujudkan janjimu
SINGKAWANG SPECTAKULER.
Jangan emosi pak Wako!!!! Pelan-pelan
saja membangun kota Singkawang
spektakuler.
|