Desember Kelabu

06 Januari 2010
Komentar:

Pada umumnya para pengusaha menjelang akhir tahun akan mempersiapkan berbagai agenda dan rencana bisnis yang akan dilakukannya di tahun depan.

Ada juga diantara mereka yang  memiliki  rencana ingin mengganti  atau beralih profesi di bidang lain.Seperti mantan ketua Permasis kita, Pak Aliok. Sesudah Beliau terpilih menjadi ketua Lions Club cabang Kalbar beberapa minggu yang lalu. Untuk memajukan organisasi yang Beliau pimpin, Pak Aliok sudah mempersiapkan berbagai program yang menarik untuk membernya. Salah satu dari sekian programnya yang menarik yaitu dikenakan “annual membership fee” sebesar US$30 per member. Membership fee  sebesar 30 us dolar itu, kita percaya bahwa biaya membership seperti itu tidak mahal bagi pengusaha sekelas Pak Aliok dan konco-konconya. Tetapi, apabila kita bandingkan annual membership fee untuk sosial club di beberapa negara lain untuk organisasi sejenis yang rata-rata dikenakan US$15 itu, rasanya Pak Aliok sudah overcharge terhadap membernya. Club mereka menyediakan berbagai macam fasilitas untuk membernya, dari acara hiburan sampai sport,kegiatan  gaya hidup sehat dll. Tujuan club mereka berfungsi sebagai tempat untuk social life.Tentu saja Lions Club cabang Kalbar  belum miliki fasilitas seperti mereka.

 

Para members Lions Club cabang Kalbar perlu dihibur dengan berbagai acara  hiburan,seperti mendatangkan penyanyi dari Singapore, Bong Chin Nyian. Jangan seperti hiburan  yang terjadi di Yayasan Teo Chiu di Latumenten – Jakarta Barat beberapa waktu yang lalu, sebuah hiburan berupa lempar air mineral Aqua dan  kekuatan fisik antara Medan dengan Pontianak/Singkawang. Korbannya adalah tokoh pengusaha terkemuka Singkawang mantan ketua cikal-bakal Permasis sebelum pak Aliok yaitu Pak Sugiarto Gunawan alias Nyi Siu Liung yang disaksikan oleh Pak Aliok, Pak Eka Tjandranegara alias pak Tjen kakak kandung dari sang buronan KPK dalam kasus cessie bank Bank Bali yang menilep uang negara ratusan miliar rupiah dan pengarang cerpen picisan “Membangkitkan orang bodoh dan membiarkan orang Pinter jatuh :Huang Phen Thing” yakni Bong Miau Sen .

Para pendukung Pak Hasan Karman ini digebuk dan dibentak-bentak oleh orang Medan  kelompok Mr.Yang yang dikenal Yumo itu  di yayasan tersebut . Kemana para pendukung  HKisme itu selalu siap membela kepentingan HK? Konco-konco pak HK yang selama ini dikenal oleh masyarakat sangat arogan itu akhirnya memilih KO alias tak berkutik di depan kelompok teo ciu Medan. Sungguh memalukan !

 

Dengan teknik Multi Level marketing  sudah pasti Pak Aliok tidak akan mengalami kesulitan menjual membership fee kepada konco-konco di Jakarta dan Singkawang. Di Singkawang saja sudah tercatat beberapa  orang yang potensi  menjadi membernya, Pak Hasan Karman,  Bong Li Thiam,dan para pengusaha walet yang selama ini sangat menggantungkan bisnisnya dengan perda Walikota tersebut,dan para mafia tanah seperti alumni-alumni Kalibers itu.

 

Di bulan Desember yg lalu bagi Pak wako adalah bulan kelabu sebuah resepsi yang diharapkan Pak HK dapat menggandeng kembali dengan konco-konco lamanya di Permasis dalam Jamuan makan malam pada tgl 17 Desember 2009,pak Wako kita sangat tersinggung dengan ucapan seorang tokoh organisasi agama yang membuat pak HK marah besar.

Entah apa yang diucapkan oleh tokoh tersebut, yang jelas pak Wako kita begitu geram dengan ucapan itu. Menurut rumor yang beredar  di masyarakat insiden tersebut dilanjutkan dengan perang SMS yang kemudian menjadi penyebab Pak Wako pergi berlibur ke Penang Malaysia untuk menenangkan pikirannya.

Pak Wako kalau sudah tenang kembalilah ke Singkawang,di sanalah masyarakat menunggumu untuk mewujudkan janjimu SINGKAWANG  SPECTAKULER.

Jangan emosi pak Wako!!!! Pelan-pelan saja membangun kota Singkawang spektakuler.   

 

CintaSingkawang,06 Januari 2010