Dampak kekalahan Pak HK dalam Pilkada Singkawang 2012

22 september 2012

Komentar:

Sementara masyarakat menanti Pak HK mengakui kekalahannya dalam pemilihan Pilkada Singkawang pada tanggal 20 September 2012. Perhitungan suara menunjukkan Pak HK memperoleh 41.539 suara atau 42.57 persen dari jumlah suara. Sedangkan Pak Awang Ishack terpilih sebagai walikota Singkawang untuk periode 2012-2017 memperoleh suara 44.082 atau 45.50 persen dari total suara yang ikut memilih. Hasil dari pemilihan ini menandakan bahwa masyarakat Singkawang memecat Raja San Keu Jong, Bong Sau Fan secara demokrasi. Sampai berita ini diturunkan, mental Pak HK masih belum siap  untuk dia  mengumumkan secara resmi kepada masyarakat Singkawang bahwa dirinya kalah dalam pemilihan wako Singkawang.

 

Berita kekalahan Pak HK ini sangat berdampak kepada pendukungnya.Menurut reporter CintaSingkawang pada tanggal 21 September pagi, didaerah Cu Ma tempat workshop Bong Li Thiam tidak ada orang berkumpul. Tidak seperti pada hari hari Pak HK masih berkuasa, setiap pagi banyak orang berkumpul disana untuk mendengar doktrin HKisme yang disampaikan juru progandanya. Hari itu seperti tidak ada burung berkicau, terutama koar koaran dari pendukung Pak HK.

Mungkin perlu beberapa hari ini lagi bagi para pendukung Pak HK dapat menerima kenyataan ini, mereka ini akan menyadari bahwa Pak HK bukan “Superman” bukan orang tidak dapat dikalahkan dikerajaan San Keu Jong.

Dalam pilkada kali ini, nasib Pak HK sudah tidak dapat tertolong. Walaupun ada orang  memakai nama konglomerat, pengusaha untuk mempromosi Pak HK supaya  mendapat suara.Namun nasib Pak HK dalam hal ini bukan ditentukan satu atau dua orang saja tetapi ditentukan oleh orang orang yang memberi suaranya di TPS TPS. Justru sebagian dari masyarakat Singkawang mengartikan itu sebagai usaha orang kaya mengintimidasi kaum miskin, membuat mereka memberi suaranya kepada kandidat lain.

 

Entah sudah beberapa kali Pak Bong Li meminta Loya( guru spiritual) memberi kesempatan kedua kali untuk Pak HK memimpin kota Singkawang. Kata orang manusia memohon, Tuhan yang menentukan. Padahal satu tahun sebelum pilkada  ada ahli spiritual di Surabaya meramalkan bahwa Kerajaan San Keu Jong akan dipimpin oleh non Tionghoa Singkawang sesudah Pak HK. Pantas disayangkan, kubu Pak HK memakai ahli nujum  yang tidak memiliki reputasi, sehingga tidak  dapat memberi prediksi kedepan yang jelas dapat dijadikan bahan kajian untuk menyusun strategi.

 

Kekalahan Pak HK ini  juga memberi dampak terhadap keutuhan organisasi masa  Tionghoa Singkawang, katakan seperti Permasis. Ada konsekwensi jika sebuah ormas terlibat secara praktis isu  politik. Setiap orang memiliki pandangan berbeda beda dalam hal politik, dalam bahasa sehari hari yang kita sebut dukungan. Memberi dukungan  sering berdasarkan sudut  kepentingan individu terhadap orang yang dia dukung. Akibatnya dapat merusak keutuhan organisasi sesama anggota organisasi.

 

Sementara ini reporter kami sedang dalam monitor perkembangan di masyarakat, kita masih belum tahu  jelas berapa jauh dampak terhadap kehidupan masyarakat Singkawang akibat kekalahan Pak HK dalam Pilkada.

 

 

 


CintaSingkawang, 30 Agustus 2012