Serba Serbi Cap Go Meh 2008 di Singkawang
Rencana Membangun Rumah Duka
23 Februari 2008
Rapat Pasca Cap Go Meh 2008,pada malam tanggal 22 Februari 2008 Permasis mengadakan pertemuan dengan tokoh masyarakat di Singkawang.Agenda dalam meeting ini membicarakan rencana membangun Rumah Duka di kota Singkawang.Sumber pendanaan berasal dari masyarakat Singkawang.Jika ada kekurangan dana pihak Permasis akan membantu mencari dana untuk melengkapi proyek tersebut.Tidak dijelaskan didalam meeting tersebut  jika memakai jasa Permasis untuk membantu mencari dana apakah perlu membayar komisi atau tidak .Jika perlu membayar,berapa besar (persen)?
Ide dan kebijaksanaan Permasis luar biasa sehingga masyarakat Singkawang tidak bisa mengikuti kemauan ormas ini.Bapak Djan Fa  sebagai tokoh senior menentang gagasan membangun rumah duka di singkawang.Menurut Pak Djan Fa masyarakat kita belum memerlukan rumah duka.

Walikota Serba Bisa

17 Februari 2008

Pada tanggal 16 Februari 2008,ketika  Pak Hasan Karman menghadiri perayaan hari ulang tahun Nyuk Fong Song Ti di Vihara ,Roban.Pada saat Pak Hasan Karman sedang asyik menikmati makanan yang dihidangkan oleh pihak  pengurus Vihara, seorang pemuda(pendukung setia Pak HK) mendekati Pak Hasan Karman dan berbisik sesuatu kepada Beliau.Berita yang  bisikan oleh pemuda ini sangat mengagetkan Pak Hasan Karman.Karena permintaannya  ini diluar  kekuasaan dan autoriti  kapasitas  Pak Hasan Karman sebagai walikota.

Beberapa hari yang lalu salah satu dari pendukung  Pak Hasan Karman sedang bermain judi ditangkap oleh Polisi .Perjudian adalah sesuatu kegiatan yang dilarang oleh hukum.Pemuda tersebut meminta kepada Pak Hasan Karman melobi kepada pihak kepolisian untuk melepaskan temannya.Tentu saja  Pak Hasan Karman menjadi pusing menghadapi  permintaan pendukungnya karena hal itu diluar wewenang Beliau .

Supaya tidak mengecewakan pendukungnya,  Pak Hasan Karman memanggil ajudannya yang bernama A BU utk handle kasus ini dengan harapan pendukungnya akan mendapat keadilan seadil mungkin.

Dimata pendukungnya, Pak Hasan Karman adalah orang serba bisa,karena  beliau bisa menyanyi , humor,masak memasak dan melobi polisi. Mereka beranggapan  hanya sedikit orang yang dapat melakukan hal tersebut kecuali walikota Singkawang. Seperti kata Kong Fu Cu”Untuk membangun masyarakat yang  harmonis, orang pintar harus berkonsultasi dengan orang bijak”. Karena orang pintar ini tidak tahu pembuatannya melanggar hukum atau diperlakukan tidak adil.Orang bijak akan membereskan perbuatan  tidak terpuji  yang dilakukan oleh orang pintar.



Ujian Pertama untuk Kemampuan ketua Panitia Pelaksana Imlek dan Cap Go Meh 2008---08 februari2008

Ketika acara malam menjelang perayaan hari  Imlek 2559,pada tanggal 06 Februari 2008 di Singkawang.Perayaan Imlek tahun ini sangat istimewa bagi warga Singkawang khususnya bagi komunitas Tionghoa Singkawang karena perayaan kali ini dihadiri oleh  Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia,Ibu Meuthia Hatta. Bapak Sri Edi Swasono ,suami Ibu Meuthia Hatta ikut dalam kunjungan ini.

Merupakan kehormatan bagi warga Singkawang yang merayakan Tahun baru Imlek 2008.Tetapi acara perayaan tersebut pantas disayangkan karena pidato  ketua panitia Pelaksana  Imlek dan Cap Go Meh 2008 yang dibawah standard.  Menurut penilaian masyarakat terhadap  pidato ketua Panitia Pelaksana Imlek dan Cap Go Meh 2008,bapak Chin Miaw Fuk sangat memalukan dengan memakai  bahasa Indonesia  tidak formal  dan tidak memiliki etika berbahasa Indonesia yang baik. Bapak Chin Miaw Fuk menyebut menteri peranan wanita seharusnya  Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan,menyebut “suami” Sri Edi Swasono  tanpa hormat. Pidatonya tidak menurut pratokol yang berlaku,seharusnya memberi perhatian  pada pejabat yang paling tinggi jabatannya kemudian dilanjutkan dengan pejabat yang rendah jabatannya,seperti  menyebut  menteri dulu sebelum walikota. Tetapi bapak Chin Miaw Fuk melakukan terbalik dikiranya  jabatan walikota paling tinggi daripada menteri sehingga dia memberi  hormat kepada  Pak Hasan Karman mendahului  Ibu Meuthia Hatta. Warga Singkawang dipermalukan oleh pidato ketua panitia pelaksana Imlek dan Cap Go Meh 2008 itu.

Setelah selesai pidato bapak Chin Miaw Fuk,Bapak Hasan Karman sebagai orang nomor satu di Singkawang “Terpaksa”meminta maaf kepada Menteri dan rombongannya.Ini menandakan betapa cerobohnya cara penyambutan yang  diberikan kepada para tamu kehormatan kita.Permintaan maaf dari Bapak Walikota Singkawang itu berindikasi bahwa bapak Chin Miaw Fuk  sebagai ketua panitia Pelaksana  Imlek dan Cap Go Meh 2008 tidak berbobot.Perlu diingatkan bapak Chin Miaw Fuk sebagai ketua panitia karena hasil rekayasa oleh orang no.1 di Permasis yang kemudian disetujui Pak walikota.Seperti dikatakan oleh Pak Herry Chung salah satu tokoh pengusaha asal Singkawang:”Team Panitia tidak memiliki SDM berkualitas”.

Dalam hati Ibu Meuthia Hatta mungkin berkata “no wonder” Pak Hasan Karman dipilih menjadi walikota,setelah mendengar pidato bapak Chin Miaw Fuk itu.Karena kemampuan bapak Chin Miaw Fuk dijadikan takaran menilai orang Tionghoa  Singkawang.  ....08 februari2008