Usaha Mencari Boss Baru
22 Juli 2011

Komentar:

Bagaimana cara supaya dapat terpilih kembali pada pilkada 2012 nanti?  Sebuah pertanyaan sekarang ini selalu ada di benak Pak HK. Semakin Beliau mencoba mencari jawaban atas pertanyaan tersebut semakin bertambah kegelisahan bagi dirinya.  Pak HK  mencoba mencari jawaban dari buku “Su Tzu” dan “ Sam Kok” tetapi kedua buku tersebut tidak memberi jawaban pasti dan memuaskan bagi Pak HK. Karena pertempuran yang akan Beliau hadapi  pada  pilkada  Singkawang 2012 nanti, adalah sebuah pertempuran yang  sangat berbeda tidak seperti pertempuran- pertempuran yang diceritakan pada kedua buku tersebut. Setiap pertempuran memerlukan teknik dan perencanaan yang berbeda supaya dapat mengalahkan lawannya. Apalagi menghadapi lawan yang belum pernah Pak HK bayangkan sebelumnya, sudah jelas memerlukan suatu perencanaan ke depan untuk menghadapi mereka.

 

Melihat realitas yang ada pada Pak HK sekarang; dukungan finansial sudah semakin terbatas. Tanpa dukungan finansial, sudah jelas peluang agar terpilih kembali sangat suram.Selama Permasis dan konglomerat Pak Projogo Pengestu menarik dukungan mereka, mulai dari detik itu Pak HK menghadapi finansial suport yang tidak jelas arah. Sekedar menggingatkan para pembaca; dari dua kali perayaan Cap Go Meh terakhir selalu terjadi defisit sebagai bukti untuk menunjukkan bahwa Pak HK sedang menghadapi krisis kepercayaan dimata komunitas Tionghoa Singkawang.

Dengan kemampuan finansial  suport yang sangat terbatas yang dimiliki Pak HK  sekarang ini, sudah dapat kita bayangkan Pak HK akan  mengalami banyak tantangan untuk menghadapi kompetitornya pada pilkada 2012 nanti.  Untuk itu, Pak HK harus mencari pendukung dan sumber baru yang dapat memberi “jaminan” dukungan finansial.

 

Tidak banyak konglomerat memiliki koneksi dengan Singkawang. Apalagi tertarik dengan kota Singkawang, untuk  menginvestasi modalnya secara besar-besaran disana. Karena fasilitas  kota Singkawang belum siap menerima investasi dalam modal hitungan US dolar. Maka itu  para konglomerat enggan menanamkan modal disana.

Untuk mencari konglomerat yang ada koneksi dengan Singkawang, Pak HK mencoba mengadu nasib mendekati bos Artha Graha Network, Pak Tommy Winata yang biasa disapa TW.

Sesudah Pak HK menerima gelar KRA, dengan senyum bangga pulang dari Surakarta kemudian pergi ke rumah kediaman Pak TW di kawasan Ancol Jakarta –Utara  untuk mengadakan pertemuan dengan Pak TW.

Sebelum Pak HK meminta dukungan dari  Pak TW, ada dua hal penting yang menjadi bahan pembicaraan Pak HK. Yaitu:

Dari awal pembicaraan tersebut, Pak HK menanyakan kepada Pak TW tentang program yang ditawarkan oleh Artha Graha Peduli . Foundation yang didirikan Pak TW tersebut merupakan corporate social responsibility(CSR) yang didefinisikan berupa tanggung jawab sosial perusahaan. Para korporasi diwajibkan mengembalikan sebagian dari keuntungannya untuk proyek kesejahteraan sosial dan masyarakat. Tetapi ada juga orang melihat kewajiban CSR itu merupakan cara pengusaha  menebus dosa bagi perusahaan; terutama  perusahaan  yang  telah  menimbulkan dampak sosial dan lingkungan yang merugikan masyarakat luas.

Pak HK meminta sebagian dari proyek foundation dapat dialihkan ke kota Singkawang.

 

Pak HK juga menawarkan proyek spektakuler kebanggaanya yaitu ,“Bandara Singkawang” kepada Pak TW.

Walaupun Pak HK tidak memberi jaminan dalam bentuk angka keuntungan dari investasi Bandara. Tetapi, Pak TW memahami betul resiko investasi ke dalam bisnis bandara. Secara nasional, belum banyak bandara mendapat keuntungan signifikan yang bisa diandalkan sebagai investasi jangka panjang.

Pak TW tidak memberi janji apa apa kepada HK apalagi memberi dukungan secara finansial hanya dalam waktu satu kali pertemuan. Sebagai bisnisman, Pak TW mempertimbangkan aspek aspek dan prinsip bisnis proyek yang ditawarkan oleh Pak HK itu.

 

Mengapa Pak HK berusaha mendapat dukungan dari Pak TW?  Paling tidak ada tiga keuntungan yang didapat:

- Finansial: mendapat dukungan dana

- Pengaruh: memakai pengaruh Pak TW untuk melobi para birokrat pusat.

- Proteksi: memakai Pak TW untuk menghadapi konglomerat lain yang memberi dukungan kepada pesaing Pak HK.

Peristiwa pertemuan itu dapat dijadikan bahan kampanye di klenteng-kleteng terutama kepada pendukung-pendukung ultratradisional di Singkawang. Bahwa Pak HK sangat hebat bisa ketemu  orang kaya seperti TW seperti kampamye HK terdahulu Phen ko dukung “ngai”,kemungkinan kampanye babak kedua nanti “TW dukung “ngai”.

 

Secara tidak langsung Pak HK sudah memiliki suatu pemikiran menjerat Pak TW untuk menghadapi Pak Prajogo Pangestu. Melihat perkembangan sekarang, sudah dapat dipastikan Permasis tidak akan memberi dukungan kepada Pak HK pada pilkada 2012 nanti. Kalau Permasis memberi dukungan kepada cawako baru sebagai pesaing Pak HK pada pilkada 2012, sudah jelas pihak Permasis akan  meminta dukungan dari Pak Prajogo Pangestu terhadap keputusan mereka.

 

CintaSingkawang, 22 Juli 2011