|
Mendapat “untung”adalah hal yang selalu
didambakan oleh setiap pebisnis, supaya
tidak rugi dia harus teliti
memperhitungkan setiap transaksi dan
menargetkan profit yang akan dia dapat
dari setiap transaksi.Berbisnis tanpa
ada resiko rugi,pasti mendapat untung,
tidak melanggar hukum.Bisnis seperti
itulah yang dicari dan diminati oleh
pebisnis yang sering mengaku dirinya
memberi pertolongan kepada mereka yang
membutuhkan jasanya.Mungkin Anda
bertanya apakah di kota Singkawang ada
bisnis dan pebisnis seperti itu? Sebagai
kota
yang memiliki gaya hidup metropolitan tentu saja sarat
dengan berbagai macam bisnis,baik itu
bisnis halal ataupun haram,tinggal pilih
saja.
Marilah kita melihat lebih dekat bisnis
biro jasa,bisnis yang menawarkan jasa
kepada orang –orang yang memerlukan
jasanya untuk mengurus dokumen(surat-surat).Bisnis
ini sangat menjanjikan keuntungan,
terutama biro jasa milik Pak Budiman
alias Chang Cin Fuk pemilik Legenda
motor,hopengnya Pak wako kita,Pak Hasan
Karman ,mantan team sukses HK pada
Pilkada yang lalu. Sekedar
contoh,kliennya di desa Jamthang
pernah diminta menangani sertifikat
tanahnya beberapa tahun yang lalu.
Karena tertimpa suatu musibah pada
keluarga kliennya, pada waktu itu
kliennya tidak memiliki uang yang cukup
untuk menembus biaya dokumen tersebut
senilai 4jutaan rupiah.Beberapa hari
yang lalu klientnya mendapat dana pada
saat mau menebus akte tanahnya, klien
ini harus membayar 8 juta rupiah ,Selama
tiga tahun mendapat keuntungan dua kali
lipat.Itu hanya satu contoh kasus saja
mendapat keuntungan dari kliennya di
desa Jamthang, belum lagi dengan
klien lain ditempat lain. Bisnis biro
jasa ini sangat menjanjikan keuntungan,
maka itu tidak heran jika Pak Budiman
selalu berproganda sentimen etnis untuk
kepentingan bisnisnya. Kata pepatah
lama”Semakin banyak kawan menjadi
pejabat semakin banyak rakyat miskin
yang bisa diperas”,mungkin ini ada
benarnya dalam kehidupan etnis Tionghoa
Singkawang di kota Singkawang,kota
sendiri.
|