|
Dalam
dunia
marketing
informasi
feedback
dari
konsumen
atau
pelanggan
memegang
peranan
penting
untuk
meningkatkan
kualitas
produk
dan
pelayanan
terhadap
konsumen.
Tidaklah
mengherankan
jika
banyak
perusahaan
memberi
perhatian
khusus
untuk
mengelola
informasi
feedback
itu
sebagai
input
untuk
menyusun
strategi
marketing
ke depan.
Begitu
juga
website
kesayangan
Anda
CintaSingkawang
telah
menerima
pelbagai
input
dari
pembaca
kami
melalui
email.
Masukan,
kritikan
atau
tanggapan
dari
Anda
sangat
penting
bagi
kami
sebagai
bahan
kajian
untuk
menyajikan
artikel-artikel
yang
terbaik
untuk
Anda
sebagai
pembaca
setia
kami
terutama
para
elit
Singkawang
. Tetapi
pantas
disayangkan,
ada
beberapa
email
dari
pembaca
kita
menurut
penilaian
kami
email
tersebut
tidak
memenuhi
standar
etika
kita
yang
berlaku
lazim di
Indonesia
dan
standar
CintaSingkawang
yang
telah
kami
tetapkan
menurut
standard
Internasional
di dunia
maya,
yaitu
akurat
dan
terpercaya
dan
dapat
diterima
dari
pelbagai
latar
belakang
tanpa
didasari
oleh
unsur
rasisme
seperti
pada
umumnya
masyarakat
Singkawang
yang
belum
terbiasa
menerima
nilai-nilai
baru di
era
globalisasi
di abad
ini.
Maka
tulisan
mereka
tidak
mendapat
respon
dan
tidak
dimuat
oleh
CintaSingkawang.
Perlu
Anda
ketahui
CintaSingkawang
selalu
menjaga
dan
memelihara
standar
kami
karena
website
CintaSingkawang
dibaca
oleh
para
elite
Singkawang
baik di
Singkawang.
Jakarta,
Pontianak
dan
Singbebas.
Diluar
Kalbar
bahkan
di
seluruh
dunia
dimana
komunitas
Singkawang
berada,
dibaca
masyarakat
Medan
dan di
Jawa
Timur.
Karena
berita,
renungan,
sorotan
dan
komentar
yang
disampaikan
Cintasingkawang
sangat
akurat
dan
terpercaya,
behind
the
scene.
Sajian
kami
lain
dari
pada
yang
lain,
tidak
akan
Anda
temukan
di
website
lain
tentang
kota
Singkawang.
Sekedar
contoh
kami
menerima
email
dari Sdr.’
Buibui
Skw’ (buibui_skw@yahoo.com)
memakai
bahasa
Indonesia
yang
sangat
kasar,
seperti
orang
tidak
memiliki
budaya.
Sedangkan
email
dari Sdr’
Alex Lex’
(lexalex75@yahoo.co.id)
memaksa
orang
lain
menerima
idenya
dengan
cara
primitif.
Alex lex
berbeda
dengan
Pak
Alex EM
walaupun
kedua
orang
ini
bernama
Alex. Karena
Pak Alex
EM
orang
yang
memiliki
intelektual.
Buktinya;
Pak HK
menyuruh
orang-orang
bayarannya
menjebak
Pak Alex
di
perkampungan
orang
Dayak
di
Singkawang.
Dalam
keadaaan
tertekan
Pak Alex
dipaksa
untuk
menandatangani
sebuah
pernyataan
terbuka
yang
berisikan
antara
lain:
meminta
maaf
kepada
Pak
HK,menghormati
dan
mendukung
pemerintah
Pak HK
secara
konstusioanal,
menerima
hukum
adat
Dayak
dll
sebagainya
bahkan
para
pendukung
Pak HK
tanpa
sungkan-sungkan
menyerukan
hukum
rimba
kepada
pak
Alex.
Yang
membuat
geli
adalah
para
pendukung
HK
menyebut
dengan
tegas
siapa-siapa
yang
telah
memerintahkan
kepada
mereka
untuk
menculik
pak Alex
sungguh
ironis
sekali
Pak HK
yang
baru
saja
mendapat
gelar “Doktol”
dari
sebuah
Universitas
negeri
terkemuka
di
negeri
ini
mempraktekan
politik
african
seperti
dalam
kasus
Pak Alex
,perlu
diingat
Pak Alex
bukanlah
korban
pertama
dari
rezim
barbar
HK,sebelumnya
ada Pak
Frans
Tshai,pak
A Bun
dll.
Bahkan
Pak HK
tanpa
sungkan-sungkan
mengultimatum
kepada
mereka
yang
dicurigai
berseberangan
dengan
dia baik
melalui
sms
maupun
email
dengan
ancaman
akan
mengirim
yang
bersangkutan
ke dalam
penjara(CintaSingkawang
menerima
banyak
bukti
tertulis
dalam
hal ini
karena
CintaSingkawang
menerapkan
standard
baku
maka
bukti-bukti
tersebut
hanya
akan
diberikan
kepada
pengadilan
jika
kelak
kemudian
hari
diminta
oleh
pengadilan).
Namum
sebelum
Pak Alex
sempat
menanda
tangani
dokumen
yang
telah
dipersiapkan
oleh
orang
bayaran
Pak HK
itu pada
malam
bersejarah
itu Pak
Alex
selamat
karena
Pak Alex
sudah
memperhitungkan
segala
aspek
dari
kelemahan
Pak HK
sendiri.
Teknik
yang
dipakai
Pak Alex
untuk
menyelamatkan
diri
dari
praktek
kotor
rezim
Pak HK
dengan
metode
"cause
and
effect",
menggunakan
metode
ini
memerlukan
kecerdasan
tinggi.
Pelbagai
kalangan
menilai
peristiwa
itu
membuktikan
intelektual
yang
dimiliki
Pak Alex
EM jauh
lebih
tinggi
dibandingkan
dengan
Pak HK
dalam
hal
menghadapi
tekanan-tekanan
dari
pihak
lawan.
Untuk
menguji
kecerdasan
Pak Alex
memecahkan
persoalan,
CintaSingkawang
menghubungi
Pak Alex
via
arsitek
penyelamatan
Pak Alex
dan
bertanya
:”Seandainya
Pak
Alex
sebagai
walikota
Singkawang
jika ada
pihak
yang
menjatuhkan
hukuman
adat
kepada
Bapak.
Apa yang
harus
Bapak
lakukan?”
Jawab
dari Pak
Alex
enteng
:”Saya
akan
menguji
materi
ini di
Pengadilan.
Karena
hanya
Pengadilan
yang
dapat
menentukan
saya
bersalah
atau
tidak.
Bukan
seperti
orang
lain
menaruh
posisi
dirinya
bersalah
sebelum
diputuskan
oleh
pengadilan
akibatnya
dipaksa
berlutut
dari
serambi
sampai
ke kaki
anak SMP
di
keraton
”.
Walaupun
Pak Alex
bukan
orang
yang
berkarier
di
bidang
hukum
tetapi
pemahaman
terhadap
hukum
pantas
kita
acungi
jempol
dan
menguasai
ilmu
kemasyarakatannya
sangat
menyakinkan.
Terima
kasih
kepada
seluruh
pembaca
setia
CintaSingkawang
yang
telah
mengirim
email
kepada
kami,
tentu
saja
kami
selalu
update
artikel
CintaSingkawang
seperti
permintaan
dari Pak
Topan
Wahyudi
(topanwahyudi@ymail.com)
dan juga
terima
kasih
kepada
mereka
yang
suka
mencaci
maki
CintaSingkawang
karena
kami
bukanlah
Pak
Hasan
Karman
yang
mempraktekaan
hukum
rimba
kepada
komunitas
kita.
Kami
menghormati
pandangan
Anda
yang
salah
itu
telah
Anda
pilih.
|