Balasan Email Pembaca

26Juni 2010

Komentar:

Dalam dunia marketing informasi  feedback dari konsumen atau pelanggan memegang peranan penting untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan terhadap konsumen. Tidaklah mengherankan jika banyak perusahaan memberi perhatian khusus untuk mengelola informasi feedback itu sebagai input untuk menyusun strategi marketing ke depan.

Begitu juga website kesayangan Anda CintaSingkawang telah menerima pelbagai input dari pembaca kami melalui email. Masukan, kritikan atau tanggapan dari Anda sangat penting bagi kami  sebagai bahan kajian  untuk menyajikan artikel-artikel yang terbaik untuk Anda sebagai pembaca setia kami terutama para elit Singkawang . Tetapi pantas disayangkan, ada beberapa email dari pembaca kita menurut penilaian kami email tersebut tidak memenuhi standar etika kita yang berlaku lazim di Indonesia dan standar CintaSingkawang yang telah kami tetapkan menurut standard Internasional di dunia maya, yaitu akurat dan terpercaya dan dapat diterima dari pelbagai latar belakang tanpa didasari oleh unsur rasisme seperti pada umumnya masyarakat Singkawang yang belum terbiasa menerima nilai-nilai baru di era globalisasi di abad ini. Maka tulisan mereka tidak mendapat respon dan tidak dimuat oleh CintaSingkawang. Perlu Anda ketahui CintaSingkawang selalu menjaga dan memelihara standar kami karena website CintaSingkawang dibaca oleh para elite Singkawang baik di Singkawang. Jakarta, Pontianak dan Singbebas. Diluar Kalbar bahkan di seluruh dunia  dimana komunitas Singkawang berada, dibaca masyarakat Medan dan di Jawa Timur. Karena berita, renungan, sorotan dan komentar yang disampaikan  Cintasingkawang sangat akurat dan terpercaya, behind the scene. Sajian kami lain dari pada yang lain, tidak akan Anda temukan di website lain tentang kota Singkawang.

Sekedar contoh kami menerima  email dari Sdr.’ Alex Lex’ (lexalex75@yahoo.co.id) memaksa orang lain menerima idenya dengan cara primitif.

Alex lex berbeda dengan  Pak Alex EM walaupun kedua orang ini bernama Alex.  Karena Pak Alex EM  orang yang memiliki intelektual. Buktinya; Pak HK menyuruh orang-orang bayarannya menjebak Pak Alex di perkampungan orang Dayak  di Singkawang. Dalam keadaaan tertekan Pak Alex  dipaksa untuk menandatangani sebuah pernyataan terbuka yang berisikan antara lain: meminta maaf kepada Pak HK,menghormati dan mendukung pemerintah Pak HK secara konstusioanal, menerima hukum adat Dayak dll sebagainya bahkan para pendukung Pak HK tanpa sungkan-sungkan menyerukan hukum rimba kepada pak Alex. Yang membuat geli adalah para pendukung HK menyebut dengan tegas siapa-siapa yang telah memerintahkan kepada mereka untuk menculik pak Alex sungguh ironis sekali Pak HK yang baru saja mendapat gelar “Doktol” dari sebuah Universitas negeri terkemuka di negeri ini mempraktekan politik african seperti dalam kasus Pak Alex ,perlu diingat Pak Alex bukanlah korban pertama dari rezim barbar HK,sebelumnya ada Pak Frans Tshai,pak A Bun dll. Bahkan Pak HK tanpa sungkan-sungkan mengultimatum kepada mereka yang dicurigai berseberangan dengan dia baik melalui sms maupun email  dengan ancaman akan mengirim yang bersangkutan ke dalam penjara(CintaSingkawang menerima banyak bukti tertulis dalam hal ini karena CintaSingkawang menerapkan standard baku maka bukti-bukti tersebut hanya akan diberikan kepada pengadilan jika kelak kemudian hari diminta oleh pengadilan). Namum sebelum Pak Alex sempat menanda tangani dokumen yang telah dipersiapkan oleh orang bayaran Pak HK itu pada malam bersejarah itu Pak Alex selamat karena Pak Alex sudah memperhitungkan segala aspek dari kelemahan Pak HK sendiri. Teknik yang dipakai Pak Alex untuk menyelamatkan diri dari praktek kotor rezim Pak HK dengan metode "cause and effect", menggunakan metode ini memerlukan kecerdasan tinggi. Pelbagai kalangan menilai peristiwa itu membuktikan  intelektual yang dimiliki Pak Alex EM jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Pak HK dalam hal menghadapi tekanan-tekanan dari pihak lawan.  Untuk menguji kecerdasan Pak Alex memecahkan persoalan, CintaSingkawang menghubungi Pak Alex via arsitek penyelamatan Pak Alex dan bertanya :”Seandainya  Pak Alex sebagai walikota Singkawang jika ada pihak yang menjatuhkan hukuman adat kepada Bapak. Apa yang harus Bapak lakukan?” Jawab  dari Pak Alex enteng :”Saya akan menguji materi ini di Pengadilan. Karena hanya Pengadilan yang dapat menentukan saya bersalah atau tidak. Bukan seperti orang lain menaruh posisi dirinya bersalah sebelum diputuskan oleh pengadilan akibatnya dipaksa berlutut dari serambi sampai ke kaki anak SMP di keraton  ”.  Walaupun Pak Alex bukan orang yang berkarier di bidang hukum tetapi pemahaman terhadap hukum pantas kita acungi jempol dan  menguasai ilmu kemasyarakatannya sangat menyakinkan.

Terima kasih kepada seluruh pembaca setia CintaSingkawang yang telah mengirim email kepada kami, tentu saja kami selalu update artikel CintaSingkawang seperti permintaan dari Pak Topan Wahyudi (topanwahyudi@ymail.com) dan juga terima kasih kepada mereka yang suka mencaci maki CintaSingkawang karena kami bukanlah Pak Hasan Karman yang mempraktekaan hukum rimba kepada komunitas kita. Kami menghormati pandangan Anda yang salah itu telah Anda pilih.

CintaSingkawang, 26Juni 2010