|
From: andy chandra
<andychandra18@gmail.com>
Subject: Cerita tertinggal dari baksos
permasis di Singkawang
To: cintasingkawang@yahoo.com
Received: Wednesday, 20 January, 2010,
4:45 PM
Salam sejahtera cinta singkawang,
saya mau gabung sharing berita untuk
cinta.
Beberapa hari setelah baksos permasis,
kegiatannya menjadi hangat bahan
kongko-kongko di warung kopi di mana2 di
kota
Singkawang. Pagi itu wakil ketua
permasis aluk ko yang diberi tugas untuk
melaksanakan baksos juga ada, dengan
kopi pancung dan kepulan asap rokoknya,
wajah berseri, tugas telah selesai
dengan aman dan di benak dia mungkin
tinggal laporan tanggung jawabnya saja. Banyak
pengopi di situ masing-masing
memperbincangkan plus minus kegiatan
permasis, dari hasil rangkuman secara
keseluruhan cukup memuaskan. Apalagi
permasis sedang ditiup oleh angin
perpecahan oleh mantan2 petinggi
Permasis dimana-mana. Aluk ko pun mulai cerita, pada
awalnya dag, dig, dug juga apalagi
sampai ada berita bakal terjadi
kekacauan dan seseorang telpon meminta
aluk ko harus berguru pada salah seorang
mantan petinggi permasis yang ngerti
urusan baksos, tapi aluk ko tutur sorry
pak, pengalaman itu guru terbaik.
Setelah itu aku kontak rekan2 di
Jakarta, dan
mereka beri penuh dukungan dan kalau pun
takut, nanti kita minta pengamanan
anggota brimob dari kelapa dua. Akhirnya
acara berlangsung tertb aman berkat
kerja sama semua pihak dan pengamanan
petugas brimob dan kepolisian setempat.
Aku perintahkan semua relawan siaga hp
berkamera dan ambil foto yang
mencurigakan. selama acara berlangsung
ada 6 telpon masuk dari Jakarta ke relawan menanyakan situasi aman
atau tidak, ini jadi tanda tanya besar,
ikut merasa kuatir atau senang dengar
ada keributan. Andy menulis ini karena
setelah mendengar cerita Aluk ko, jiwa
jadi terpanggil. paling tidak cara
menilai tipe2 manusia singkawang.
Salah seorang pengopi menuturkan
sekarang ada perkumpulan baru lion club
pimpinan aliok mantan ketua permasis,
belum selesai bicara ditimpai yang lain
itu cara2 memecah belah org2 singkawang,
cuma sayang dilakukan oleh org yang
sangat dihormati ketika aliok jadi ketua
permasis. Aluk ko pun tercenggir
mendengarnya dan dijawab dengan sopan
biar masyarakat yang menilai nantinya.
Baik buruk seseorang
kan tidak
dinilai oleh kelompoknya sendiri, nanti
waktu yang berbicara.
Cinta singkawang, saya baru diberi tahu
teman ada web cinta singkawang yang
memuat berita san keu yong, walau agak
lama tapi publikasi ini penting untuk
peminat cintasingkawang khususnya dan
masyarakat umum lainnya.
salam kompak
singkawang januari 2010
andy chandra 18
Jawaban CintaSingkawang:
Yth Bapak Andy
Chandra,
Terima kasih Pak Andy. Untuk
informasi tambahan pasca bakti sosial
Permasis merupakan kesaksian Aluk ko
menurut catatan redaksi CintaSingkawang
yang disebut Aluk ko sudah dapat
dipastikan adalah Bapak Bong Choi Luk.
Menurut pengakuan
Bapak bahwa Bapak baru saja mengetahui
ada website CintaSingkawang yang khusus
memberitakan tentang dinamika kehidupan
komunitas Tionghoa Singkawang. Bapak
sebagai pendatang baru perlu Cinta
ingatkan kepada Bapak bahwa ada
kemungkinan Bapak menjadi peminat
CintaSingkawang yang setia nantinya
karena Cinta adalah sebuah media
alternatif dari tersumbatnya demokrasi
gaya
Singkawang .Akan
tetapi,ada satu jaminan yang dapat Cinta
memberi untuk para pembaca yaitu membaca
artikel di website ini akan
memperluas wawasan dan opini Anda
tentang komunitas Tionghoa Singkawang.
Ketika Permasis mengadakan bakti
sosial di
kota Singkawang
pada bulan Desember 2009 yang lalu.
Menurut laporan dari pihak inteligen
kepada Permasis ada kemungkinan acara
bakti sosial mereka akan mendapat
gangguan dari pihak-pihak tertentu di
Singkawang. Di pihak Permasis sesudah
mendapat laporan tersebut tidak
mau mengambil resiko maka disusun suatu
strategi pengamanan terhadap rombongan
Permasis. Ketua tim yang
bertanggungjawab masalah
pengamanan, Bapak Fuidy Luckman alias
Bun Sin Khiong kemudian menyusun
program pengamanan terhadap para
petinggi Permasis ketika mengunjungi
Singbebas.Pada saat acara sedang
berlangsung ada beberapa orang menelepon
kepada pihak Permasis menanyakan apakah
acara berjalan aman dan lancar. Salah
satu dari si penelepon Bapak Chin Miaw
Fuk mantan ketua CGM hopengnya Pak Aliok
,mantan ketua Permasis yang sudah
lengser itu.
Cinta sependapat dengan Bapak
bahwa “Permasis sedang ditiup oleh angin
perpecahan oleh mantan-mantan petinggi
Permasis yang sudah lengser dimana-mana”.
Ini sudah menjadi fakta yang tidak bisa
disangkal oleh siapapun.Kalau ada pihak
berusaha menyangkalnya atau membantah
hal ini berarti dia telah bersaksi dusta
untuk komunitas Singkawang. Sejak Pak
Aliok lengser dari dari posisi ketua Permasis,
sudah terjadi perpecahan di Permasis
antara kelompok Aliokisme (para pengikut
setia Aliok) dan organisasi(Permasis).
Sangat memalukan jika ada pihak
tertentu mencoba melakukan aksi sabotase
ketika ada sekelompok orang bermaksud
baik mengadakan bakti sosial untuk
masyarakat yang dihadiri oleh
tokoh-tokoh rohaniawan seSingbebas.Tidak
bisa kita bayangkan betapa merepotkan
orang mau berbakti kepada masyarakat
harus dijaga dan dikawal oleh petugas
brimob dan kepolisian.Situasi seperti
itu bukan terjadi di kota Singkawang
tetapi seharusnya di Bagdad(Irak) atau
di Afganistan. Akan lebih
memalukan lagi seandainya orang yang
berniat jahat itu memiliki hubungan atau
orang yang pernah seorganisasi. Dimana
mental “gentleman” orang Tionghoa
Singkawang!
Tidak ada seorangpun yang dapat
melarang Pak Aliok menjadi ketua Lions
Club Kalbar karena Beliau memiliki hak
untuk dipilih. Kita harus menghormati “hak”
Pak Aliok berhak menjadi pemimpin ormas/organisasi
yang lain selain Permasis. Menuduh
Pak Aliok memecah belah orang-orang
Singkawang? Ini perlu bukti untuk
mendukung tuduhan seperti itu.
Sebaliknya kita melihat bagaimana usaha
positif dari Pak Aliok supaya orang
Singkawang memegang rekor MURI
sebanyak-banyaknya (jangan lupa baca :
Bagaimana ide orang Singkawang
memecahkan rekor MURI).
Terima kasih. Jangan lupa selalu
membaca CintaSingkawang karena Cinta
adalah media exclusive orang Singkawang
dibaca oleh semua tokoh-tokoh Singkawang
.
Salam,
CintaSingkawang.
|