Alex menyerah kepada HK          

07 Juni 2013

Komentar:

Sudah  sejak lama terjadi perseturuan  antara Pak Alex E M dengan Pak Hasan Karman, mantan wako Singkawang itu. Permusuhan mereka itu sering disalurkan dalam bentuk berbagai cara, mulai dari perang Lelang ketika pada acara keagamaan atau hari besar komunitas Tionghoa Singkawang, hingga melalui jalur hukum.  Beberapa bulan yang lalu  Pak Alex EM secara resmi melapor kepada pihak berwajib, menggugat Pak HK.

 

Masyarakat Singkawang menaruh perhatian besar akan kasus gugatan Pak Alex. Diumpamakan orang sedang mengikuti sebuah cerita novel, sering menduga  bagaimana akhir dari jalan cerita.

Apakah pengarangnya mengakhiri cerita dengan cara membunuh  pada aktor dalam cerita tersebut? Ada kemungkinan pengarang   tidak bisa memberi  cara penyelesaian  masalah yang terbaik  yang dihadapi aktor , untuk akhiri ceritanya terpaksa aktor dibunuh: meninggal karena penyakit, kecelakaan dll. Novel semacam itu sering membuat pembaca kecewa, bukan  happy ending story.

Begitu juga perseturuan antara Pak Alex EM dengan Pak Hasan Karman.

 

Hari ini sudah beredar kartu undangan dan SMS undangan  di kota Singkawang dan sekitarnya untuk menghadiri acara damai antara Pak Alex EM dengan Pak Hasan Karman di Happy Building Singkawang  pada tanggal 8 Juni 2013. Pak HK  bersedia menjamukan 385 meja sebagai persyaratan damai yang diusulkan oleh Pak Alex.  Katanya acara ini akan dihadiri pada tokoh masyarakat Singkawang. Yang jelas, tokoh masyarakat yang merasa Pak HK pernah membuat kesalahan(harap dibaca “disakiti”) kepada mereka tidak akan hadir dalam acara ini.  Seperti  Pak Aliok, Pak Nusantio dkk. Karena mereka ini tidak mau dengar  pidato  minta maaf Pak HK kepada Pak Alex  yang bermakna “termasuk mereka”. Bisa jadi pidato Pak HK yang  mengandung kalimat”.....dengan ini saya Hasan Karman meminta maaf kepada Pak Alex Em dan  Bapak-bapak yang hadir disini atas kesalahan saya…..”. Nah, seandai  Pak Aliok dan Pak NS dkk hadir dalam acara tersebut ketika mendengar kalimat tersebut? Apa yang terjadi harga diri mereka dari segi pandangan Pak HK?

 

CintaSingkawang meminta pandangan dari Bapak Herry Chung mengenai acara damai antara Pak Alex dengan Pak HK. Dibawah ini pandangan dari Bapak Herry Chung:

“Acara meminta maaf dan damai antara Pak Alex dan Pak HK. Dalam acara ini banyak menikmati benefit justru Pak HK. Sebagai caleg dia dapat memanfaatkan momentum ini untuk berkampanye. Atau para pendukungnya bernostalgia, massa dia akan berteriak : Hidup HK..hidup HK! Karena diperkirakan para undangan yang hadir sebagian besar ada pendukung Pak HK. Disini isu politik bisa bersemi. Sedang Pak Alex, point  apa yang dia mau capai atau dia dapat? Masyarakat tidak akan memuji dia atau mengucapkan terima kasih kepada dia karena  ditraktir makan.

Seandai Pak Alex lebih  bijak, seharusnya dia memilih prosedur minta maaf dan damai bukan cara seperti itu, undangan makan. Karena massa yang hadir susah dikontrol. Pak HK memiliki pendukung sedangkan  Pak Alex tidak memiliki massa. Jadi media yang Pak Alex pilih itu tidak seimbang.

Saya melihat bukan Pak HK menyerah kepada Pak Alex tetapi sebaliknya.


CintaSingkawang, 07 Juni 2013