Perayaan Tahun Baru Imlek 2014 gaya elite Singkawang 

-Perayaan Tahun Baru Imlek 2014 Permasis vs Imlek Aksi Sosial Pak Aliok

 15 Februari 2014

Komentar:

Setiap tahun masyarakat Tionghoa Singbebas merayakan tahun baru Imlek, cara merayakan tahun baru Imlek ada berbagai cara. Ini tergantung siapa yang merayakan, berapa dana digunakan, dan makna dari perayaan tersebut.

 

Sekedar contoh, perayaan tahun baru Imlek dilakukan oleh Perkumpulan Masyarakat Singkawang dan sekitarnya (Permasis), pada Minggu (9/2) malam di Kantor Permasis ,Seasons City, Jakarta.

Acara Permasis ini disi dengan penampilan tarian, jamuan makan, dan penarikan undian dengan sejumlah hadiah menarik.  Tamu yang hadir tahun ini juga tidak berubah seperti perayaan tahun sebelumnya. Konglomerat kesayangan orang Singbebas, Pak Projogo Pangestu berhalangan hadir.  Pak Aliok( Pak Lio Kurniawan, mantan ketua Permasis) dan para pengikutnya tidak hadir. Para pengikut Aliokisme percaya: bahwa Permasis tanpa Pak Aliok Permasis akan mati pelan pelan.

Dari tahun ke tahun jumlah tamu hadir semakin berkurang, walaupun ada acara penarikan undian untuk merangsang para anggotanya untuk hadir. Budaya penarikan undian untuk menarik pengunjung telah meracuni kegiatan acara berkumpul untuk kegiatan sosial, budaya bahkan tidak menutup kemungkianan kegiatan keagamaan. Nilai kegiatan budaya, sosial sudah tidak ada beda seperti kegiatan sosialisasi politik, tanpa ada penarikan undian tidak ada orang mau hadir. Apakah masyarakat kita, khususnya komunitas Tionghoa Singbebas sudah begitu buruk moralnya dalam hal pemahaman kegiatan budaya dan sosial dalam kehidupan bermasyarakat?

 

Bagi Pak Aliok sebagai mantan ketua Permasis, beliau memahami betul pergaulan dilingkunagn Permasis. Banyak orang kaya tetapi sedikit orang yang memahami konsep sosial. Pak Aliok ingin menunjukkan kepada  organisasi yang pernah dia  pimpin bahwa membuat baik untuk sesama adalah hal yang sangat sederhana, mudah dilakukan.

Pak Aliok tidak ingin membuat kesalahan dalam hidupnya seperti dilakukan koleganya, Pak Agustinus Aryawan dan Pak.Frans Tshai. Ketika mereka menduduki posisi CEO  korporasi pada tahun 1970an dan 1980an tidak melakukan hal yang signifikan untuk membangun komunitas Singbebas. Pengalaman orang lain sangat berharga, sebagai bahan renungan dan pemahaman kehidupan manusia. Pak Aliok sudah sering menjenguk orang sakit di rumah sakit, mengunjungi rumah duka dll. Hal tersebut membuahkan sebuah renungan bahwa kehidupan manusia itu betapa fana. 

 

Pada tanggal 13 Pebruari 2014  Pak Aliok melakukan aksi sosial di perkampungan Kopisn, Singkawang. Membagikan sebagian berkat yang beliau dapat kepada masyarakat yang membutuhkan. Kepada CintaSingkawang Pak mengatakan dia ingin “serving the poor with love, respect, justice, hope and joy, and by working to shape a more just and compassionate society”(. melayani miskin dengan cinta, hormat, keadilan, harapan dan sukacita, dan dengan bekerja untuk membentuk masyarakat yang lebih adil dan  penyayang). Dengan demikian makna perayaan Tahun Baru Imlek 2014  lebih bermakna dan  kesan  istimewa bagi Pak Aliok dkk.

Menanti kedatangan konglomerat
Menanti kedatangan konglomerat
 
Pak Aliok membagi berkat
Pak Aliok sedang membagikan berkat di Kopisan
 
Simpatisan kegiatan sosial Pak Aliok
Simpatisan kegiatan sosial Pak Aliok
 
Team Penari yang dibina Yayasan Pak Aliok
Team Penari yang dibina Yayasan Pak Aliok
CintaSingkawang, 15 Februari 2014