|
Membaca berita koran
Pontianak
Post pada edisi Jumat,
27 Februari 2009 di halaman depan dengan
judul berita “Singkawang 10 besar kota pengidap HIV/AIDS”. Sungguh suatu berita
yang sangat menggemparkan dan isu yang
dijadikan berita itu perlu mendapat
perhatian kita sebagai warga Singkawang.
Dengan jumlah pengidap 348 orang, kota Singkawang memiliki rekor sebagai 10 besar kota di Indonesia
yang memiliki penderita HIV/AIDS. Tetapi,
jika perbandingan
jumlah penduduk dengan
pengidap HIV/AIDS, kota
Singkawang mendapat
rangking nomor dua
sesudah Papua dalam jumlah penderita
HIV/AIDS, sangat memprihatinkan.
Masalah penularan
HIV/AIDS di Papua
ada beberapa badan internasional
menuduh bahwa ada pihak
tertentu di Indonesia
senggaja menyebarkan HIV/AIDS
di Papua untuk
menghancurkan
penduduk asli di daerah tersebut.
Terlepas tuduhan ini benar atau
tidak,yang jelas
HIV/AIDS telah memakan banyak korban di
Papua.
Masalah HIV/AIDS adalah masalah sangat
serius dihadapi oleh
kota
Singkawang. Tanpa ada penanganan yang
baik sudah dapat dipastikan penderita
HIV/AIDS akan bertambah di
kota
Singkawang. Faktor utama penyebaran
HIV/AIDS melalui “sex,pengguna narkoba(memakai
jarum suntikkan yang sama).Untuk kota Singkawang penyebaran HIV/AIDS melalui
“sex” lebih dominan.
Kita belum tahu pasti, program
pencegahan menyebaran HIV/AIDS yang
dimiliki oleh Pemkot Singkawang. Apakah
ada penyuluhan terhadap para pemilik
rumah-rumah hiburan, para pebisnis
esek-esek ini
diwajibkan menyarankan kepada
konsumennya memakai kondom.Apakah mereka
menyediakan tempat penjualan kondom
supaya lebih mudah diakses oleh
masyarakat.
Isu masalah HIV/AIDS
di kota Singkawang masih belum
mendapat perhatian dari ormas komunitas
Tionghoa Singkawang seperti
PERMASIS,MABT dan FOKET. Sejauh ini,
ormas kita masih belum mengadakan
kampanye pencegahan penularan HIV/AIDS.
Ketika Cinta menulis artikel ini sempat
ketemu dengan salah satu pendukung
Permasis di Singkawang Selatan
yang juga seorang caleg yang disponsori
Permasis.Cinta bertanya kepada Beliau
kapan PERMASIS akan turun ke jalan-jalan
untuk membagikan kondom ke
Masyarakat dalam rangka gerakkan ber”sex
sehat dan aman” seperti gerak jalan
sehat yang pernah mereka
lakukan. Katanya belum ada instruksi
dari pusat(Jakarta). Masyarakat Singkawang mengharapkan
PERMASIS mau mengadakan kampanye
"sex sehat dan
aman" untuk mencegah
penyebaran HIV/AIDS . Kata
supporter PERMASIS mereka selalu siap
turun ke jalan bersama Pak Aliok dan
rombongannya
membagi-bagikan kondom kepada masyarakat
Singkawang. Katanya itu merupakan suatu
kebahagiaan dan berkat jika mereka dapat
melakukan.
Sementara masyarakat
Singkawang jenuh membaca cerita yang
tidak produktif yang
diceritakan oleh Pak Iwan Gunawan di
metro Singkawang tentang masalah CGM.
Ada yang menyarankan kepada beliau lebih
baik melakukan pekerjaan yang lebih
produktif untuk masayarakat Singkawang
seperti menangani masalah logistik
kondom .Sesuai pengalamannya dibidang
supply stationery
untuk Pemkot Singkawang, tidak salah
beliau ditunjuk untuk
menangani logistik kondom untuk kampanye
”sex sehat dan aman” di kota Singkawang
nanti,disamping itu juga sangat
bermanfaat untuk menarik dukungan
politik dari para penjaja sex komersial
serta para pengemar sex yang jumlah
mereka tidaklah sedikit di Singkawang.
Mudah –mudahan masalah
HIV/AIDS dikota Singkawang akan mendapat
perhatian kita semua,
mengadakan kampanye pencegahan supaya
masyarakat mennyadari bahaya HIV/AIDS
dapat menghancurkan generasi muda kita.
Kita tidak ingin bibit pemimpin kita (sekaliber
Pak Hasan Karman) itu mati muda karena
sex.
|