Ancaman HIV/AIDS terhadap kota Singkawang

02 Maret 2009
Komentar:

Membaca berita koran Pontianak Post pada  edisi Jumat, 27 Februari 2009 di halaman depan dengan judul berita “Singkawang 10 besar kota pengidap HIV/AIDS”. Sungguh suatu berita yang sangat menggemparkan dan isu yang dijadikan berita itu perlu mendapat perhatian kita sebagai warga Singkawang. Dengan jumlah pengidap 348 orang, kota Singkawang memiliki rekor sebagai 10 besar kota  di Indonesia yang memiliki penderita HIV/AIDS. Tetapi, jika perbandingan  jumlah penduduk dengan  pengidap HIV/AIDS, kota Singkawang  mendapat rangking nomor  dua sesudah Papua dalam jumlah penderita HIV/AIDS, sangat memprihatinkan.

Masalah penularan  HIV/AIDS di Papua  ada beberapa badan internasional  menuduh bahwa ada pihak tertentu di Indonesia  senggaja menyebarkan HIV/AIDS  di Papua untuk  menghancurkan  penduduk asli di daerah tersebut. Terlepas tuduhan ini benar atau tidak,yang  jelas HIV/AIDS telah memakan banyak korban di Papua.

Masalah HIV/AIDS adalah masalah sangat serius dihadapi oleh kota Singkawang. Tanpa ada penanganan yang baik sudah dapat dipastikan penderita HIV/AIDS akan bertambah di kota Singkawang. Faktor utama penyebaran HIV/AIDS melalui “sex,pengguna narkoba(memakai jarum suntikkan yang sama).Untuk kota Singkawang penyebaran HIV/AIDS melalui “sex” lebih dominan. Kita belum tahu pasti, program pencegahan menyebaran HIV/AIDS yang dimiliki oleh Pemkot Singkawang. Apakah ada penyuluhan terhadap para pemilik rumah-rumah hiburan, para pebisnis esek-esek ini  diwajibkan menyarankan kepada konsumennya memakai kondom.Apakah mereka menyediakan tempat penjualan kondom  supaya lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Isu masalah HIV/AIDS di kota Singkawang  masih belum mendapat perhatian dari ormas komunitas Tionghoa Singkawang seperti PERMASIS,MABT dan FOKET. Sejauh ini, ormas kita masih belum mengadakan kampanye pencegahan penularan HIV/AIDS. Ketika Cinta menulis artikel ini sempat ketemu dengan salah satu pendukung  Permasis di Singkawang Selatan yang juga seorang caleg yang disponsori Permasis.Cinta bertanya kepada Beliau kapan PERMASIS akan turun ke jalan-jalan untuk  membagikan kondom ke Masyarakat dalam rangka gerakkan ber”sex sehat dan aman” seperti gerak jalan sehat yang pernah mereka lakukan. Katanya belum ada instruksi dari pusat(Jakarta). Masyarakat Singkawang mengharapkan PERMASIS mau mengadakan kampanye "sex sehat dan aman" untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS  . Kata supporter PERMASIS mereka selalu siap turun ke jalan bersama Pak Aliok dan rombongannya  membagi-bagikan kondom kepada masyarakat Singkawang. Katanya itu merupakan suatu kebahagiaan dan berkat jika mereka dapat melakukan.

Sementara masyarakat Singkawang jenuh membaca cerita yang tidak produktif  yang diceritakan oleh Pak Iwan Gunawan di metro Singkawang tentang masalah CGM. Ada yang menyarankan kepada beliau lebih baik melakukan pekerjaan yang lebih produktif untuk masayarakat Singkawang seperti menangani masalah logistik kondom .Sesuai pengalamannya dibidang supply stationery untuk Pemkot Singkawang, tidak salah beliau  ditunjuk untuk menangani logistik kondom untuk kampanye ”sex sehat dan aman” di kota Singkawang nanti,disamping itu juga sangat bermanfaat untuk menarik dukungan politik dari para penjaja sex komersial serta para pengemar sex yang jumlah mereka tidaklah sedikit di Singkawang.

Mudah –mudahan masalah HIV/AIDS dikota Singkawang akan mendapat perhatian kita semua,  mengadakan kampanye pencegahan supaya masyarakat mennyadari bahaya HIV/AIDS dapat menghancurkan generasi muda kita. Kita tidak ingin bibit pemimpin kita (sekaliber Pak Hasan Karman) itu mati muda karena sex.

 

CintaSingkawang,02 Maret 2009