|
Bapak Basuki Tjahaja
Purnama alias Tjung Ban Hok atau panggilan
sehari –hari A Hok,adalah mantan bupati
kabupaten Belitung Timur. (Beltim).Beliau
menjabat bupati Beltim kurang lebih selama
15 bulan sebelum beliau mengundurkan diri dari
jabatan tersebut untuk ikut pemilihan Gubernur
Bangka Belitung pada awal tahun 2007. Dalam
pemilihan tersebuat, A Hok mengalami kekalahan!
Sejak itu beliau tidak mendapat pekerjaan
dibirokrasi(tidak menjabat sebagai pejabat),sekarang
beliau menjabat Sekjen Partai PIB(Perhimpunan
Indonesia Baru). Partai PIB adalah partai
kecil,menurut draft peraturan pemilu nanti bagi
partai yang tidak memiliki 3 % kursi DPR pusat
tidak boleh mengikuti pemilu pada tahun 2009
nanti.Kita belum tahu masa depan partai
ini ,apakah dapat mengikuti pemilu
pada tahun 2009 nanti atau tidak.
Dimedia cetak A Hok
telah mengajar kepada kita selalu memakai
politik akal sehat untuk menentukan pilihan kita
dalam Pilkada, tanpa melibatkan unsur SARA
(Suku, Agama, Ras, Antar-golongan-red) sebagai
factor pertimbangan. Beliau juga mengharapkan
untuk kedepan masalah perbedaan agama dan ras
jangan terlalu dibesar-besarkan. Menurut
pengalamannya pada waktu pemilihan menjadi
Bupati atau Gubernur ada oknum yang
menjelek-jelekkan dirinya atas nama agama.
Beliau terpilih menjadi bupati Beltim,beliau
mengklaim itu berkat keberhasilannya mendidik
masyarakat Beltim agar cerdas dalam memilih
tanpa melihat unsur SARA. Menurut pengakuan
beliau,berhasil mendidik masyarakat Beltim
dengan metode Politik Akal Sehat
yang dikembangakan oleh Partai PIB. Kita belum
mendapat data yang akurat dapat membuktikan
menurut kaidah ilmiah metode tesebut apakah
dapat diterapkan diluar daerah Beltim. Komentar
beliau tentang masalah SARA dapat kita baca
dilokasi
http://partai-pib.or.id/beranda/index.php?option=com_content&task=view&id=42&Itemid=29.dan
http://sarwonokusumaatmadja.multiply.com/journal/item/6/A_Hok_dari_Kabupaten_Belitung_Timur.
Pada malam tanggal 14
Juli 2007 di Studio 21, Singkawang.Dalam acara
jamuan makan ramah tamah dengan masyarakat
Tionghoa Singkawang & perantauan yang diadakan
oleh pak Hasan Karman,acara ini namai Singkawang
Spektakuler. A Hok sebagai tamu kehormatan dalam
acara tersebut.Pada kesempatan itu A Hok
menyampaikan sebuah pidato dalam bahasa HakFa (dialek
Moi Jan).tiga ratus orang dari komunitas
Tionghoa Singkawang sebelum mendengar pidato A
Hok mereka berharap akan mendapatkan suatu
wawasan baru dan belajar dari A Hok melalui
pidatonya.Sungguh diluar dugaan,isi dari
pidatonya malam itu penuh dengan muatan unsur
SARA yang sangat kontradisi dengan apa yang
sering beliau katakan didepan media cetak
tentang dampak negatip dari masalah SARA
dinegeri ini.Pandangan A Hok secepat itu
dibuang ke tong sampah oleh komunitas Tionghoa
Singkawang karena pandangan tersebut sangat
bertentangan dengan asas prikemanusiaan.
Tidak seorangpun mau didiskriminasi karena
unsur SARA.Kerukunan antar sesama warga dikota
Singkawang sudah terbina sejak lama,dari
generasi ke generasi.Inipun atas usaha dari
berbagai komunitas yang ada didalam masyarakat
Singkawang.
Kami akan memberikan
ballot kami kepada kandidat yang menurut kami
memiliki kemampuan memimpin kota Singkawang
bukan berdasar unsur SARA.
CintaSingkawang,9 Nopember 2007
|