Agenda sesudah perayaan Idul Fitri 2010


16 September 2010
Komentar:
Sesudah  perayaan Idul Fitri, kota Singkawang akan sibuk dengan berbagai masalah yang menarik perhatian masyarakat. Melalui tulisan ini kita akan meninjau beberapa dari permasalahan itu.

 
-Kasus dugaan korupsi dalam pelaksanaan MTQ tahun 2008.
Beberapa hari yang lalu koran PontianakPost memberitakan kejaksaan kota Singkawang sedang dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pada pelaksanaan MTQ Provinsi Kalimantan Barat di kota Singkawang pada tahun 2008 lalu. Dalam kasus tersebut, kejaksaan juga mengadakan investigasi penyediaan dan pengelolaan katering makanan untuk kegiatan MTQ. Yang menarik, Ny Elisabeth Majuyetty Hasan Karman atau panggilan akrab Ibu Emma sebagai pengelola katering. Kita tidak perlu meragukan kemampuan Ibu Emma dibidang penyediaan makanan, sebagai mantan manager restaurant tentu saja Beliau tahu betul bagaimana cara make money dari bisnis tersebut.

Kita tidak akan mengomentari proses penyedikan yang dilakukan oleh jaksa terhadap Ibu Emma dalam kasus ini dalam tulisan ini. Kasus ini bukan hanya menarik perhatian para politisi Singkawang, terutama politisi  rival atau saingan Pak HK
. Tetapi masyarakat umum juga sangat menaruh perhatian akan kasus ini. Karena kasus ini akan berdampak  moral isu, tidak bisa menghilangkan presepsi umum; siapa saja menjadi pejabat cendrung terlibat kasus korupsi. 

-Jalan Betonisasi
Proyek  betonisasi jalan utama kota Singkawang membuktikan proyek ini tanpa perencanaan yang baik, akibatnya  jalan betonisasi membahayakan kesehatan  masyarakat Singkawang terutama bagi mereka yang tinggal ditengah kota. Pencemaran udara; debu berterbangan di udara.

Implementasi  proyek ini tanpa memakai konsep ilmiah. Seharusnya hanya dipilih salah satu dari jalan utama sebagai uji coba dalam proyek betonisasi. Jalan sudah dibeton itu, diuji coba dan  dikaji kelebihan dan kelemahan  jalan tersebut dalam jangka waktu tertentu. Sesudah melewati tahap uji coba dengan hasil seperti apa yang diharapkan, baru kemudian mengerjakan jalan utama yang lain secara  bertahap.
Apabila ada terjadi kesalahan dalam pelaksanaan proyek dapat cepat diatasi dan dampaknya tidak akan meluas. Tidak seperti metode betonisasi  yang dipakai oleh Pak HK, membeton beberapa jalan utama sekaligus tanpa mempertimbangkan resiko.
Metode yang dipakai Pak HK ini  tidak memenuhi persyaratan berpikir yang matang, kalau gagal ya gagal semua. Kecerobohan ini membuat masyarakat Singkawang  yang tinggal ditengah kota harus menanggung akibatnya; yaitu menikmati debu.
Pak A Lim yang tinggal ditepi jalan beton itu mengatakan kepada tetangganya:” inilah hadiah untuk kita mendukung Pak HK”. 

Masyarakat Singkawang  merasa sangat terganggu dengan debu yang berasal dari jalan beton itu. Pemerintah Pak HK harus melakukan sesuatu untuk menangani jalan betonisasi itu. Karena dibiarkan begitu saja akan menjadi bukti nyata ketidakmampuan Pak HK   membuat kota Singkawang bersih dari debu beton. 
“Urus jalan beton saja tidak beres bagaimana mau urus bandara” kata pengusaha ekspedisi penerbangan yang
meminta identitas dirinya jangan diumumkan.
Untuk memperbaiki jalan tersebut perlu biaya,  pemkot  mengalami defisit APBD yang sedang berjalan  sebesar Rp59 miliar. Tidak ada anggaran untuk memperbaiki jalan beton dalam waktu dekat.

Ketika perayaan hari kemerdekaan pada malam tanggal 17 Agustus 2010 di restaurant Sun Moon, Pak HK memberi  khotbah yang intinya merupakan pembelaan diri didepan pada pendukungnya. Ada tiga butir pembelaan yang disampaikan oleh Pak HK.  Mari kita mempelajari pembelaannya. Yaitu:

-Mengenai kunjungan Beliau  kesultanan Sambas tempo hari.
Menurut versi Pak HK  kunjungan tersebut untuk  meminta maaf demi kepentingan komunitas Tionghoa. Supaya “kalian tidak diteror” kata Pak HK didepan  pendukungnya.  Kalau itu yang dimaksudkan oleh Pak HK, berarti Pak HK sudah memiliki keyakinan(bukti) bahwa para sipeneror ada hubungan dengan pihak Kesultan
an Sambas. Kalau tidak ada hubungan bagaimana Kesultanan Sambas dapat mengatasi masalah teror yang dimaksudkan Pak HK tersebut ?
Sedangkan pihak kepolisian Singkawang tidak sanggup  membongkar pada pelaku teror. Padahal kepolisian memiliki perangkas canggih dan  fasilitas yang memadai untuk mengungkapkan kejahatan. Jika asumsi ini dipakai, menurut hemat CintaSingkawang Pak HK perlu bersujut lagi didepan Sultan Sambas untuk meminta maaf lagi.

 -Jalan Betonisasi.
Menurut Pak HK  betonisasi jalan utama kota Singkawang “itu bukan urusan saya”kata Pak HK dengan nada enteng. “Pada saat betonisasi saya lagi berada diluar daerah, ketika saya pulang proyek ini sudah dikerjakan oleh Sekda dan PU” lanjut  Pak HK.
Kalau kita berasumsi Pak HK tidak mengatakan “kebohongan” dalam hal ini, berarti Pak HK adalah wali kota tidak tahu perencanaan  pembangunan kota diwilayah kekuasaannya. Wako seperti itu pantas mendapat penghargaan MURI ! 

-Patung Naga
Pak HK prihatin melihat komunitas Tionghoa Singkawang tidak menaruh peduli terhadap patung naga. “Padahal naga symbol kecinaan” kata Pak HK. ” Saya tetap mempertahankan patung itu walaupun ada beberapa pihak menyarankan patung naga direlokasi. Tetapi saya tetap tolak” tambah Pak HK dengan nada
menentang. Jika komunitas Tionghoa Singkawang tidak peduli terhadap  patung naga, berarti komunitas kita sudah mengalami kemajuan. Tidak mau diajak oleh Pak HK  untuk melakukan hal kebodohan.  

 

 

CintaSingkawang, 16 September 2010