Rencana Pembentukan Panitia Cap Go Meh 2009

12 Juni 2008

Komentar:

Tidak semua komunitas Tionghoa Singkawang merayakan Cap Go Meh di kota Singkawang. Mereka yang merayakan Cap Go Meh  karena alasan agama.Pada umumnya mereka yang memeluk agama Kong Fu Cu,Buddha dan Toisme merayakan hari Cap Go Meh. Tidak ada kewajiban bagi mereka harus merayakan Cap Go Meh , tidak ada sangsi bagi mereka yang tidak ikut merayakan event tersebut.

Apakah manfaatnya merayakan hari Cap Go Meh bagi komunitas kita? Manfaat?
Pertanyaan ini tergantung kita  bertanya kepada komunitas Tionghoa Singkawang yang mana dan siapa. Karena jawabannya yang mereka berikan bisa beragam.Ada mengatakan manfaat bagi mereka  merayakan hari Cap Go Meh yaitu untuk mendapatkan kekuatan spiritual,supaya kota Singkawang aman ,bebas dari bencana alam dan malapetaka. Ada juga mengatakan perayaan Cap Go Meh tidak ada manfaatnya sama sekali  karena event ini tidak dapat meningkatkan standar hidup dan martabat  kemanusiaan  komunitas Tionghoa.Mereka ini beranggapan event ini menghabiskan duit masyarakat tanpa ada target(sasaran) dicapai. Tidak seperti event yang dilakukan oleh bangsa yang sudah maju menitik beratkan kegiatan sosial untuk tujuan kemanusiaan.  Apapun bunyi jawaban dari  pertanyaan tersebut, itu merupakan  fakta tentang pandangan komunitas kita  terhadap perayaan Cap Go Meh  di Singkawang.
Kita tidak tahu jelas manfaat
merayakan Cap Go Meh bagi komunitas Tionghoa Singkawang, tetapi ada satu hal kita sudah tahu pasti banyak orang memanfaatkan event tersebut untuk tujuan tertentu. Walaupun perayaan hari Cap Go Meh tahun 2009 jatuh pada bulan Februari 2009,masih delapan bulan kedepan. Tetapi suara untuk kegiatan pembentukan panitia Cap Go Meh 2009 sudah terdengar diseluruh pelosok kota Singkawang. Sementara masyarakat sibuk membicarakan harga barang-barang kebutuhan semakin melambung, bagaimana menyesuaikan pengeluaran dengan penghasilan. Tetapi masih ada sekelompok orang memiliki waktu  untuk memikirkan susunan panitia Cap Go Meh 2009 pada saat yang serba susah ini .

Dua minggu sebelum rapat pertama untuk membicarakan susunan panitia Cap Go Meh 2009 sudah beredar buku Laporan Pertanggungjawaban Cap Go Meh 2008. Menurut buku kecil itu(persis seperti RUU APBD2009 yang gagal itu )terungkap duit masyarakat dihamburkan dengan percuma tanpa membuat sesuatu untuk komunitas yang dapat  memuliakan nilai kemanusiaan.
Kalau kita memperhatikan pada halaman 15 pada buku laporan tersebut,laporan pengeluaran kas festival CGM2008 dari nomor  item 44 sampai 48 mengenai pengeluaran untuk perijinan biayanya  total Rp42.060.000! Itu biaya perijinan merayakan Tahun Baru Imlek  dan CGM. Dalam laporan tersebut tidak dicantumkan biaya perijinan itu dibayar kepada siapa,Pemkot Singkawang atau Polisi.

Gosip sedang beredar di kota Singkawang,menemukan satu kasus sangat menggemparkan masyarakat Singkawang.Sumbangan dari anaknya Chan Hap, di jalan Niaga Singkawang tidak dibukukan oleh panitia CGM.Besar sumbangan
Rp 1juta,sumbangan senilai satu juta rupiah untuk ukuran kota Singkawang merupakan sumbangan besar.Tidak mungkin lupa dibukukan.Ini merupakan bukti kredibilitas dan moral  pada pihak panitia dipertanyakan oleh masyarakat. Masyarakat percaya, pasti banyak donatur yang bernasib seperti anaknya sdr Chan Hap itu,sumbangan mereka tidak pernah dibukukan alias masuk ke kocek orang tertentu.
Jika memperhatikan Auditor mengaudit pembukuan panitia CGM
2008 tidak seperti pada umumnya auditor,memberi komentar akan hasil kerjanya. Informasi yang diberikan sangat terbatas,kita tidak tahu pasti metode apa mereka pakai.Apakah mereka ada mengambil sample(cek harga barang ) dilapangan(Singkawang)? 

Marilah kita meninjau motip orang memanfaakan CGM.

-Dari segi ekonomi(mencari keuntungan):

Ada
dua arah untuk mendapat keuntungan:Pertama dari donasi(income),sebagian donasi yang tidak dibukukan.
Kedua
:Pengeluaran dan pembelanjaan(expenses and purchasing)Pembelanjaan ,terutama pembelanjaan barang untuk dilelang.Terjadi Komisiism ,pada sesama anggota panitia bersaing memasukkan barang dengan harga jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga pasar.Karena ada penambahan ongkos komisi terhadap harga barang. Membayar biaya pengeluaran seperti membayar upah,sewa dll juga terjadi komisiisme.Kelompok orang ini merayakan event CGM merupakan musim rezeki bagi mereka.

 
-Dari segi Politik(mencari pengaruh):
Ada sekelompok orang memanfaatkan perayaan CGM untuk tujuan politik.Supaya partai yang dijagoi atau orang yang mereka jagoi .Perayaan CGM 2009 bertepatan dengan pemilihan badan legislatif,isu politik sudah tidak dapat dihindarkan.Para caleg ingin memperkenalkan diri kepada masyarakat,supaya mendapat dukungan.Bahkan wako kita,Pak Hasan Karman berniat CGM itu dijadikan trilogy pembangunan kota Singkawang.Yang intinya membangun kota Singkawang Spektakuler dengan  implementasi CGM. 

-Dari segi Sosial(berbuat amal):
Ada orang  mengambil bagian dalam panitia CGM adalah tujuan kerja sosial.Mereka ini ingin melakukan sesuatu untuk masayarakat,mereka ingin mengembalikan sesuatu kepada masayarakat. Dengan harapan aksi mereka ini dapat menjadi teladan kepada yang lain bahwa berbakti kepada masayarakat adalah pekerjaan mulia. 

Kegagalan Membentuk Panitia CGM 2009
Pembentukan panitia CGM 2009 yang dilakukan pada awal bulan June 2009 mengalami kegagalan.Ada beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan,karena pertentangan kepentingan dalam hal  politik dan ekonomi.
Ada empat group komunitas Tionghoa Singkawang yang menentukan pembentukan panitia CGM,yakni:   Group Jakarta:
Mereka ini sangat berperanan dalam mencari dana,hampir 80 persen dana untuk perayaan Imlek dan CGM berasal dari group ini.Mereka ini memiliki koneksi dengan masyarakat Singbebas di pulau Jawa,terutama di Jakarta.Soal mencari dana mereka ini paling jago,demi dana dan CGM mereka ini bersedia meminta dari toko ke toko yang pemiliknya orang Singbebas.Group ini dipimpin oleh pemimpin karismatik, Pak Aliok . Pada pengikutnya :Akhiong,Amin,Simon,Chin Miaw Fuk dan konco-konconya di Permasis.

-Group Singkawang:
Demi untuk mempertahankan kepentingan ekonomi mereka perlu politik untuk melindungi kepentingan mereka .Group ini terdiri atas Bong Li Thiam,Iwan,Budiman.dll .Pak Hasan Karman sebagai penasehat mereka.Group ini paling merasakan dampaknya jika terjadi sesuatu pada acara perayaan CGM, ini dapat mempengaruhi image caleg(calon anggota legislatif ) yang mereka jagoi. Kepentingan ekonomi mereka ada hubungan kepentingan politik seperti masalah walet di Singkawang,masalah walet hanya dapat diselesaikan dengan cara politik(kepastian hukum).

 
-Group Bong Wui Khong(BWK):
Group ini terdiri atas  BWK,Chai Ket Khiong, pada komunitas kita yang berusia senior(generasi tua).Mereka ini ingin mempertahankan cara perayaan CGM menurut system yang sudah lama kita anut,bebas mendirikan altar.Group ini mendapat dukungan komunitas agama,tatung.

Group ini beranggapan  setiap orang memiliki kebebasan merayakan Imlek & CGM,berhak mengatur altar yang sesuai dengan tata cara masing-masing.Group ini menghargai perbedaan cara  mengatur altar karena perbedaan itu mencirikan demokrasi. 

-Group Yayasan  sosial komunitas Tionghoa:
Group ini terdiri dari atas berbagai yayasan tanah wakaf (si lo fui) yang ada di kota Singkawang dan sekitarnya.Group ini sangat berpengaruh didalam komunitas Tionghoa Singkawang,karena group ini merupakan perwakilan dari berbagai komunitas Tionghoa Singkawang yang ada dimasyarakat. Group ini dapat menolak atau memberi dukungan politik yang menyangkut kepentingan komunitas Tionghoa Singkawang,seperti memberi dukungan kepada sesorang yang ingin mencalonkan diri  menjadi caleg(daerah dan pusat).Bagi mereka yang mau sukses dalam karier politik harus dapat menguasai group yayasan ini,karena group ini dapat memberi suara(vote) yang diperlukan. Tetapi group tidak memiliki ekonomi power. Group ini selalu diikut sertakan dalam pembentukan kepanitian dalam kegiatan sosial dan budaya,tanpa diikut sertakan  group ini  keputusan yang dihasilkan tidak akan diakui oleh komunitas kita dan tidak berlegitimasi. 

Kegagalan pembentukan panitia CGM 2009
:
Karena pertentangan kepentingan kubu antara group Singkawang dengan group Jakarta.Group Singkawang ingin ketua panitia CGM 2009 diduduki oleh warga non Tionghoa.Dengan demikian group ini dapat mengatur kepentingan mereka karena ketua CGM adalah boneka mereka.Disamping itu untuk menghindari kritikan dari para pencinta CGM seperti Pak Herry Chung(lihat interview1 dan interview 2).Tentu saja gagasan menepatkan  posisi ketua paniti CGM 2009 untuk warga non Tionghoa mendapat tantangan dari berbagai pihak.
Terutama dari group Jakarta,karena group ini berpendapat apabila ketua panitia ditempati oleh non Tionghoa akan mempengaruhi dukungan dana dari masyarakat.Pada donatur tidak akan memberi donasi apabila mereka meragukan kredibilitas pada ketua panitia. Pada point kedua yang menjadi keberatan group Jakarta yaitu jika ketua panitia ditempati oleh warga non Tionghoa ini mencerminkan Tionghoa Singkawang  tidak mempunyai kemampuan memimpin,krisis SDM Tionghoa Singkawang.
Dianggap tidak mampu,mengurus masalah CGM saja tidak sanggup apalagi mau menjadi pemimpin bangsa ini. CintaSingkawang percaya,komunitas kita banyak yang sependapat dengan group Jakarta dalam hal ini.

Karena pada group-group mengadakan pertemuan tidak mencapai kesepakatan sehingga pembentukan panitia CGM 2009
mengalami kegagalan untuk semntara.Tanpa belajar sharing kepentingan bagi setiap group,panitia CGM 2009 akan susah terbentuk. 

Betapa memalukan
, jika membaca berita koran yang memberitakan organisasi Tzu Chi akan membantu  mengatasi masalah sampah di Singkawang. Ini  menandakan betapa primitifnya  kita,  bagaimana cara membuang sampah pada tempatnya harus diajari oleh orang Taiwan .Bahkan  bagaimana cara mengelola  sampah  yang sangat sederhana juga harus diajar oleh bangsa lain. Padahal kita sanggup menhamburkan duit miliar rupiah hanya untuk acara CGM. Kalau ada majalah dinegeri itu memberi komentar negatip  tentang acara CGM 2008 yang lalu ,kita  dapat mengerti.  

Pembentukan panitia CGM 2009 perlu dipertimbangkan kembali,terutama pada saat ini bukan waktu yang tepat kita memikirkan hal itu.Sesudah kenaikan harga BBM kita harus sensitive terhadap  penderitaan masyarakat yang kena dampak kenaikan BBM.
Disekeliling kita masih banyak masyarakat memikirkan  bagaimana dapat survive pada hari ini,tetapi kita memikirkan pesta CGM 2009(masih delapan bulan yg akan datang). Padahal  sudah banyak pakar memprediksi beberapa bulan ini harga minyak akan naik terus akan mempengaruh harga barang-barang(sembako).Susah 
diprediksi apa yang akan terjadi beberapa bulan mendatang.
Bagaimana komunitas yang lain menilai kita?Apakah kita hanya mementingkan CGM ? Masalah pembentukan panitia CGM 2009
, jika terus dipaksakan sekarang,orang yang paling dirugikan dalam hal ini yaitu Pak Hasan Karman. Sebagai pejabat seharusnya Beliau lebih sensitive terhadap masalah ini. 

CintaSingkawang,12 Juni 2008