Musim Paceklik CGM2011 Singkawang 

"HK mengeluh:”Apa yang akan terjadi,terjadilah…..!”

"Bong Cin Nen:”Tatung-tatung jangan banyak yang daftar dong!”

17 Januari 2011

Komentar:

Masyarakat Singkawang tentu masih ingat bagaimana perayaan CGM pada saat euphoria kemenangan politisi Tionghoa HK ketika awal terpilih sebagai penguasa baru di Singkawang, luar biasa, spektakuler! Saking spetakulernya sampai-sampai Pak HK sibuk memikirkan rekor MURI ketimbang memikirkan bagaimana mensejahterakan rakyatnya,yang yang menurut pengakuannya masih banyak di kantongnya, karena takut dicontek orang.  

Ada apa acara perayaan Cap Go Meh di tahun 2011 ini ?  Acara perayaan CGM 2011 di kota Singkawang  masih merupakan tanda tanya bagi masyarakat Singkawang. Karena sampai saat ini pihak panitia CGM 2011 masih belum memberi jaminan kepada masyarakat tentang acara dan programnya yang akan disajikan untuk menghibur masyarakat Singkawang.

Tidak seperti perayaan CGM tahun 2010 yang lalu, pihak panitia menyusun  program kerja untuk memecahkan rekor MURI. Semakin banyak  rekor MURI  dicetak semakin banyak duit masyarakat dihabiskan dengan percuma.

Menurut infomasi terakhir, ketua panitia CGM 2011 Pak Lio Kurniawan( Pak Aliok), juga sebagai ketua yayasan Sumpah pemuda Singkawang ini sedang sibuk mencari sponsor di Jakarta. Tahun ini penuh dengan tantangan bagi Pak Aliok mencari dana, sejauh ini dana yang  terhimpun  hanya 600an juta rupiah walaupun  Aliok sesumbar di Singkawang sudah mengkantongi 15 nama Calon Donatur potensial yang siap akan mengucurkan duit 3 M.  Menurut  laporan reporter CintaSingkawang di Season City Jakarta, Pak Aliok sudah berhasil merekrut seorang stuntman yang disulap menjadi Ketua Harian CGM 2011,dan stuntman ini bernama Pak Aliang. Pak Aliang adalah pengusaha OKB di pasar Tanah Abang Jakarta.

Seperti biasa, jurus yang dipakai Pak Aliok  adalah  menawarkan posisi kepanitiaan CGM2011 kepada Pak Aliang. Seperti CGM tahun 2010 yang lalu, Pak Pui Sudarto pernah  kena jurus Wu Shu Pak Aliok.  Nama Pak Pui Sudarto dicantunkan sebagai wakil ketua padahal dia tidak  melakukan apa-apa. Pada saat defisit, Pak Pui menjerit entah berapa  juta untuk menutup defisit . Kalau Pak Aliang bisa dihipnotis, dia bisa dipakai untuk mencari dana di pasar Tanah Abang di lingkungan komunitas Tionghoa Singbebas.

Menurut reporter kami di Singkawang pada minggu yang lalu pihak panitia CGM2011 dan pak HK mengundang pemilik toko di pasar kota Singkawang yang berjumlah ratusan toko itu untuk rapat mengenai perayaan CGM2011. Yang  datang untuk hadir rapat  tersebut hanya berjumlah 11 orang. Dari respon komunitas Tionghoa di pasar kota Singkawang itu telah menberi indikasi kepada kita bahwa perayaan CGM gaya Pak HK dan Pak Aliok sudah tidak mendapat dukungan lagi. Selama Pak HK terpilih menjadi wako pemilik toko merasa dibebani sumbangan CGM setiap tahun. Perayaan CGM dipakai oleh mereka untuk mencari kepopularitas, kepentingan politik dan bisnis.

Menurut rumor sedang beredar yang mengatakan sebagian dari pemilik toko juga sebagai pemilik sarang burung walet mereka keberatan dikenakan pajak 10persen terhadap penghasilan dari walet. Mereka mendukung pendirian ketua Asosiasi Pengusaha Walet, Pak Iwan Gunawan yang keberatan terhadap pajak walet sebesar 10 persen .

Ada beberapa kendala yang dihadapi oleh pihak CGM2011 yaitu:

- Semakin berkurang jumlah donatur yang mau menyumbang dana. Terutama dari kelompok donatur Permasis. Pernah Pak HK membeli kuliah kepada supporternya bahwa Beliau sanggup menyukseskan acara perayaan CGM 2011 tanpa bantuan dana dari donatur Permasis di restoran Hengky Singkawang.

-Semakin berkurang perusahaan yang mau sponsor acara CGM Singkawang, karena tidak ada keuntungan dari segi bisnis. Market Singkawang terlalu kecil, CGM Singkawang tidak ada istimewa. Tidak akan menjadi perhatian dunia internasional.

-Bertambah jumlah populasi Tatung. Setiap penambahan Tatung akan menjadi beban biaya pihak panitia. Mungkin kota ini perlu mendapat rekor MURI karena kota paling banyak memiliki “Tatung” di Indonesia . Cinta mencoba mengusulkan pemkot Singkawang mendirikan satu perguruan tinggi dengan jurusan Tatung. Pada PT ini mahasiswa/i dapat mendalami ilmu pengetahuan tentang Tatung. Karena dibawah pemerintahan Pak HK dapat  membangun dan memajukan kota Singkawang dengan sarjana Tatung dan siapa tahu dengan pendalam ilmu Tatung yang demikian tinggi sarjana Tatung spektakuler  ini biasa membantu Pak HK untuk mewujudkan impiannya sejak kecil mengubah Sungai Singkawang yang kotor itu menjadi seperti Sungai Thames di Inggris.

Dan mensulap dataran gersang menjadi sebuah Bandara seperti janji HK dalam kampanye.

Masyarakat Singkawang tidak begitu optimis bahwa pihak panitia akan berhasil menggalang dana sebesar seperti  tahun  yang lalu, Rp 3 miliar( angka menurut pihak panitia).

Gagalnya pelaksanaan CGM 2011 sama saja gagalnya karier Pak HK dan Pak Aliok. Maka itu Pak HK dan Pak Aliok harus kerja keras untuk menyukseskan CGM 2011 kalau tidak , akan diketawakan oleh bekas temannya di Permasis. Indikasi kuat gagalnya CGM 2011 ini bisa kita simak dari pernyataan Bendahara CGM 2011 Bong Cin Nen yang khawatir banyaknya tatung yang antri ingin mendaftar.

Namun satu-satunya hadih penghibur bagi masyarakat Singkawang adalah rekor besarnya beban subsidi APBD untuk CGM 2011 yang mencapai 600 juta untuk tahun ini,dan barangkali bisa memecahkan rekor MURI.
 
CintaSingkawang, 17 Januari 2011