Ketika Tumenggung dan Punggawa Kerajaan San Keu Jong berpesta Narkoba Bersama Boss

29 Juli 2010

Komentar:

Wakil wali kota Singkawang, Pak Edy begitu bersemangat dan giat memberi penyuluhan kepada masyarakat Singkawang khususnya kepada remaja, pelajar tentang bahaya narkoba. Adapun tujuan dari penyuluhan tersebut supaya  menimbulkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penggunaannarkoba, konsekwensinya bagi penggunanya yaitu kerugian materi dan merusak kesehatan. Kita tidak tahu pasti seberapa banyak  masyarakat Singkawang  menjadi konsumen barang haram tersebut. Apabila kita simak peristiwa yang menghebohkan se Kalbar dalam minggu ini  terjadi di lingkungan Pemkot Singkawang , ada dua  pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkot Singkawang terlibat kasus narkoba, sungguh memprihatinkan! Bahkan Pak Edy merencanakan akan mengadakan wajib urine test untuk seluruh pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkot. Ini telah menandakan  narkoba telah masuk ke dalam  kehidupan pegawai negeri di lingkungan Pemkot Singkawang.

 Mari ikutilah laporan ini:

Pada tanggal 24 Juli, satu rombongan mengantar Pak HK  ke bandara Supardio, Pontianak. Rombongan ini terdiri atas  Pak Bujang Ali yang sedang menjabat Camat Singkawang Barat, Pak Bong Li Thiam(Beni Setiawan), Pak Herry Bong. Pak HK bersama mereka menuju ke bandara. Sesudah mengantar Pak HK ke bandara Supardio, mereka mampir di Beting Pontianak tempat diskotik. Ketika mereka sedang berfantasi ria dengan barang haram tersebut di diskotik terkena razia polisi(gabungan) Polda Kalbar. Di dalam kantong celana Pak Bujang Ali polisi menemukan 3.5 biji ekstasi. Kemudian polisi mengambil urine mereka untuk diuji. Menurut hasil urine test menunjukkan Pak Bujang Ali negatif sedangkan Pak Bong Li Thiam penggagas Patung Naga dengan hasil  positif. Sampai berita ini diturunkan Pak Bujang Ali masih ditahan oleh pihak berwajib di Pontianak karena pemilikan ekstasi. Walaupun Pak Bong Li Thiam dengan hasil urine test positif, yang menandakan Bong Li telah mengonsumsi ekstasi. Tetapi Bong Li tidak ditahan oleh pihak berwajib. Dari hasil urine test ini memberi indikasi bahwa  dalam waktu lebih dari satu jam sebelumnya Pak Bong Li  mengonsumsi barang haram tersebut telah masuk ke tubuh lelaki perlente ini.  Ada kemungkian dalam perjalanan dari Singkawang-Pontianak di dalam mobil Pak Bong Li menikmati barang haram tersebut. Tidak menutup kemungkinan orang semobil dengan Pak Bong Li sempat menyaksikan Pak Bong Li sedang menikmati barang haram tersebut.

 

Kasus Pak Bujang Ali sedang dalam proses penyelidikan pihak berwajib tetapi masyarakat Singkawang terus berspekulasi dalam kasus ini. Ada berspekulasi berdasarkan urine test Pak Bujang Ali; Pak Bujang bukan konsumen pada waktu itu, diduga dia sebagai supplier atau pil ekstasi itu bukan milik dia tetapi barang titipan orang lain.

Sementara Pak Edy memberi penyuluhan dan ceramah bahaya narkoba, ada orang tetap enjoy menikmati barang haram itu bersama anak buah dan bossnya.

Sedang kubu HK sendiri melalui jurubicara swastanya sebagaimana biasanya segera mengcounter berita menghebohkan di lingkungan Kerajaan San Keu Jong melalui sms berantai bahwa orang-orang kepercayaannya sedang dijebak. Sms seperti itu merupakan sebuah  “diplomasi politik “yang bermakna menyangkal tetapi kita mengartikan “pengakuan berdasarkan fakta”.  Bukti sangat nyata, hasil pemeriksaan test urine “Positif” . Apapun isi sms hoax dari HK ini tidak akan mengubah bukti dan fakta.  Apalagi pelakunya adalah tokoh yang memiliki track record penggemar baik barang haram maupun mengeksploitasi gadis miskin di mana-mana demi kepuasan sexualnya. Berita-berita tentang tersandungnya Bong Li Thiam dalam kasus narkoba ini segera beredar luas di masyarakat dengan ucapan penuh rasa syukur oleh sebagian masyarakat Singkawang.   Hai… Ya…. Bong Li senang berfantasi juga

 

 

CintaSingkawang, 29 juli 2010