Pertentangan ideologi

 

     19 Oktober 2013  

Komentar:

Sejak dari peristiwa permintaan maaf Bapak HK kepada Pak Alex  di Happy Building Singkawang, para pendukung Pak HK semakin menyadari bahwa Pak HK ada melakukan hal yang tidak terpuji terhadap Pak Alex. Bukan sebaliknya seperti mereka percaya selama ini bahwa Pak HK tidak berbuat ”dosa” (bahasa hukum “kejahatan”).

 

Dampak domino ini akan mengungkapkan peristiwa lain, pengedaran pamflet yang memuat dua puluh nama Tionghoa Singkawang yang dianggap sebagai “pengkhianat  Singkawang”. Kelompok pro Pak HK menuduh keduapuluh orang tersebut sebagai orang yang bertanggungjawab atas kekalahan Pak HK  dalam pilkada dan  menghancurkan kerajaan San Keu Jong. 

Menurut kesaksian dari Pak Kenny Kumala disalah satu milis komunitas Singkawang bahwa ada tiga orang sebagai arsitek pembuat pamflet tersebut. Yakni: Bapak Bong Li Thiam, Bapak A Chan dan Bapak Kon Min Hon ( anak Sin Hin ). Kesaksian Pak Kenny ini sangat berharga, memberi informasi kepada kita kelompok ini menganut suatu aliran tertentu.

Ketika menjelang pilkada Singkawang tahun yang lalu, banyak selebaran yang bertulisan mandarin ditempelkan di warung warung kopi di kota Singkawang yang isinya mengajak masyarakat memilih Pak HK. Menurut informasi yang CintaSingkawang dapat bahwa Pak A Chan yang menulis selebaran tersebut. Ditinjau dari segi jurnalistik, cara penulisannya dengan  gaya bahasa yang bernada aliran kiri.

 

Kelompok ini bertentangan dengan kelompok Pak Aliok ddk. Kelompok Pak Aliok/ Pak Nusantio( Asan) menganut ideologi liberal demokrasi.  Pertentangan ideologi  kedua kelompok ini tidak mungkin dapat diselesaikan dalam waktu dekat ini. Tetapi menurut perkembangan terakhir dilapangan komunitas Tionghoa Singkawang terutama para pendukung Pak HK  semakin menyadari mereka diprovokasi oleh orang orang yang memiliki kepentingan pribadi supaya mendukung Pak HK. Ini merupakan perkembangan positif bagi kelompok Pak Aliok/ Pak Nusantio.

Sesudah pemilihan legislatif 2014 nanti, para pendukung Pak HK akan berubah pikiran. Karena sesudah pemilihan legislatif 2014  kelompok Pak HK tidak mungkin ada kegiatan sosial. Sebaliknya kelompok Pak Aliok akan melancarkan kegiatan sosial, untuk pendekatan kepada masyarakat.Melakukan  kegiatan sosial tanpa ada motivasi politik. Dengan demikian nama kelompok Pak Aliok dkk  akan direhabilitasi oleh komunitas Tionghoa Singkawang, kelompok ini akan mendapat mandat kepercayaan.. Kalau ini terjadi, memberi peluang bagi Pak Nusantio menjadi wako Singkawang yang akan datang. Sedangkan kelompok Pak HK akan berakhir sejarahnya sesudah pemilihan legislatif 2014.

 

Ada gosip beredar dikalangan pendukung Pak HK di kampung kampung yang mengatakan bahwa Pak HK ditawari pekerjaan penting di pusat.Mungkin ini yang mereka dimaksudkan calon anggota “DPR”pusat?

Apakah Pak HK bisa terpilih? Situasi yang dihadapi Pak HK umpamakan seorang anak di SLTA menghadapi ujian akhir. Anak ini cuma mengandalkan satu mata pelajaran, sedangkan nilai akhir dihitung berdasarkan rata rata dari jumlah semua mata pelajaran. Cuma mengandalkan suara pendukungnya di Singkawang saja, sedangkan dikota lain di KalBar Pak HK tidak ada channelnya.

 

Banyak orang dikalangan Tionghoa di KalBar bertanya kepada Pak HK mengapa beliau tidak mau lagi menjadi wako Singkawang? Ini cungkilan jawaban Pak HK sempat CintaSingkawang rekam. Ini perbicaraan seorang warga Taiwan pulang ke Singkawang dengan Pak HK di airport Jakarta. Kata orang Taiwan ini:”sin sang, nyi an chong San Keu Jong shi chong ?( Tuan ini sperti wako Singkawang ?). Pak HK langsung memberi menjawab:”he,San Kew Jong shi cong ng ho nak loi co.A kai an to fai nyin. Ngai ng moi co lu. Ten ki teu sa pun fan kon, ten ki teu sa chi kon.(iya,jangan menjadi wako Singkawang.Disana banyak orang jahat. Saya tidak mau jabat wako lagi.Biar mereka dipimpin oleh melayu. Biar mereka rasa ).

 

 

 


CintaSingkawang, 19 Oktober 2013