Pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur di Saliung.
-Tantangan untuk pemuka komunitas Tionghoa Singkawang

22 Nopember 2014

Komentar:
Belasan anak dibawah umur menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang guru SD yang bernama Asmadi di Saliung, Singkawang. Para korban adalah murid sekolah tempat dimana Asmadi mengajar disalah satu SDN di Saliung. Semua korban adalah putri putri dari etnis keturunan Tionghoa Singkawang yang berusia 8 sampai 11 tahun.

Sebelum kasus ini terbongkar, ada beberapa orangtua dari korban melapor kepada Polsek Singkawang Selatan. Tetapi pelaku dilepas Polsek tersebut dengan alasan tidak memiliki bukti yang cukup.
Supaya tidak terjadi jatuh korban lebih banyak atas kejahatan yang dilakukan oleh Asmadi, kemudian masyarakat meminta bantuan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) kota Singkawang, MAHARANI untuk diproses kasus ini secara hukum. Menurut ketua IPSM, Ibu Maya dasar hukum yang menjadi pegangannya UU23/2002 ( UU tentang perlindungan anak) dalam kasus ini.

Menurut hasil visum dokter terhadap para korban, salah satu korban yang berusia 8 tahun selaput darahnya telah rusak.

Ketika berita ini diturunkan, pada pelaku kejahatan pelecehan Seksual ini sedang ditahan oleh pihak aparat keamanan di Singkawang sebagai tersangka. Menurut sumber informasi yang dekat Kapolres Singkawang memberitahukan kepada CintaSingkawang bahwa ada beberapa pihak mengadakan permohonan penanguhan tahanan terhadap pelaku kejahatan. Pihak tersebut: Kadisdiknas Singkawang, PGRI Singkawang dan anggota DPRD Singkawang dari partai PKS. Permohanan mereka ditolak oleh pihak aparat karena usaha mereka untuk mempengaruhi proses dan menghalangi jalan hukum.

Dari kasus ini, ada hal ironis terjadi: banyak pihak memberi pembelaan kepada pelaku kejahatan. Sedang para korban sejauh ini tidak memdapat dukungan dan simpati dari pihak pihak yang sering mengakui diri mereka sebagai pemimpin atau pemuka komunitas Tionghoa Singkawang. Mereka ini baik mengaku secara perseorangan atau secara organisasi. Kemana mereka ini ? Pak Aliok, Pak HK, anggota dewan Tjhai Chui Mie (mantan ketua dewan, catatan :orang Saliung), anggota dewan Loy Ku( alias Lie Khin Loy). PERMASIS ????
Padahal para korban membutuhkan konsultasi dengan ahli jiwa supaya jiwa mereka tidak terjadi gangguan  akibat mengalami trauma. Begitu juga para orangtua korban perlu memdapat konseling. Siapa yang mau memberi pertolongan kepada mereka??
 
CintaSingkawang,22 Nopember 2014