Lebih baik ke pesta, daripada hadir paripurna DPRD  

Apakah Alasan sebenarnya yang disembunyikan oleh Wako Singkawang ketika mangkir dari Rapat Paripurna DPRD?

16Juli 2011

Komentar:

Kadang-kadang  seseorang harus terpaksa menjadi “Pak Pandir” dalam cerita rakyat Padang.  Untuk memutuskan pertemuaan yang mana harus kita hadiri jika kita mendapat dua undangan yang bertepatan waktu pelaksanaan. Tidak sedikit orang memakai prinsip ekonomi untuk mengambil keputusan ketika menghadapi situasi seperti itu, mereka memilih undangan yang banyak mendatangkan keuntungan dan kebanggaan yang akan didapatnya. Jika prinsip pola berpikir seperti itu juga berlaku pada Pak HK  sebagai wako Singkawang, nasib ratusan ribu  penduduk kota Singkawang akan dipertaruhkan.

 

Pada hari Jumat, tanggal 8 Juli 2011 Pak HK mendapat dua undangan. Undangan dari para legislator Singkawang untuk mendengar pendapat akhir ( PA ) Fraksi DPRD Kota Singkawang terhadap empat raperda. Dan undangan dari kumpulan marga Bong di Jakarta. Untuk memutuskan menghadiri acara Paripurna atau kumpulan marga Bong di Jakarta, adalah  hal sangat enteng  bagi Pak HK untuk memutuskan. Lebih menyenangkan menghadiri acara pesta daripada Paripurna. Pilihan Pak HK jelas “pesta”.

Mari kita coba melihat lebih dekat mengapa Pak HK  menghadiri atau tidak menghadiri undangan tersebut:

Acara  PA fraksi DPRD Kota Singkawang:

-Sangat membosankan bagi Pak HK karena Pak HK dijadikan terdakwa untuk mendengarkan kritikan, terutama dari legislator yang tidak seidelogi dengannya.

-Tidak selevel, Pak HK merasa legislator tidak selevel dengannya; tidak selevel susah diajak berkomunikasi.

-Memberi pelecehan kepada  legislator Singkawang; tanpa legislator pemerintahan (birokrasi) Pak HK bisa berjalan normal.

-Tidak ada resiko kalau tidak hadir; paling paling para legislator membalas cara yang sama.

 

Jadi, lebih banyak menguntungkan Pak HK kalau Beliau tidak hadir dalam  acara PA, dari sudut pandang Pak HK secara pribadi.

 

Nah, bagaimana dengan acara berkumpul-kumpul ria dengan  marga Bong di Jakarta?

Mari kita melihat keuntungan menghadiri pesta perkumpulan marga Bong Jakarta.

-Pak HK sebagai penasihat perkumpulan marga Bong Jakarta, tentu saja merasa enak dan bangga  disapa Kanjeng  Bong Sau Fan, bukan Mr Bong atau pak Bong lagi.

-Dapat berkumpul dengan kawan kawan semarganya agar dapat bercerita banyak bagaimana bersungkem di keraton Solo bukan berlutut lagi kepada anak SMP di Keraton Sambas.

-Peluang mencari donatur untuk membiayai acara pilkada 2012 nanti

-Dapat memperluas persahabatan dan relasi.

 

Sebagian dari para legislator Singkawang merasa dihina  atau dilecehkan karena keengganan Pak HK  menghadiri paripurna untuk  mendengar pendapat mereka dan HK menolak menjelaskan alasan-alasannya. Ini menunjukkan ketidakmampuan para legislator Singkawang berperanan lebih baik seperti apa yang diharapkan masyarakat Singkawang. Ketika wartawan  mendesak Pak HK mengapa Beliau tidak hadir paripurna? Dengan enteng Pak HK menjawab:”Saya badannya satu “. Hanya bisa hadir satu acara.

Padahal paripurna ini bertujuan mendengar pendapat akhir ( PA ) Fraksi DPRD Kota Singkawang terhadap empat raperda. Karena masukan ini sangat penting untuk dikaji sebagai bahan untuk menyusun raperda lain dimasa akan datang untuk membangun kota Singkawang.

 

Masyarakat Singkawang terkejut keesokan harinya muncul iklan di Koran berbahasa mandarin “sebuah ucapan selamat kepada salah satu  penasehatnya yang mendapat gelar “KRA (masyarakat melafalkan “KERA”) ” dan Majalah Kalimantan. Namum,  sebagian besar masyarakat bertanya-tanya kenapa Organisasi Singbebas, Permasis tidak memberi ucapan selamat ? Ketika CintaSingkawang menghubungi salah satu petinggi Permasis untuk menanyakan hal ini.  Dia  memberi jawaban bijak dan singkat dengan nada bertanya “Apa manfaat gelar itu?

CintaSingkawang, 16Juli 2011