Pengunduran diri  wakil Ketua IV Bidang Humas dan Umum PERMASIS

12Mei 2010

Komentar:

Berita tentang pengunduran diri Bapak Yulius Susanto Cung sebagai wakil ketua IV bidang Humas dan Umum Permasis sangat mengagetkan komunitas Tionghoa Singkawang.  Ada  yang mengartikan  peristiwa tersebut  sebagai usaha deAlioknisasi di tubuh organisasi Permasis sedang berlangsung. Walaupun  Pak Aliok sudah tidak  memiliki  peranan  dalam organisasi Permasis tetapi para pendukungnya ada yang masih menduduki posisi yang berpengaruh didalam organisasi. Seperti Bapak Yulius ini dibidang Humas, dan sebagai ketua pimpinan redaksi  Buletin Permasis.

Dalam pergaulan sosial Bapak Yulius memang dekat dengan Pak Aliok dan Pak Hasan Karman.

 

Menurut pengakuan Pak Yulius kepada CintaSingkawang bahwa pengunduran diri Beliau dari jabatan bukan karena pertentangan Beliau dengan “mainstream”di Permasis, dalam hal cara pengolahan organisasi. Beliau mengatakan:”Dasar saya mengundurkan diri dikarenakan beban pekerjaan saya dalam mengelola kantor semakin hari semakin besar sehingga waktu saya untuk beraktifitas di organisasi menjadi terbatas, daripada keterbatasan waktu saya di organisasi sedikit sehingga nantinya malahan mengecewakan hasilnya makanya saya mengundurkan diri”;demikian kata Pak Julius ketika dihubungi.

 

Apabila kita memperhatikan pernyataan Pak Yulius itu, “beban pekerjaan” sebagai alasan normatif pengunduran dirinya.   Bisa saja Pak Yulius tidak memberikan jawaban yang sebenarnya kepada kita tentang alasan pengunduran diri.  Atau Pak Yulius merupakan korban dari “Peter Principle(Prinsip Petrus)” seperti dalam dunia korporasi. Untuk mengeser(menjatuhkan) suatu karyawan yang tidak disukai oleh atasannya-dipakai Peter Principle. Pertama, karyawan tersebut dipromosikan pada suatu jabatan baru. Pada pos jabatan baru memerlukan skill dan pengetahuan tertentu yang berbeda dengan jabatan lama. Ketika  di pos baru jika dia  mengalami kesulitan kemudian  dia akan dipecat karena ketidakmampuan dia . Tentu saja dalam dunia ormas berbeda dengan dunia korporasi cara memperlakukan Peter Principle juga bervariasi. Dalam dunia Ormas untuk mendesak staff dari jabatannya sering dengan cara: mengurangi peranan staff tersebut, tidak diberi kesempatan untuk mengeluarkan pendapat, tidak diikutsertakan dalam kegiatan organisasi, dan tidak diberitahukan kebijaksanaan yang akan ditempuh organisasi. Dengan demikian staff tersebut akan merasa terisolasi dan tidak memiliki tempat di dalam organisasi. Bagi staff tersebut cara terbaik untuk meninggalkan organisasi tersebut yaitu mengundurkan diri. Tidak menutup kemungkinan bisa saja hal ini terjadi didalam organisasi seperti Permasis, seperti apa yang telah dialami oleh Pak Yulius.

 

Berkurang keperananan Pak Yulius dalam organisasi Permasis, berkurang kontribusi dari seorang ingin memajukan daerah Singbebas.

 

 

CintaSingkawang, 12 Mei 2010