Sanggupkah Pak Edy Yacoub melakukan manuver politik?

 "Isu Suksesi kepemimpinan baru di Kerajaan San Keu Jong"

21 Nopember 2010

Komentar:
Sebagian besar dari  komunitas Tionghoa Singkawang berpendapat alangkah baiknya seandainya  masa lama jabatan walikota Singkawang hanya berlaku 3 tahun per periode seperti sistim yang dianut oleh negara lain. Pendapat seperti tidak seluruhnya jelek, karena wako yang tidak sanggup membangun kota Singkawang bisa cepat diganti. Dengan demikian pembangunan kota Singkawang tidak akan tertunda dan tertinggal. Tetapi konstitusi kita tidak memungkinkan mengubah akan hal itu kecuali mayoritas rakyat Indonesia menghendaki diamandemen terhadap aturan main yang sudah baku tersebut .

Menurut hasil sebuah angket pendapat umum di kalangan  komunitas Tionghoa Singkawang baru baru ini menunjukkan  popularitas Pak HK sudah menurun drastis. Dalam dunia kehidupan  politik, itu menandakan Pak HK  sedang ditinggalkan pendukungnya. Bukti kuat adalah pernyataan tokoh “unik” Singkawang:”Saya sebenarnya indenpendent tidak memihak kepada HK, karena selama HK menjadi Wako Singkawang jangan mengira saya dapat apa-apa, demikian dalam pesan Pak Bong Li Thiam kepada tokoh-tokoh Singkawang di Jakarta. Kata diplomasi Pak Bong Li Thiam itu dapat diartikan sebagai berikut:

- Pertama: Pak HK tidak sanggup memberi apa yang diminta oleh Pak Bong Li Thiam.

-Kedua: Pak Bong Li Thiam tidak bisa meneruskan bisnis yang ‘rugi terus’.

 Jika ini terjadi akan memberi peluang kepada mantan pendukungnya mencari pemimpin alternatif. Kesempatan yang baik ini akan dimanfaatkan  oleh mereka ingin mencari dukungan untuk berkompetisi dengan Pak HK pada pilkada mendatang. Sudah banyak  usaha telah dilakukan oleh Pak HK untuk mendongkrak popularitasnya, misalnya melalui pembatasan mendirikan altar pada saat merayakan Cap Go Meh, proyek betonisasi, bersujud di depan Kesultanan Sambas, memprovokasi kepada orang yang tidak disenangi. Terakhir, rencana menormalisasi sungai Singkawang  seperti sungai Thames. Pantas kita sayangkan, usaha yang dilakukan Pak HK  selama ini  berakhir dengan sia-sia. Mungkin bintang keberuntungan sudah tidak memihak kepada Pak HK lagi.

Akhir-akhir ini kesabaran masyarakat Singkawang sudah tidak  bisa dibendung lagi, terutama  komunitas Tionghoa Singkawang. Mereka  ingin kota Singkawang lebih maju, memberi kenyamanan  lebih baik kepada masyarakat. Tidak seperti sekarang, ada beberapa masalah pokok kota Singkawang  tidak ada penyelesaian yang jelas seperti masalah air leding, listrik, rumah walet di tengah kota,belum lagi janji-janji surga Spektakuler HK yang semakin hari semakin tak jelas.

Pada para  pendukung Pak HK  dan elite Tionghoa Singkawang  semakin bertambah  kecewa melihat  cara Pak HK membangun kota Singkawang. Ada satu hal paling menjengkelkan komunitas elite Tionghoa Singbebas terhadap tingkah laku Pak HK yaitu bersujud di depan anak SMP, hal ini sangat memalukan dan tidak sesuai dengan etika berbangsa dan Negara yang menempatkan setiap insan memiliki derajat yang sama dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan tindakkan  seperti itu HK telah memposisikan komunitas Tionghoa Singbebas sebagai second class citizen di negara sendiri !

Kesempatan yang baik ini cepat ditangkap dan dimanfaatkan oleh Pak Edy Yacoub. Hampir setiap hari belakangan ini nama Pak Edy ada muncul di koran. Ini sebagai indikasi bahwa Pak Edy sudah bergerak terlebih dahulu dan belakangan ini lebih populer dibandingkan dengan Pak HK dimata sebagian masyarakat Singkawang. Ada rumor sedang beredar bahwa Pak Edy sudah mendapat “angin segar” dari komunitas elite Tionghoa Singkawang di Jakarta yang konon kabarnya telah menyiapkan dana yang sangat besar yang menurut narasumber CintaSingkawang yakni sebesar $ 1.000.000,-(1 juta dollar)  Mendapat dukungan dari mereka merupakan hal yang menambah keyakinan Pak Edy  untuk bergerak dan bertindak. Secara konstitusi, dengan memakai mekanisme partai Pak Edy dengan  mudah menggeser Pak HK dari posisi orang nomor satu di Singkawang. Menjadi tanda tanya besar bagi kita semua sanggupkah Pak Edy mengemban misi ?

 


 
CintaSingkawang, 21 Nopember 2010