Obligasi Cap Go Meh 2010

03 Februari 2010

Komentar:
Diantara kita semua pasti  sudah tahu untuk mengadakan pesta mewah memerlukan  biaya besar. Tanpa tersedia dana memadai tidak mungkin kita dapat mengadakan pesta SPEKTAKULER .

Begitu pula jika merayakan event  Cap Go Meh(CGM) kesayangan  Pak Aliok dan pak  Wako kita,Bpk Hasan Karman merupakan pesta SPEKTAKULER,bagi mereka berdua bersama konco-konconya seperti Bong Li Thiam Cs. Untuk pesta kesenangan mereka ini, perlu dana  miliaran rupiah. Siapa yang akan membayar bill ini untuk segelintir elit Singkawang agar dapat  menikmati kesenangan mereka?

Menurut Proposal CGM 2010 perlu dana 6 miliar rupiah untuk menyukseskan perayaan CGM tahun ini. Karena ada sekitar 300.000 turis yang akan datang untuk meyaksikan pesta Spektakuler ini, tentu saja ini menurut perkiraan atau prediksi dari pihak panitia menurut proposal yang diajukan ke sejumlah konglomerat papan atas Indonesia.

Jumlah turis berkunjung yang diperkirakan oleh pihak panitia CGM adalah angka terlalu fantastik tanpa  memakai logika yang dapat diterima oleh orang biasa. Jumlah penduduk kota Singkawang adalah sekitar 200 ribu jiwa jika ditambah dengan turis 300ribu jiwa, apakah kota Singkawang sanggup menampung mereka? Turis yang ingin menyaksikan acara CGM mau tidur di mana? Di halaman kantor wako? Atau di villa Pak Aliok di Sin Nam? Atau turis model pengembira sepak bola ala Bonek? Banyak pertanyaan yang menjadi bahan olok-olokan khas Singkawang,setelah membaca Proposal Pak Aliok yang kemudian diklaim oleh para Aliokisme dan para kalibers  sebagai yang paling SPEKTAKULER sepanjang sejarah CGM itu diadakan.

Ada satu hal sudah pasti, pihak Panitia tidak sanggup mengumpulkan dana sebesar 6 miliar rupiah untuk biaya pesta sesaat demi kesenangan segelintir elit Singkawang yang terkenal sangat suka SPEKTAKULER ini sejak Wako Singkawang dijabat oleh  Pak Hasan Karman .

Ketika proposal ini beredar sebagian besar masyarakat tidak yakin terhadap pihak panitia akan berhasil menggalang dana sebesar itu. Karena ketua panitia CGM 2010, Pak Aliok telah kehilangan “magic power”nya, tidak seperti dulu ketika masih menjabat ketua Permasis bak pahlawan Singkawang menang perang ketika dulu masih menjabat sebagai ketua Permasis. Memanggil angin, angin pun datang.”Memanggil hujan,hujan pun datang. Memanggil duit, banyak orang siap mengosongkan koceknya “ sekalipun harus melalui pinjaman dokrin demi Bui Sa Fui nya Dr.Sun Yat Sen yang sudah ketinggalan zaman.Sayangnya Pak Aliok belajar dari buku kuno yang tidak sesuai dengan sikon sekarang.

Karena memerlukan dana yang  sangat  mendesak untuk memenuhi pesta kesayangan sebagian orang Singkawang yang sangat ultraprimitif yang masih mengagungkan CGM kalau tidak mau disebut panik , akhirnya pihak panitia  menerbitkan Obligasi(surat pernyataan utang).Obligasi yang diterbitkan oleh pihak panitia sangat sederhana, mudah dipahami. Obligasi yang berprinsip “Lo Fu Cia Cu”(harimau pinjam babi). Pak Aliok meminta 6 pengusaha menalangin masing-masing  100juta untuk Panitia CGM yang akan dibayar kembali dari hasil lelang.Nah, hasil lelang? jika lelangnya gagal ? Bagaimana nasib obligasi tersebut? Coba kita bertanya pada “rumput yang bergoyang” ho…ho…..ho…Oh Cut  Oh  ho !!!  

Sedang  Pak Wako kita, Pak Hasan Karman juga sangat asyik menyambut CGM dengan SKnya. Nama-nama personil yang tercantum di dalam SK tersebut tanpa meminta permisi/izin kepada orang yang bersangkutan..Cinta sangat percaya  Pak wako kita dalam beberapa hari mendatang akan  menerima kebanjiran suara protes dari mereka.

Cinta merasa  iba saja  dan kasihan kepada pihak panitia yang  harus mengemis-ngemis kepada cukong-cukong untuk mendapat dukungan dana. Kata pepatah banyak jalan menuju ke Roma, banyak cara untuk menggalang dana. Cinta akan memberikan sebuah tips kepada  pak Aliok jika jumlah turis sebanyak seperti perkiraan pihak panitia(300ribu). Cinta hanya bisa menyarankan Panitia membentuk Pintu Masuk ke Singkawang di kawasan pasir panjang seperti Ancol tarif masuk ke Singkawang untuk menjadi pengembira CGM jika ditetapkan  sebesar Rp 10.000/turis maka income panitia adalah Rp.3.000.000.000,-  3 M bung! nah ini baru SPEKTAKULER.

Bagi para turis itu only a dollar, cheap..cheap show ! SPEKTAKULER….SPEKTAKULER …….busyet!!!

 

CintaSingkawang,03 Februari 2010