|
Sejak lengsernya tokoh flamboyan Bong
Phen Thian alias Lio Kurniawan atau yang
lebih dikenal sebagai Aliok dari
jabatan ketua Permasis, perayaan Natal
tahun ini merupakan perayaan yang paling
meriah dan menyentuh masyarakat luas
yang pernah diselenggarakan oleh
Permasis.
Para
rohaniwan yang hadir dalam acara
tersebut menyambut dengan sukacita
perayaan
Natal
tahun ini bersama Permasis dibandingkan
acara-acara sebelumnya yang selalu
mengundang rasa curiga masyarakat jika
mengikuti acara Permasis.
Dapat dipahami karena orientasi Permasis
periode sekarang ini sangat berbeda
dibandingkan
pada masa kepemimpinan Aliok yang tak
lepas dari kepentingan politik
kelompoknya.
Para
rohaniawan dan masyarakat Singkawang
sekarang ini sudah sangat jeli
menganalisa antara Bui Sa Fui dan Phian
Sa Fui.
Dari pihak birokrasi,
hadir ketua DPRD Singkawang, Muspida Tk
II singkawang, tentu saja tidak
ketinggalan Pak wako kita, Pak Hasan
Karman . Penampilan Pak wako kita lebih
segar, mungkin baru saja menerima dana
bantuan dari pusat sebesar Rp 6M sebagai
dana untuk menangani bencana banjir di
kota Singkawang. Beliau memakai baju
safari berwarna gelap, Pak wako kita
bertambah ganteng saja,sedang Ny.Emmy HK
yang yang biasanya sangat setia
mendampingi sang suaminya kali ini absen
dalam acara tersebut tetapi masih sempat
menjamu tamu-tamu dari Jakarta pada
jamuan makan bersama di Rumah Dinas .
Beliau tidak banyak berubah selama
hampir dua tahun tinggal di Singkawang,
kulitnya lebih segar, awet muda dan
bertambah langsing.
Pak wako kita datang
lebih awal untuk menghadiri acara ini,
mungkin ingin ketemu dengan konco-konco
lamanya di Permasis.Tak lama lagi kota
Singkawang akan mengadakan gawe besar
kesukaan Pak Wako yang selalu
digembar-gemborkannya yakni Cap Go
Meh,memerlukan dukungan finansial
dari Permasis,oleh sebab itu
mereka perlu dilobby.
Ketika kata
sambutan yang disampaikan oleh
salah satu Rohaniwan, kata sambutannya
sangat menarik perhatian para tamu yang
hadir. Dalam kata sambutan tersebut rohaniawan
tersebut tampil sangat memukau
hadirin bahwa Damai dan Suka Cita Yang
dibawa Jesus Kristus meliputi hati dan
pikiran kita semua.
Perasaan Pak wako kita ketika
mendengar kata sambutan dari sang
Rohaniawan tersebut diumpamakan seperti
mendapat hidangan champagne yang
rasanya asam pada pesta Natal, susah ditelan oleh wako. Mungkin itu hanya
sebuah kritikkan yang mengingatkan
kepada Pak wako kita bahwa kasus patung
Naga merupakan suatu kebijakan Wako yang
kontroversial sekaligus salah
perhitungan nyaris mengundang kerusuhan
sosial di Singkawang.
Memang, apa yang dikemukakan oleh
oleh Rohaniawan tersebut merupakan
masalah sosial yang sangat dikhawatirkan
oleh banyak pihak terutama karena Pak
Wako kita yang sangat rajin mengobral
pernyataan yang mengusik dan
memanipulasi persoalan rasial sejak
Beliau menjadi Wako Singkawang.
Memanfaatkan acara kelenteng untuk
menjual melankholis bahwa ada yang
mengadu domba masyarakat Tionghoa ,orang
Tionghoa bodoh kalau tidak
mendukungnya,ada orang kampung tertentu
yang sering menjelek-jelekannya di dunia
maya,acara Ko ciat di Restoran Sun Moon
yang dirayakan bersama para
pendukungnya yang kemudian menjual
sensasi murahan rasialisme untuk
kepentingan politiknya.
Itu hanya segelitir contoh diatas
isu rasial yang pernah dimarketkan oleh
Beliau. Salah satu dari ciri pemimpin
yang mementingkan kedudukan(kepentingan
egonya) berusaha menciptakan
pertentangan rasial, perbedaan kelas
sosial atau agama di dalam masyarakat .
Karena hasil dari pertentangan tersebut
dapat memberi kesempatan bagi mereka
untuk mencari keuntungan politik
pribadinya,dengan menciptakan keresahan
untuk menjebak Masyarakat mengunakan
pola pikir yang keliru.
Perayaan Natal bersama tahun ini
sangat mengecewakan Pak Wako kali
ini,pasalnya Pak wako sangat
mengharapkan para konconya di Permasis
mau membantu Beliau sesudah acara
perayaan
Natal
selesai. Malah keesokan harinya mereka
meninggalkan Singkawang menuju
Bengkayang. Di Bengkayang sudah ditunggu
Setda Kabupaten Bengkayang
Drs.Kristianus Anyim yang
mempresentasikan investasi di kabupaten
Bengkayang yang mewakili Bupati
Bengkayang yang kebetulan sedang
melakukan medical check up di Kuching.
Selanjutnya robongan Permasis menuju
kabupaten Sambas yang disambut sangat
meriah oleh Pak Bupatinya Ir.Burhanudin
A.Rasyid yang mengaku sudah menyiapkan
acara tersebut dua minggu yang lalu
dengan acara Barongsai,live music,dan
tentu saja jamuan makan ala Kerajaan
Sambas. Bupati Sambas sangat menghargai
perubahan orientasi kebijakan Permasis
dibawah kepemimpinan Pak Janto Tjahjadin
yang sangat berbeda dibandingkan dengan
periode yang lalu.
|