Permasis merayakan Natal 2009 bersama masyarakat Singbebas di Sekolah Barito Singkawang

22 Desember 2009
Komentar:

Sejak lengsernya tokoh flamboyan Bong Phen Thian alias Lio Kurniawan atau yang lebih dikenal sebagai Aliok  dari jabatan ketua Permasis, perayaan Natal tahun ini merupakan perayaan yang paling meriah dan menyentuh masyarakat luas yang pernah diselenggarakan oleh Permasis.

Para rohaniwan yang hadir dalam acara tersebut menyambut dengan sukacita perayaan Natal tahun ini bersama Permasis dibandingkan acara-acara sebelumnya yang selalu mengundang rasa curiga masyarakat jika mengikuti acara Permasis.

Dapat dipahami karena orientasi Permasis periode sekarang ini sangat berbeda dibandingkan

pada masa kepemimpinan Aliok yang tak lepas dari kepentingan politik kelompoknya.

Para rohaniawan dan masyarakat Singkawang sekarang ini sudah sangat jeli menganalisa antara Bui Sa Fui dan Phian Sa Fui.   

 

Dari pihak birokrasi, hadir ketua DPRD Singkawang, Muspida Tk II singkawang, tentu saja tidak ketinggalan Pak wako kita, Pak Hasan Karman . Penampilan Pak wako kita lebih segar, mungkin baru saja menerima dana bantuan dari pusat sebesar Rp 6M sebagai dana untuk menangani bencana banjir di kota Singkawang. Beliau memakai baju safari berwarna gelap, Pak wako kita bertambah ganteng saja,sedang Ny.Emmy HK yang yang biasanya sangat setia mendampingi sang suaminya kali ini absen dalam acara tersebut tetapi masih sempat menjamu tamu-tamu dari Jakarta pada jamuan makan bersama di Rumah Dinas . Beliau tidak banyak berubah selama hampir dua tahun tinggal di Singkawang, kulitnya lebih segar, awet muda dan bertambah langsing.

Pak wako kita datang lebih awal untuk menghadiri acara ini, mungkin ingin ketemu dengan konco-konco lamanya di Permasis.Tak lama lagi kota Singkawang akan mengadakan gawe besar kesukaan Pak Wako yang selalu digembar-gemborkannya yakni Cap Go Meh,memerlukan dukungan finansial  dari Permasis,oleh sebab itu mereka perlu dilobby.

 

Ketika kata sambutan yang disampaikan oleh salah satu Rohaniwan, kata sambutannya sangat menarik perhatian para tamu yang hadir. Dalam kata sambutan tersebut  rohaniawan tersebut tampil sangat memukau  hadirin bahwa Damai dan Suka Cita Yang dibawa Jesus Kristus meliputi hati dan pikiran kita semua.

Perasaan Pak wako kita ketika mendengar kata sambutan dari sang Rohaniawan tersebut diumpamakan seperti mendapat hidangan  champagne yang rasanya asam pada pesta Natal, susah ditelan oleh wako. Mungkin itu  hanya sebuah kritikkan yang mengingatkan kepada Pak wako kita bahwa kasus patung Naga merupakan suatu kebijakan Wako yang kontroversial sekaligus salah perhitungan nyaris mengundang kerusuhan sosial di Singkawang.

Memang, apa yang dikemukakan oleh oleh Rohaniawan tersebut merupakan masalah sosial yang sangat dikhawatirkan oleh banyak pihak terutama karena Pak Wako kita yang sangat rajin mengobral pernyataan yang mengusik dan memanipulasi persoalan rasial sejak Beliau menjadi Wako Singkawang. Memanfaatkan acara kelenteng untuk menjual melankholis bahwa ada yang mengadu domba masyarakat Tionghoa ,orang Tionghoa bodoh kalau tidak mendukungnya,ada orang kampung tertentu yang sering menjelek-jelekannya di dunia maya,acara Ko ciat di Restoran Sun Moon yang dirayakan   bersama para pendukungnya yang kemudian menjual sensasi murahan rasialisme untuk kepentingan politiknya.

Itu hanya segelitir contoh diatas  isu rasial yang pernah dimarketkan oleh Beliau. Salah satu dari ciri pemimpin yang  mementingkan kedudukan(kepentingan egonya) berusaha menciptakan pertentangan rasial, perbedaan kelas sosial atau agama di dalam masyarakat . Karena hasil dari pertentangan tersebut  dapat memberi kesempatan bagi mereka untuk mencari keuntungan politik pribadinya,dengan menciptakan keresahan untuk menjebak Masyarakat mengunakan pola pikir yang keliru.

Perayaan Natal bersama tahun ini sangat mengecewakan Pak Wako kali ini,pasalnya Pak wako sangat mengharapkan para konconya di Permasis mau membantu Beliau sesudah acara perayaan Natal selesai. Malah keesokan harinya mereka meninggalkan Singkawang menuju Bengkayang. Di Bengkayang sudah ditunggu Setda Kabupaten Bengkayang Drs.Kristianus Anyim yang mempresentasikan investasi di kabupaten Bengkayang yang mewakili Bupati Bengkayang yang kebetulan sedang melakukan medical check up di Kuching. Selanjutnya robongan Permasis menuju kabupaten Sambas yang disambut sangat meriah oleh Pak Bupatinya Ir.Burhanudin A.Rasyid yang mengaku sudah menyiapkan  acara tersebut dua minggu yang lalu dengan acara Barongsai,live music,dan tentu saja jamuan makan ala Kerajaan Sambas. Bupati Sambas sangat menghargai perubahan orientasi kebijakan Permasis dibawah kepemimpinan Pak Janto Tjahjadin yang sangat berbeda dibandingkan dengan periode yang lalu.

 

CintaSingkawang,22 Desember 2009