|
Sudah hampir dua
bulan sejak Permasis menyelanggarahkan
acara malam perkenalan pengurus baru dan
malam penggalangan dana di Restoran Raja
Kuring,Jakarta. Sampai saat artikel ini
diterbitkan, belum ada indikasi
menunjukkan Pak Yanto Tjahyadi(Ajau)
beserta teamnya segera beraksi dengan
master plan untuk memajukan Permasis.
Penggalangan dana
boleh sukses, tetapi bukan berarti
sukses dalam pelaksanaan program.
Menangani “program dan dana”memerlukan
skill yang berbeda, karena pendekatan
terhadap kedua hal tersebut berbeda.
Untuk merancang suatu program memerlukan
suatu pemikiran dan pengetahuan yang
luas.Pengetahuan itu berupa pemahaman
teknis bagaimana cara menangani proyek,
integral proyek yang bermanfaat kedalam
kehidupan masyarakat.
Sedangkan penggalangan
dana memerlukan komunikasi skill untuk
mendekati para donatur.
Fakta sangat menyakin
kita bahwa Pak Ajau bersama teamnya
berhasil menggalang dana tetapi ini
bukan berarti mereka sukses dengan
program kerjanya.Sejauh ini belum ada
tanda-tanda menunjukkan kearah sana.
Semakin tertunda
program kerjanya, semakin bertambah
keraguan masyarakat akan kinerja team
baru ini. Terutama dari mereka sebagai
pendukung Pak Aliok semakin tidak yakin
kemampuan team baru akan lebih baik
daripada team Pak Aliok. Masyarakat
ingin melihat Permasis dibawah team baru
ada membawa perubahan sehingga kehadiran
organisasi ini memberi manfaat untuk
masyarakat.
Suatu organisasi
sosial memiliki dana tetapi tidak
memiliki proyek sebagai program kerja,
sering ini menandakan organisasi
tersebut krisis SDM.Mudah-mudahan ini
tidak terjadi pada Permasis.
|