Jika Sang Naga Mengamuk

18 Desember 2008
Komentar:

Kota Singkawang saat ini sedang dilanda banjir .Masyarakat Singkawang merasa heran dan bertanya-tanya mengenai bencana banjir yang menimpa mereka.Karena banjir kali ini sangat berbeda dibandingkan banjir terdahulu yang pernah melanda kota ini Kombinasi antara curah hujan tinggi dengan air pasang laut yang tinggi,bulan purnama.Ketiga faktor ini yang menyebabkan banjir.

Team CintaSingkawang mencoba menelusuri opini masyarakat tentang fenomena alam yang terjadi di Singkawang ,sebagian dari masyarakat percaya bahwa kota Singkawang dilanda banjir karena  karma.Pembangunan patung naga di persimpangan Jalan Kempol Mahmud – Jalan Niaga yang bukan tempatnya.Menurut seorang suhu naga yang telah berkecimpung di dunianya selama puluhan tahun ,meminta Cinta jangan mencantumkan identitasnya mengatakan”naga adalah makluk yang sakral.Mana boleh membangun naga sembarangan di jalan,bukan tempat yang terhormat.Akibatnya kita mendapat bencana banjir sebagai karma atas  kecerobohan kita.”

Ada juga masyarakat  menghubungkan bencana banjir ini sebagai petanda tidak baik akan terjadi sesuatu di kota Singkawang, mengingat bulan ini adalah bulan perayaan peringatan satu tahun terpilihnya pemerintah Bapak Hasan Karman.Yang jelas,pasca banjir merupakan masa yang sangat mencemaskan masyarakat karena berbagai macam penyakit akan menyerang kesehatan masyarakat.

Kita belum mendapat kepastian  dari Pemkot Singkawang mengenai pembangunan patung naga tersebut,apakah dilanjutkan atau dibongkar.Apapun keputusan nanti yang diambil oleh Pak wako kita .Sudah pasti Pak Hasan Karman akan dinilai oleh komunitas Tionghoa Singkawang,apakah keputusan yang Beliau ambil itu”demi komunitas(umum) atau demi kepentingan politik sendiri sesaat”.Kita menunggu saja.

 

CintaSingkawang,18 Desember 2008