Kasus Korupsi di Singkawang
16 Mei 2011

Kata pengantar:

Yth Pak Topan Wahyudi,

Terima kasih atas kiriman “ Pers Rilis Laskar Anti Korupsi Singakawang, edisi 29 Mei 2011”. Sebagai bentuk menghormati kebebasan berpendapat  CintaSingkawang menerima kiriman artikel dari pembaca kami. Hanya artikel yang memenuhi kateria dan standar CintaSingkawang akan dimuat.

 

PERS RILIS

29 Mei 2011

Laskar Anti Korupsi (LAKI) Singkawang

Oleh : Topan Wahyudi

 

BERKAS KORUPSI SINGKAWANG SUDAH DI PENGADILAN TIPIKOR

Menanti Putusan Pengadilan Tipikor Atas Kasus Pembebasan Lahan Terminal Induk Singkawang.

 

SINGKAWANG - Pengungkapan kasus-kasus  korupsi di Singkawang ternyata tidak jalan ditempat. Setidaknya kasus pembebasan lahan terminal internasional yang menggunakan APBD Singkawang 2008 sudah dilimpahkan ke Pengadilan tindak pidana korupsi di Pontianak. Hal tersebut diungkapkan Mu’in, Ketua Laskar Anti Korupsi (LAKI) Singkawang. Ia mengatakan, kasus korupsi di Singkawang memang mendapatkan perhatian khusus dari lembanganya.  Selain telah merugikan uang rakyat, kasus korupsi yang terjadi di Singkawang cukup kompleks. Yakni, menyangkut masalah asset pemkot, pendidikan dan kesehatan masyarakat Singkawang. ”Sejak beberapa tahun lalu, kami mengawal pengusutan kasus korupsi di Singkawang. Terutama, kasus pembebasan lahan terminal internasional yang menggunakan APBD 2008 dan penggelembungan anggaran MTQ tingkat provinsi 2008. Kedua kasus itu sudah kami laporkan secara resmi ke KPK,” ujarnya.

Menurut dia, dua kasus tersebut mendapat perhatian karena dilakukan secara sistematik. Selain itu, untuk kasus pembebasan lahan terminal internasional sudah masuk ke pengadilan tipikor di Pontianak. Tiga dari sembilan orang sudah berstatus tersangka. Mereka merupakan pejabat yang tergabung dalam tim sembilan yang secara langsung terkait dalam urusan pembebasan lahan yang menggunakan APBD Singkawang 2008 dan  berpotensi melakukan manipulasi. “Tiga orang positif sebagai tersangka, tidak menutup kemungkinan enam orang lainnya juga bakal terseret,” tandasnya.

 

Lebih lanjut Mu’in mengatakan, lembanganya kini tengah berusaha mendesak KPK untuk mengusut tuntas kasus korupsi yang telah dilaporkan.  Harus dituntaskan
tidak hanya kasus pembebasan lahan terminal internasioal dan MTQ provinsi 2008, namun ada kasus lain terkait asset  tanah yang juga melibatkan sembilan orang tersebut. Namun yang menjadi prioritas perhatian pihaknya dalam waktu dekat tetap kasus pembebasan lahan terminal internasional. Saat ditanya kasus lain terkait asset tanah yang dimaksud, Mu’in masih enggan membeberkan secara rinci.

“Nantilah, pada saatnya kami akan buka di media. Untuk sementara kita tunggu hasil pengadilan tipikor atas kasus pembebasan lahan terminal dan mendesak agar kasus MTQ 2008 juga secepatnya dilimpahkan ke pengadilan tipikor di Pontianak,” tegasnya.

 

Selaku ketua LAKI Singkawang, ia juga meminta dukungan dan kerjasama pers untuk dapat mengawal kasus-kasus korupsi. Peran media dinilai sangat penting dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi, terutama dalam hal pengawasan. “Mari bersinergi. Kami bekerja secara profesional, taat asas dan transparan, pers memberitakan secara akurat, objektif dan independen,” kata Mu’in.

 
CintaSingkawang, 08 Juni 2011