Pemahaman Hukum untuk para komprador  Wako  Singkawang

-Banyak  diantara para pemuja wako Singkawang yang tidak paham hukum

 

31 Oktober 2011

Komentar:

 

Kata pepatah: You can choose your friends, but you can't choose your family. Walaupun kita dapat memilih orang tertentu sebagai teman kita dalam pergaulan kehidupan sosial. tetapi tidak sedikit diantara kita merasa kecewa dengan hasil pilihan. Penyebabnya bisa bermacam-macam, sekedar contoh  ada teman hanya dapat diajak untuk bergaul tetapi  tidak  baik untuk urusan duit. Tidak sedikit orang dikecewakan teman sendiri bahkan ada orang kehidupannya  hancur karena dikhianati oleh teman sendiri.

 

Banyak orang percaya kehidupan Pak HK direpotkan oleh teman-temannya yang tidak memiliki wawasan, atau type orang seperti itu  dijuluki sebagai orang-orang yang “tidak memiliki standard”( mo sui cun).

Lebih celaka lagi, type orang seperti itu yang tidak memahami budaya apalagi  hukum.

Seperti pada kejadian pada tanggal 28/10/2011 malam di gedung Sun Moon Singkawang dalam acara Truck Campaign Cold Diesel 2011 2011 yang digelar oleh PT Mitsubsihi Cabang Singkawang oleh menantu Pak Fung Mo, (si Topi Merah from Saliung). Yaitu Pak Lim Hok Nen, suaminya ketua DPRD Singkawang ibu Tjhai Chui Mie  sebagai kepala Cabang Mitsubishi Singkawang penyelengara acara tersebut tanpa memiliki izin dari instansi yang berwenang.

 

Ketika  Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang,  Lies Andari  mendatangi lokasi digelar acara tersebut yakni di Sun Moon milik Cie Hiung salah satu Komprador HK untuk menanyakan masalah perizinan. Pak Lim Hok Nen dengan sikap sangat arogan mengancam  Lies bahwa dia akan melaporkan kepada Pak HK, tuan besarnya DR.Kanjeng Hasan  Karman SH.MH.MTQ. Padahal  Lies bertindak sesuai dengan proses hukum, karena merupakan kewajiban dan tugas Dinas Budparpora Kota Singkawang untuk mengawasi acara keramaian yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Supaya setiap acara yang diselenggarakan sesuai dengan prosedur hukum, keamanan,  tidak membahayakan dan mengganggu  kepentingan masyarakat umum.

 

Tetapi Pak Lim Hok Nen yang merasa dekat dengan Pak HK karena istrinya adalah boneka HK di DPRD ini dengan arogannya  mengintervensi jalannya suatu proses hukum dan proses keamanan yang menyangkut kepentingan umum adalah tindakan tidak dibenarkan hukum.

 

Seharusnya Pak Lim Hok Nen  sebagai suami dari ketua DPRD Singkawang merasa malu menyelengarakan suatu acara  keramaian tanpa dilengkapi surat izin sebagai persyaratan hukum yang berlaku di negara ini yang menganut supremasi hukum. Bukan melakukan tindakan arogansi seperti yang ditunjukan pada saat aparat datang mengecek prosedural acara tersebut, bahwa “  siapa Aku??? “Aku ini konco Wako Singkawang! Tanpa izin, adalah tindakan melanggar hukum.

 

Seharusnya A-Nen harus mengasihani istrinya sering berkoar-koar di koran meminta masyarakat Singkawang untuk menaati hukum. Komunitas Tionghoa Singkawang merasa kecewa dengan sikap Pak Lim Hok Nen anak Alianyang ini yang juga sebagai suami ketua DPRD Singkawang  tidak memberikan contoh yang baik sebagai komunitas Tionghoa Singkawang menghormati dan  taat pada hukum di negeri ini. Begitu juga kita merasa sangat kecewa bahwa ibu Tjhai Chui Mie telah gagal dalam menjalankan misi penyuluhan taat hukum, seharusnya Ibu Tjhai Chui Mie mulai dari keluarganya sendiri menaati hukum sebelum mencoba ke masyarakat luas. Apalagi sekarang ini Beliau tercatat sebagai alumnus sekolah Alioknomic jangan sampai Pak Prof. Timotius kecewa karena gagal membina salah satu alumnus di STIE Mulia yang baru saja diberi ucapan selamat oleh CintaSingkawang.

 

Supaya Pak HK  tidak dicelakakan oleh para komprador-kompradornya yang  tidak memahami hukum, sudah  saatnya Pak HK mengadakan penantaran hukum dan penyuluhan hukum secara khusus ditujukan kepada konco konconya Pak HK yang suka bertindak semauannya seperti  negeri ini tidak memiliki hukum.

 Apakah sekolah Pak Aliok siap menerima Para murid yang buta hukum titipan pak HK untuk dibina ?

 

CintaSingkawang,31 Oktober 2011