|
Panitia
CGM 2010
Spektakuler
dan para
elit
Singkawang
penggemar
pesta
tahunan
CGM merasa
sangat bangga
karena
mereka
berhasil
memecahkan
3 rekor
MURI
pada
festival
CGM 2010
yang
baru
saja
berlalu. Sudah
merupakan
sifat
manusia
apabila
dia
dapat
membuat
sesuatu
yang
menurut
pandangannya
“sangat
luar
biasa”
alias
Spektakuler
ingin
mengulangi
peristiwa
itu.
Begitu
juga
tentang
rekor
MURI,
ingin
mencetak
rekor
MURI di
tahun
mendatang.
Tekat
untuk
itu
sangat
besar
seperti
diungkapkan
oleh
wako
kita,
Pak
Hasan
Karman
melalui
koran
Tribun
pada
edisi
Senin, 1
Maret
2010. “Wali
Kota
Singkawang,
Hasan
Karman,
menargetkan
memecahkan
rekor
museum
rekor
indonesia
(Muri)
pada
perayaan
Cap Go
Meh
setiap
tahun” .Menurut
Pak wako”
event
budaya
ini bisa
menjadi
alat
efektif
memperkenalkan
potensi
daerah.
Untuk
itu, ia
akan
terus
menciptakan
ide
kreatif,
sehingga
di
tahun-tahun
mendatang
mampu
meraih
rekor
Muri
kembali.
"Kalau
disebut
duluan
nanti
ditiru
orang.”kata
Pak wako
kita di
media
cetak
bisa
dipahami
jika
Wako
kita
takut
ditiru
orang.
Karena
ada
orang
menyukai
tiru –
meniru
karya
orang
lain seperti
karyanya
dalam
Republik
Lan
Fong.
Wako
kita
sangat
lihai
menterjemahkan
karya
para
sosiolog
Belanda
yang
kemudian
diterbitkan
tanpa
memberi
informasi
kepada
pembaca
bahwa
itu
materi
terjemahan(lihat
komentar).
Ini
dapat
menyebabkan
para
pembaca
menyangka
itu
sebagai
karya
pribadinya.
Pengalaman
ini
menyebabkan
pak Wako
kita
harus
ekstra
hati-hati
agar
karya
Spektakulernya
tidak
dicontek
panitia
lain.
Tentu
saja
dalam
artikel
ini kita
bukan
membicarakan
masalah
“kreatifan
yang
dimiliki
Pak
Hasan
Karman
atau
urusan
contek-menyontek
menciptakan
ide
untuk
mencetak
rekor
MURI”
atau
“dugaan
ide apa
yang
akan
digunakan
untuk
mencetak
rekor
MURI
pada CGM
mendatang?”.
Yang
akan
kita
kupas
dalam
artikel
ini
adalah “korban”
dari
ambisi
untuk
mencetak
rekor
MURI.
Karena
ini
sangat
penting
bagi
Anda dan
Cinta.
Supaya
kita
jangan
menjadi
korban
ambisi
Spektakuler
yang
dipakai
untuk
mencetak
rekor
MURI
pada
festival
CGM yang
akan
datang.
Dalam
kehidupan
kita ada
hal yang
kita
pelajari
dari
pengalaman
sendiri
dan ada
juga hal
yang
hanya
kita
belajar
dari
pengalaman
orang
lain.
Belajar
dari
pengalaman
orang
lain
yang
sering
disebut”Guru
yang
terbaik
adalah
pengalaman
orang
lain”. Marilah
kita
mengikuti
cerita
dari
pembuat
kue
keranjang
raksasa
yang
berhasil
mencetak
rekor
MURI.
Kue
keranjang
dengan
tinggi
99
centimeter,
diameter
2,88
meter,
dan
berat
8,735
ton
memerlukan
biaya
sangat
besar
untuk
membuatnya.
Kue
keranjang
berukuran
seperti
itu yang
kemudian
memecahkan
rekor
MURI.
Pembuat
kue
keranjang
MURI
tersebut
dilakukan
oleh
perusahaan
kue “SC
“ di
Singkawang.
Perusahaan
ini
memiliki
reputasi
membuat
kue
bulan,
hasil
produknya
bukan
hanya
terkenal
dan
dijual
di pasar
domestik(nasional)
saja
tetapi
juga
diekspor
keluar
negeri.Pemilik
perusahaan
ini
bernama
Pak
SP,generasi
penerus
dari
Keluarga
SC.
Kue
Keranjang
MURI itu
dipesan
oleh
pihak
panitia
CGM2010.
Ketika
Pak SP
menyetujui
MOU
secara
lisan
dengan
Pak
Aliok
disepakati
biayanya,
Pak SP
membeli
bahan-bahan
baku
untuk
membuat
kue
keranjang
tersebut.
Ketika
saat
menjelang
pembuatan,
Pak
Aliok
mau
membatalkan
order
ini
dengan
alasan
gagal
menggalang
dana di
Jakarta.
Atau ini
hanya
sebuah
trik
digunakan
Pak
Aliok
untuk
menekan
Pak SP
supaya
menurunkan
harga
yang
seperti
diinginkan
mereka.
Karena
sudah
terlanjur
menerima
order,
banyak
biaya
sudah
dipakai
untuk
bahan-bahan baku. Maka perusahaan SC
tak
memiliki
opsi
lain
daripada
rugi
alias
tidak
memiliki
bargaining
kecuali
menuruti
kemauan
pihak
panitia,
memberi
discount
harga
yang
sangat
besar.
Dalam
situasi
seperti
itu Pak
SP
menerapkan
falsafah
daripada
rugi
mendingan
memberikan
makan
kepada
sebagian
warga
Singkawang
hitung-hitung
berbuat
amal
disamping
itu pak
SP juga
berpendapat
bisa
merusak
reputasi
perusahaannya.
Berapa
besar
kerugian
yang
dialami
oleh
perusahaan
SC dalam
hal
pembuatan
kue
keranjang
MURI itu
? Kita
tidak
tahu
pasti,
tetapi
ketika
Pak
Hasan
Karman
mencicipi
kue
keranjang
tersebut
Beliau
mengatakan
:Kue
keranjang
MURI
sangat
manis,
ruarrrrrrrrrr
biasa ,enak
sekali.
Namun respon
Pak SP
dengan
kata
yang
sangat
diplomatis
:”Walikota
sih
kebagian
manis
saja kamilah
kebagian
pahitnya”.
Ada
beberapa
hal
sangat
menarik
menurut
hasil
observasi
dari
CintaSingkawang
cara
mereka
memilih
orang (perusahaan)
menjadi
korban.
Katakanlah
seperti
kasus SC
ini.
Beberapa
bulan
sebelum
CGM
sudah
ada
media
cetak
memuat
sebuat
artikel
tentang
perusahaan
ini,
isinya
kurang
lebih
berupa
sebuah
iklan.
Kita
tidak
tahu
pasti
apa
dimuat
berita
itu
merupakan
sebuah
set up
atau
merupakan
kejadian
yang
bersifat
kebetulan
saja.
Anda
bisa
menjadi
korban
mereka
apabila:
-anda
adalah
seorang
pengusaha
yang
tidak
memahami
apa yang
sedang
terjadi
di
lingkungan
elite
komunitas
Tionghoa
Singkawang.
- anda
seorang
pengusaha
yang
suka
publisitas.
-atau
anda
seorang
pengusaha
yang
tidak
pernah
membaca
CintaSingkawang
sehingga
begitu
mudahnya
anda
terjebak
dengan
SPEKTAKULER.
Siapa
lagi
korban
Spektakuler
berikutmya?
Mari
ikuti
berita
CintaSingkawang
berikutnya |