Korban CGM 2010 Spektakuler dan rekor MURI

05 Maret 2010

Komentar:

Panitia CGM 2010 Spektakuler dan para elit Singkawang  penggemar pesta tahunan CGM  merasa sangat bangga karena mereka berhasil memecahkan 3 rekor MURI pada festival CGM 2010 yang baru saja berlalu. Sudah merupakan sifat manusia  apabila dia dapat membuat sesuatu yang menurut pandangannya “sangat  luar biasa” alias Spektakuler ingin mengulangi peristiwa itu.

Begitu juga tentang rekor MURI, ingin mencetak rekor MURI di tahun mendatang. Tekat untuk itu sangat besar seperti diungkapkan oleh wako kita, Pak Hasan Karman melalui koran Tribun pada edisi Senin, 1 Maret 2010. “Wali Kota Singkawang, Hasan Karman, menargetkan memecahkan rekor museum rekor indonesia (Muri) pada perayaan Cap Go Meh setiap tahun” .Menurut Pak wako” event budaya ini bisa menjadi alat efektif memperkenalkan potensi daerah.

Untuk itu, ia akan terus menciptakan ide kreatif, sehingga di tahun-tahun mendatang mampu meraih rekor Muri kembali. "Kalau disebut duluan nanti ditiru orang.”kata Pak wako kita di media cetak bisa dipahami jika Wako kita takut ditiru orang. Karena ada orang menyukai tiru – meniru karya orang lain  seperti karyanya dalam Republik Lan Fong.  Wako kita sangat lihai menterjemahkan  karya para sosiolog Belanda yang kemudian diterbitkan tanpa memberi informasi kepada pembaca bahwa itu materi terjemahan(lihat komentar). Ini dapat menyebabkan para pembaca menyangka itu sebagai karya pribadinya. Pengalaman  ini menyebabkan pak Wako kita harus ekstra hati-hati agar karya Spektakulernya tidak dicontek panitia lain.

Tentu saja dalam artikel ini kita bukan membicarakan masalah “kreatifan  yang dimiliki Pak Hasan Karman atau urusan contek-menyontek menciptakan ide untuk mencetak rekor MURI” atau  “dugaan ide apa yang akan digunakan untuk mencetak rekor MURI pada CGM mendatang?”.

Yang akan kita kupas dalam artikel ini adalah “korban” dari ambisi untuk mencetak rekor MURI.  Karena ini sangat penting bagi Anda dan Cinta. Supaya kita jangan menjadi korban ambisi Spektakuler yang dipakai untuk mencetak rekor MURI pada festival CGM yang akan datang.

Dalam kehidupan kita ada hal yang kita pelajari dari pengalaman sendiri dan ada juga hal yang hanya kita belajar dari pengalaman orang lain. Belajar dari pengalaman orang lain yang sering disebut”Guru yang terbaik adalah pengalaman orang lain”.  Marilah kita mengikuti cerita dari pembuat kue keranjang raksasa yang berhasil mencetak rekor MURI.

Kue keranjang dengan tinggi 99 centimeter, diameter 2,88 meter, dan berat 8,735 ton memerlukan biaya sangat besar untuk membuatnya. Kue keranjang berukuran seperti itu yang kemudian  memecahkan rekor MURI. Pembuat kue keranjang MURI tersebut dilakukan oleh perusahaan kue “SC “ di Singkawang. Perusahaan ini memiliki reputasi membuat kue bulan, hasil produknya bukan hanya terkenal dan dijual di pasar domestik(nasional) saja tetapi juga diekspor keluar negeri.Pemilik perusahaan ini bernama Pak SP,generasi penerus dari Keluarga SC.

Kue Keranjang MURI itu dipesan oleh pihak panitia CGM2010. Ketika  Pak SP menyetujui MOU secara lisan dengan  Pak Aliok disepakati biayanya, Pak SP membeli bahan-bahan baku untuk membuat kue keranjang tersebut. Ketika saat menjelang pembuatan, Pak Aliok mau membatalkan order ini dengan alasan gagal menggalang dana di Jakarta.

Atau ini hanya sebuah trik digunakan Pak Aliok untuk menekan Pak SP supaya menurunkan harga yang seperti diinginkan mereka.  Karena sudah terlanjur menerima order, banyak biaya sudah dipakai untuk bahan-bahan baku. Maka perusahaan SC  tak memiliki opsi lain daripada rugi alias tidak memiliki bargaining kecuali menuruti kemauan pihak panitia, memberi discount harga yang sangat besar.

Dalam situasi seperti itu Pak SP menerapkan falsafah daripada rugi mendingan memberikan makan kepada sebagian warga Singkawang hitung-hitung berbuat amal disamping itu pak SP juga berpendapat bisa merusak  reputasi perusahaannya.

Berapa besar kerugian yang dialami oleh perusahaan SC dalam hal pembuatan kue keranjang MURI itu ? Kita tidak tahu pasti, tetapi ketika Pak Hasan Karman mencicipi kue keranjang tersebut Beliau mengatakan :Kue keranjang MURI sangat manis, ruarrrrrrrrrr biasa ,enak sekali.

Namun  respon Pak SP dengan kata yang sangat diplomatis :”Walikota sih kebagian  manis saja  kamilah kebagian pahitnya”.

Ada beberapa hal sangat menarik menurut hasil observasi dari CintaSingkawang cara mereka memilih orang (perusahaan) menjadi korban. Katakanlah seperti kasus SC ini.

Beberapa bulan sebelum CGM sudah ada media cetak memuat sebuat artikel tentang perusahaan ini, isinya kurang lebih berupa sebuah iklan. Kita tidak tahu pasti apa dimuat berita itu merupakan sebuah set up atau merupakan kejadian yang bersifat kebetulan saja. Anda bisa menjadi korban mereka apabila:

-anda adalah seorang pengusaha yang tidak memahami apa yang sedang terjadi di lingkungan elite komunitas Tionghoa Singkawang.

- anda seorang pengusaha yang  suka publisitas.

-atau anda seorang pengusaha yang tidak pernah membaca CintaSingkawang sehingga begitu mudahnya anda terjebak dengan SPEKTAKULER. Siapa lagi korban Spektakuler berikutmya? Mari ikuti berita CintaSingkawang berikutnya
CintaSingkawang,02 Maret 2010