Sebuah Tantangan  Terhadap  Konsep Singkawang  Spektakuler

11 Mei 2010

Komentar:

Masih terlintas di benak kita tentang sebuah konsep baru yang diperkenalkan oleh Pak Hasan Karman tiga tahun yang lalu.  Bagaimana cara membangun kota Singkawang modern, konsep ini digembar –gemborkan sebagai “Singkawang Spektakuler”.

 

Ketika itu masyarakat Singkawang terpesona dengan konsep ini, bahkan anak tetangga Pak HK  yang  bernama Aloy itu menganggap Pak HK sebagai “juru selamat” untuk kota Singkawang bahkan Santi Febriana anak ingusan dari Cung Hin Kai tak malu-malu mengakui dirinya berani sehidup semati dengan Pak HK .

Karena masyarakat Singkawang sudah lama memimimpikan sebuah kehidupan yang nyaman. Pengertian “kehidupan yang nyaman” bagi masyarakat di sini yaitu mudah mendapat pelayanan untuk kebutuhan hidup mereka yang  berupa  listrik, air bersih, pekerjaan, dan lingkungan hidup yang bersih. Dalam pengertian konteks kehidupan modern itu bukan suatu impian yang berlebihan.

 

Melalui konsep Singkawang Spektakuler Pak HK memberikan garansi kepada masyarakat Singkawang bahwa Beliau sanggup memberikan kenyamanan hidup untuk masyarakat Singkawang.

Pada saat itu masyarakat Singkawang membayangkan di bawah pemerintahan Pak HK akan terjadi: air boleh diminum langsung dari kran, jalan-jalan disemprot air untuk membersihkan debu, listrik tidak pernah byar pet apalagi "listrik mati". Pada malam hari kota Singkawang akan seperti kota Las Vegas dengan lampu-lampu terang berkelipan. Pekerjaan? Ada beberapa pabrik besar beroperasi di kota Singkawang, salah satu pabrik dari  Jawa Timur, Maspion. Pengusaha besar seperti Prajogo Pangestu akan memindahkan asetnya ke Singkawang,bahkan Bong Sung On (Burhan Oeray) akan investasi di Singkawang sebagaimana kampanye murahan yang sering dijual oleh Pak HK kepada masyarakat di pinggiran Singkawang pada waktu itu.

Masyarakat percaya bahwa konsep Singkawang Spektakuler hasil pemikiran dari Pak HK ini akan memakmurkan masyarakat Singkawang.

 

Akan tetapi, apa yang terjadi ? Selama tiga tahun dibawah pemerintahan Pak HK  listrik di kota Singkawang lebih banyak “mati(padam)” daripada “hidup(nyala)”. Air PDAM tidak menggalir bahkan dipompa dengan mesim pompa pun tidak ada air menetes. Penderitaan masyarakat Singkawang berkepanjangan  mengingat cuaca selama ini semakin panas masyarakat  butuh  air dan listrik. Sekarang masyarakat baru sadar bahwa mereka mendapat kado politisi karbitan yang dibungkus dengan konsep  Singkawang Spektakuler oleh mantan idola mereka yaitu Si Hasan “Big Mouth “Karman.

 

Lawan politik Pak HK, Pak Awang  Ishack mantan wako Singkawang sudah mulai mempersiapkan diri untuk menentang Pak HK pada pilkada mendatang.  Beberapa hari yang lalu Pak Awang secara khusus mengunjungi  desa Kaliasin untuk mendengar keluhan masyarakat mengenai pelayanan umum yang diberikan oleh pemerintah Pak HK. Ketika masyarakat bertanya kepada Pak Awang mengenai persiapan Beliau pada pilkada mendatang dan orang yang  akan  menemani(wakil) Beliau. Sambil tersenyum Pak Awang memberi sebuah jawaban bahwa orang yang akan menjadi wakilnya berasal dari etnis  Tionghoa Singkawang, bernama Mr.B. Dalam penjelasan dari Pak Awang,  Mr.B ini tidak tinggal di kota Singkawang sekarang. Tetapi Mr.B dikenal masyarakat karena banyak melakukan misi kemanusiaan. “Bahkan  kalian pasti mengenal Mr.B” tambah Pak Awang. Mungkin itu sebuah pernyataan politik dari Pak Awang sebagai tanda keseriusan Beliau menentang konsep Singkawang Spektakuler II?  Kita perlu lebih banyak politikus seperti Pak Awang ini yang selalu siap menentang pada incumbent melalui jalur demokrasi. Supaya kota Singkawang yang kita cintai ini bertambah maju.

 

 

CintaSingkawang, 11 Mei 2010