Pembubaran Panitia  CGM 2010 dan Pembentukan Panitia CGM 2011

 - Recycle ketua panitia dan wakil panitia CGM

1Desember 2010
Komentar:
Pak Aliok( Lio Kurniawan) terpilih lagi sebagai ketua panitia Cap Go Meh 2011, dan Pak Chin Miew Fuk( CMF) sebagai wakill ketua. Berita terpilihnya pasangan “daur ulang”  ketua dan wakil ketua panitia CGM 2011 ini  mendapat sambutan dingin dari kalangan komunitas Tionghoa Singbebas, terutama  komunitas elite Tionghoa Singkawang di Jakarta khususnya.  Bahkan ada beberapa mantan kolega di Permasis meragukan kemampuan ketua panitia CGM 2011 menggalang dana. Karena banyak  mantan korban.CGM 2010 mulai berbisik.

Recycle Pak Aliok dan Pak Chin Miew Fuk sebagai ketua dan wakil  panitia CGM 2011, menandakan  CGM 2011 pasti tidak akan mengalami banyak kemajuan, baik perubahan dari segi management perayaan. Karena menurut track record  Pak Aliok ataupun Pak CMF sebagai ketua panitia CGM yang lalu, membelanjakan donasi dari masyarakat dengan cara  tidak transfaran. Di lapangan kita menemukan banyak terjadi  koncoisme yang bertujuan mencari keuntungan individual. Sekedar contoh: pembelian barang-barang untuk lelang dengan harga tidak sesuai dengan harga pasar. Banyak donator berpendapat pihak panitia “unprofessional” dan tidak puas dengan cara mereka menggelolah donasi.  Banyak janji dari  pihak panitia kepada donatur tidak pernah dipenuhi,contohnya menggunakan nama penyanyi geak asal Singapore Bong Chin Nyen untuk menggalang dana sudah bukan rahasia lagi di kalangan tokoh-tokoh Singbebas yang sampai hari ini tidak jelas pertanggungjawabanya, bahkan dana deposit tahun-tahun sebelumnya yang gagal mendatangkan penyanyi tersebut tidak jelas penggunanya seperti yang dialami oleh Bong Choi Luk dkk. 

Menurut laporan keuangan Panitia CGM 2011 yang disampaikan oleh Pak Aliok pada tanggal 23 Nopember 2010, panitia mengalami surplus Rp 61 juta! Tentu saja laporan surplus ini sangat menggagetkan masyarakat Singkawang karena menurut catatan masyarakat pada saat sesudah  selesai acara  lelang CGM 2010 defisit keuangan sebesar Rp 1 miliar! Namun Panitia menutupi laporan ini kepada masyarakat selama kurun waktu hampir setahun tentu mengundang tanda tanya masyarakat.  Untuk  menyakinkan  masyarakat panitia mengatakan bahwa laporan keuangan mereka sudah direview oleh akuntan publik. Tetapi, masyarakat  tetap meragukan kebenaran laporan tersebut. Karena laporan itu bukan merupakan laporan hasil auditor yamg dilakukan akuntan  independent melainkan akuntan stempel.

Ketidakpercayaan masyarakat Singkawang terhadap fakta  yang ada pada laporan keuangan dari panitia CGM 2010, dapat kita maklumi.
Diumpamakan Pak Aliok menyerahkan  segepok uang  kepada kita  dan mengatakan nilainya  sebesar  X tetapi kita tidak menghitung kembali nilai uang pada segepok tersebut. Apakah kita percaya saja kepada Pak Aliok bahwa nilai uang  pada gepok tersebut tanpa kita melakukan hitung kembali? Masalah bukan karena kita tidak percaya kepada  Pak Aliok kemudian kita melakukan hitung kembali. Tetapi kita melakukan demikian karena reaksi insting kita terhadap uang .  Apabila orang menyerahkan uang kepada kita tanpa sadar kita pasti akan menghitung  kembali berapa nilai uang yang diserahkan kepada kita. Baik itu uang dari istri ataupun suami, kita akan tetap menghitung jumlah nilainya. Karena reaksi insting manusia terhadap uang !. Apa lagi menerima uang serahan dari Pak Aliok, justru kita harus lebih berhati dan teliti menghitung kembali.Jadi, sangat jelas alasan mengapa masyarakat komunitas Tionghoa Singkawang  tidak percaya saja dengan laporan keuangan tersebut. 

Pihak panitia masih belum menjelaskan kepada masyarakat bahwa dana donasi surplus sebesar Rp 61 juta dipakai untuk proyek apa. Seharusnya dana masyarakat  itu harus dikembalikkan kepada masyarakat untuk mereka yang membutuhkan bantuan dari masyarakat, seperti panti asuhan. Pihak panitia tidak memiliki wewenang untuk memegang dana tersebut karena uang tersebut bukan milik mereka.

Dari Laporan Keuangan tersebut juga sebagaimana disinyalir banyak Obligasi LFCC (Lo Fu Cia Cu) akhirnya memang terbukti beberapa obligasi LFCC berubah menjadi sumbangan sekian persen kepada Panitia akibat Panitia merugi. Juga terdapat banyak dana yang dialokasikan untuk kegiatan yang tidak ada kaitan dengan CGM tetapi lebih bersifat untuk mencari popularitas diri seperti kegiatan baksosnya Pak Aliok sehingga menimbulkan kecurigaan masyarakat bahwa Pak Aliok memiliki agenda tersembunyi dengan memanfaatkan moment dan dana CGM ini.untuk mendongkrak popularis menuju suksesi 2012.

Kembali Pak Aliok sebagai ketua panitia CGM 2011 merupakan sebuah teka teki bagi masyarakat Singkawang. Marilah kita coba memecahkan teka teki tersebut.
Ada beberapa alasan yang mendorong Pak Aliok menduduki kembali sebagai ketua CGM 2011. Yaitu:
-Menunjukkan kepada lawan( saingan): bahwa merek produk”Aliok” masih laku di kalangan  konsumen Singkawang. Pak Aliok memakai filsafat  pemain judi “sebelum permainan berakhir belum bisa memastikan siapa yang pemenangnya”. Memang, CGM2010  yang diketuai Pak Aliok dinilai gagal oleh kalangan komunitas elite Tionghoa Singkawang di Jakarta. Karena  Pak Aliok gagal  dalam hal menggalang dana. Seperti dalam permainan judi, putaran pertama  dalam permainan ini Pak Aliok sudah kalah ,  tetapi Pak Aliok masih meneruskan permainan ini terus agar dapat merebut kembali kekalahan yang diderita sebelumnya.  Melalui CGM 2011 nanti Pak Aliok ingin menunjukkan kepada saingannya bahwa dia masih memiliki kekuatan untuk mengalahkan mereka. Resikonya  ada kemungkinan Pak Aliok bisa selon semua.  Persaingan ini seperti dalam suatu peperangan; Pak Aliok tahu bahwa di depannya  ada “musuh” tetapi dia tidak tahu seberapa jauh jumlah musuh tersembunyi, “musuh di belakang musuh”.


 
-Uji kemampuan dan test market; Jika Pak Aliok berhasil menggalang dana melalui CGM 2011 nanti berarti  masih memiliki dukungan finansial. Tanpa ada dukungan financial Pak Aliok akan gagal maju sebagai cawako 2012. Walaupun dia mendapat dukungan suara masyarakat Singkawang.Pada Pilkada 2012 mendatang merupakan sebuah ‘show’ kekuatan financial para kontestan yang akan bertarung . Sudah ada kontestan lain menyiapkan dana pribadi  sebesar $US 1 juta yang saat ini sedang menunggu.  Ada kemungkinan dana kampanyenya akan bertambah  karena  mendapat dukungan dari komunitas elite Tionghoa Singbebas dan tokoh Pengusaha Internasional asal Singbebas. Sudah ada desas-desus bahwa  para elite Tionghoa Singbebas akan mencapai suatu kesepakatan dalam hal memberi dukungan kepada kandidat ini. Hanya memberikan dukungan kepada Kandidat yang bersedia menyertakan dana  pribadi  untuk kampanye.  Dengan demikan akan memfilterkan type Kandidat hanya menyertakan modal makan untuk mencari keuntungan sebagai Kandidat. Akibatnya politik di kota Singkawang  akan masuk dimensi baru. Kontestan  yang menyediakan dana besar sekali itu akan menjadi ancaman bagi Kerajaan San Keu Jong, sudah pantas Pak HK bergelisah dalam beberapa hari. Terakhir ini dan kerap berkeluh kesah di depan para fans beratnya di Mangkit theu bahkan di Pasar babi ( Cu Ma) pak HK baru merasa Pede jika jalan bareng bersama tokoh unik Singkawang siapa lagi kalau bukan Bong Li Thiam dan Bong Cin Nen .

Agar supaya Pak Aliok bisa sebagai kontestan tahun 2012,maka dia harus sukses memimpin acara CGM 2011. Harus bersemangat Pak Aliok !!! Supaya dapat bersaing dengan lawanmu.

 
CintaSingkawang, 1Desember 2010