Kau yang memulai kau yang mengakhiri

17 Oktober 2009
Analisa:

Hubungan antara “manusia dengan kekuasaan” sering diumpamakan hubungan antara“anjing dengan darah manusia”. Jika seekor anjing menyerang dan menggigit manusia. Banyak negara berlaku peraturan  hukuman mati untuk  anjing tersebut. Karena aksi dari anjing tersebut  berbahaya bagi  keselamatan masyarakat. Menurut instink anjing,  jika anjing tersebut sudah mencicipi darah manusia dia akan mengulangi perbuatannya, menggigit dan melukai manusia jika ada kesempatan. Mungkin darah manusia berpotensi menyebabkan anjing menjadi kecanduan.

 

Dalam peradaban manusia membuktikan manusia adalah makluk yang sangat haus dengan kekuasaan, manusia mudah  tergoda atau kecanduan dengan kekuasaan. Kalau ada incumbent mengatakan dirinya tidak ingin berkuasa lagi atau tidak ingin mencalonkan  kembali dalam pemilihan mendatang. Kita jangan cepat percaya akan pernyataannya tersebut. Kemungkinan dia sedang menganalisa kemungkinan dukungan atau memprediksi siapa-siapa yang akan menjadi lawannya dengan perkataan lain test “pasaran” atau dia berbohong kepada kita,  memberikan kesaksian yang tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan. Pernyataan semacam itu perlu kita waspadai supaya kita tidak tertipu dengan kebohongannya. Kekuasaan dan darah manusia dapat menyebabkan makluk kecanduan kalau mereka pernah mencicipinya, cuma kedua pencandu tersebut berbeda makluk.Manusia haus dengan kekuasaan, binatang haus dengan darah.

 

Pada malam tanggal 14 Oktober 2009 yang lalu, Pak Hasan Karman mengadakan pertemuan dengan Permasis, acara perkenalan dengan ketua baru Permasis dan teamnya. Dalam sebuah percakapan ringan ada beberapa anggota Permasis bertanya kepada Beliau. Apakah enak menjabat wako Singkawang?. Pak Hasan Karman menjelaskan  kepada mereka bahwa menjabat wako seperti pada umumnya pekerjaan ada bagian yang enak ada juga bagian yang tidak enak. Yang tidak enak yaitu jumlah jam tidurnya  berkurang, dan menerima komplain dari masayarakat terutama dalam masalah listrik, air. Tentu saja dengan suara yang lembut, mimik wajah melankholis memelas seperti meminta belas kasihan, Pak Hasan Karman memberikan penjelasan tentang  bagian tidak enak menjabat wako Singkawang. Pak Hasan Karman berbakat humor dan drama, Beliau berusaha mempengaruhi pada pendengarnya sehingga mereka menimbulkan rasa simpati kepada Beliau. Kemudian, Beliau menjelaskan bagian yang enak menjabat wako Singkawang. Kalau  kemana saja selalu dipanggil “Pak wako,Pak wako,Pak wako”. Dengan malu-malu Beliau mengakui Beliau selalu mendapat perhatian dari CintaSingkawang, rasa terhibur dengan perhatiannya . Kedua hal inilah membuat Beliau betah menjabat wako.

 

Dalam pertemuan tersebut Pak Hasan Karman menyatakan dirinya tidak akan mencalonkan kembali pada pilkada (2012) mendatang. Tentu saja ini suatu pernyataan yang sangat bertentangan dengan kenyataan dilapangan(Singkawang). Beliau selalu  menghimbau komunitas kita  memberi dukungan kepada Beliau pada pilkada mendatang. Marilah kita  menganalisa strategi Pak Hasan Karman dari berbagai perspektif:

Pertama: Tersedia perahu.

Kemampuan partai PIB menguasai 4 kursi di DPRD Singkawang, merupakan sebuah jaminan perahu untuk menuju pencalonan kembali pada pilkada mendatang. Memiliki perahu sendiri banyak keuntungan, tidak perlu bernegosiasi dengan partai lain untuk memenuhi persyaratan pilkada, hemat biaya.

Kedua: Memperbaiki Persahabatan di Permasis.

Ada orang melukiskan hubungan persahabatan seperti cuaca, selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Ada juga yang melukiskan hubungan persahabatan itu seperti tangan memegang setangkai bunga mawar, bunganya indah tetapi tangkainya berduri. Kalau tidak hati-hati memegang akan melukai diri sendiri.

Dulu sahabat intim, kini jadi orang asing.Hal seperti itu bisa terjadi dalam persahabatan.

Permasis boleh kehilangan Pak Hasan Karman tetapi Pak Hasan Karman tidak boleh kehilangan Permasis. Kehilangan Permasis, seperti kehilangan kesempatan untuk Beliau terpilih kembali. Karena kehilangan Permasis akan kehilangan dukungan finansial. Tanpa finansial yang memadai akan sulit memenangkan pilkada. Pergaulan di lingkungan di Permasis bukan hal yang mudah, budaya kesenioran berlaku disana. Mereka itu sebagai pemegang saham mayoritas dapat mendikte keinginan mereka, sewaktu-waktu mereka dapat memutuskan bantuan jika tidak memenuhi keinginan mereka. Selama ini hubungan persahabatan antara Pak Hasan Karman dengan lingkungan Permasis kurang harmonis. Dalam hati Pak Hasan Karman menyanyi lagu tagihan janji “Kau yang memulai kau yang mengakhiri”kepada mereka di Permasis. Pada saat memerlukan bantuan, mereka tidak memberi. Ketika Pak Hasan Karman mencalonkan diri  dalam pilkada, mereka berjanji akan membantu Beliau  membangun ini dan itu di Singkawang. Dalam hal ini, pihak Permasis memperlakukan Pak Hasan Karman kurang adil, sebagian janji tokoh-tokoh Permasis  tidak pernah direalisir dan tidak konsisten terhadap komitmen yang telah disepakati semula. Untuk memperbaiki hubungan persahabatan perlu dimulai sebuah dialog untuk memperbincangkan perbedaan kedua belah pihak.. Terutama masalah bagaimana cara menyembah/sowan kepada para senior di Permasis yang harus dilakukan oleh  Pak Hasan Karman agar permohonannya proyek dikabulkan.

Ketiga:Perkembangan DPRD Singkawang.

Sesudah pemilihan legislatif yang lalu, ada perubahan komposisi anggota DPRD Singkawang. Kembali pada tokoh sudah berpengalaman di bidang birokrasi akan meramaikan suasana di gedung Dewan Singkawang. Nanti, kita akan menemukan banyak rancangan tidak lolos, sehingga pembangunan kota akan terganggu.Tentu saja ini akan memberikan tekanan politik terhadap pemerintahan Pak Hasan Karman.

Keempat:Dukungan Masyarakat.

Apakah pemerintahan Pak Hasan Karman akan mendapat dukungan masyarakat untuk pemilihan kembali pada pilkada mendatang sangat tergantung bagaimana kebijakan pemerintahnya sekarang. Untuk menjual sesuatu ke masyarakat, perlu ada pendekatan melalui penyuluhan.Walaupun sekarang dukungan masyarakat semakin berkurang dibandingkan ketika Pak Hasan Karman baru terpilih.Tetapi masih ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan  ini.

 

Kesimpulan: Menurut uraian diatas ada empat faktor yang menentukan apakah Pak Hasan Karman akan mencalonkan diri kembali pada pilkada mendatang untuk term kedua. Ada 3 faktor (1,2,4) sudah Beliau kuasai, hanya ada 2 faktor yang  perlu diperbaiki. Untuk memperbaiki hubungan dengan lingkungan Permasis adalah  masalahnya tidak terlalu rumit. Seperti pada umumnya  persahabatan pada saat tertentu akan mengalami kemunduran.Untuk memperbaiki hubungan ini, perlu melalui suatu pendekatan secara personal. Sering mengundang pada senior di Permasis makan bersama di Jakarta adalah salah satu cara. Untuk menanam goodwill di masyarakat, sering mengunjungi masyarakat di pedesaan mengadakan dialog dengan mereka. Dengan demikian image Pak Hasan Karman akan bertambah baik.

 

CintaSingkawang  tidak menemukan bukti yang dapat memberikan indikasi bahwa Pak Hasan Karman tidak akan mencalonkan kembali pada pilkada mendatang. Jika sekarang Beliau mengatakan dia tidak ingin mencalonkan kembali pada pilkada mendatang itu adalah pernyataan premature, terlalu dini. Karena dalam waktu dua tahun mendatang banyak hal yang  dapat diperbaiki oleh Pak Hasan Karman walaupun sekarang kita melihat hal tersebut sebagai faktor yang menganjal pencalonan kembali.

 

CintaSingkawang,17 Oktober 2009