Surat Pembaca-Jawaban

"Tanggapan terhadap surat Pak Dion Jun"
26 Januari 2011

Komentar:

From: Dion Jun <dionjun@gmail.com>
Subject: RE: Kunjungilah website Cintasingkawang
To: "'Tritan Saputra'" <tritan@3-tan.com>, "'cinta singkawang'" <cintasingkawang@yahoo.com>, singgie82@yahoo.com, erlin_dharmayanti@yahoo.com, suhartoact@yahoo.com, fx_sundoko@yahoo.com
Cc: "'Bobby Budiarto'" <bobby.budiarto@cbn.net.id>, sinjanto.xu@gmail.com
Received: Monday, 24 January, 2011, 1:32 PM

Hallo TemanTeman,

Perlu saya sharing sama kalian,

Web ini dibangun oleh orang yang tidak jelas. Tujuan Web ini Cuma mau menjelekkan Hasan Karman. Entah mereka ada dendam kesumat apa. Hasan membiarkan mereka karena tidak ada waktu meladeni, dan orang Singkawang pendukung Hasan juga tahu semua itu berita palsu. Masak ada web yang katanya Cinta Singkawang, isinya menyerang Hasan melulu. Coba baca di web ini ada tidak satu artikel yang memuji kota Singkawang atau memberikan saran yang baik bagi kota Singkawang. Semuanya hanya kecaman dan fitnah. Sampai Singkawang dapat rekord Muri juga dikecam. Padahal Muri itu kebanyakan diusulkan dan disponsorin oleh swasta bukan oleh Pemkot. Pemkot Cuma diminta persetujuan saja. Kog hal yang begini juga dikecam ? Aneh kan?

Pak Poo yang tidak ada hubungan dengan Singkawang, juga dijelekin karena menyumbang panitia Cap Go Mei. Padahal panitia Cap Go Mei ini bertujuan mempromosikan Singkawang. Pokoknya semua yang memberikan manfaat bagi Singkawang dan ada hubungan dengan Hasan pasti dijelekin. ini sudah terlalu kasar dan jelas misinya.

 

Saya dulu pernah membaca satu artikel di web ini yang mendukung digusurnya patung naga di Singkawang oleh FPI. Patung Naga ini merupakan symbol rakyat Singkawang ( yang mayoritas Chinese ) melawan tekanan dari minoritas. Anehnya Web ini mendukung FPI, karena FPI selalu mendemo Hasan Karman minta patung ini dirobohkan. Dari sini kita bisa melihat dendam membutakan kepentingan umum. Jika Hasan betul merobohkan patung ini, saya yakin web ini akan bicara lain, pasti dikatakan Hasan pengkhianat Tionghua dan masyarakat Singkawang, karena ijin pendirian tugu naga ini dari walikota sebelumnya, bukan Hasan.

 

Cap Go Mei tahun lalu dia juga menjelek jelekkan Hasan Karman dan panitianya, dan mengatakan ada panitia tandingan segala. Nyatanya kami kesana, acaranya sangat sukses dan tidak ada keributan segala. Malah luar biasa !

 

Sekarang dia tahu Hasan didukung pak Poo yang juga alumni Santo Yusup. Lalu dia mengkaitkan diperiksanya A Nyan ( alumni Santo Yusup ) yang lagi diperiksa bersama BPN Singkawang. Padahal tanah ini sudah dimiliki A Nyan sebelum Hasan Karman naik. Kemudian tiba tiba semua alumni dikirimin masalah ini. Tujuannya apa?

 

Saya sudah tahu soal web ini sejak Hasan baru ikut kampanye, tetapi saya tidak mau ikut komentar, karena saya pikir ada satu orang menggonggong terus juga baik agar Hasan selalu merasa diawasin. Tetapi kali ini dia mulai mengkaitkan alumni kita, saya kira ini sudah perlu kita klarifikasikan. Pak Poo menyumbang atas nama pribadi, tidak ada hubungan dengan alumni. A Nyan beli tanah juga uang sendiri, tidak ada hubungan dengan alumni. Kog sengaja disebut alumni Santo Yusup? Apa hubungannnya? Aneh banget!

 

Saya tidak habis berpikir, mengapa dunia ini ada orang yang mau menjelek jelekan bangsa dan suku sendiri dengan fitnah karena alasan ngak jelas. Orang ini diluar pasti sering menjelekkan keluarganya sendiri demi mencari sensasi pribadi. Mungkin mereka perlu konsultasi “ hypnotheraphy “ dengan Adi Gunawan.

 

Salam,

Jun

Jawaban dari CintaSingkawang:

 
Pak Jun yang sedang gelisah,
 

Terlebih dahulu CintaSingkawang mengucapkan terima kasih atas email Bapak. Kami senang mendengar tentang” pengakuan” Bapak bahwa  Bapak adalah salah satu pembaca CintaSingkawang. Walau Bapak sebagai pembaca kami yang setia, namun ada beberapa hal yang perlu Bapak ketahui tentang  Website kami. Website Cintasingkawang adalah website independen, legal terdaftar  dan tidak melanggar regulasi(hukum) di negara  dimana website Cinta  terdaftar dan dihosting. Sebagai website independen kami memiliki otoritas bebas  mengatur isi website kami, dan bukan kewajiban kami harus mempromosikan  kepentingan pihak tertentu, atau menyajikan sesuatu sesuai dengan keinginan Bapak. Disamping itu, kami memiliki kebebasan memarketkan(promosikan) produk kami kemana saja termasuk di lingkungan kalangan alumni Santo Yusup-Malang.  Tentu saja dengan pertimbangan supaya ditempat yang menjadi sasaran promosi kami mendapat informasi yang akurat, terdini, dan tidak mendapat” misleading information” sehingga  mereka tidak dirugikan karena “ketidaktahuan” mereka.   

Kami telah memenuhi kewajiban kami  menurut hukum yang berlaku di negara dimana website kami dihosting, untuk mengingatkan kepada pembaca  kami  isi dari website kami. Bagaimana cara Bapak menilai terhadap website kami itu persoalan Bapak. Kami tidak memiliki hak dan bukan kewajiban kami untuk mengatur ataupun mengontrol cara Bapak berpikir. Jika Bapak keberatan terhadap isi dari artikel ataupun  gaya penulisan  di website kami, itu masalah Bapak.  Perlu Bapak ketahui
, website kami memiliki reputasi dan merupakan  website bacaan bagi para politisi & elite Singkawang yang saat ini sangat popular di Singkawang maupun di perantauan. Dibaca oleh penduduk dari 24 negara, dikunjungi ribuan pembaca per minggu.

Pak Hasan Karman, Pak Murdaya Poo, Pak Pedro Halim (A Nyan). Mereka adalah alumni Kolese Santo Yusup-Malang. Ini adalah fakta ! Apakah salah kalau kami mengatakan Pak Pedro Halim (A Nyan) adalah alumni Kolese Santo Yusup-Malang ? Kasus Pak Pedro Halim yang tersandung masalah hukum di Singkawang itu perbuatan dan tanggungjawab Pak Halim sendiri. Kami tidak mengatakan “perbuatannya” atau ”kasusnya” ada hubungan dengan organisasi alumninya. Begitu juga mengenai pemeriksaan BPK terhadap proses mendapat penghargaan Adipura kota Singkawang. Tentu saja kami tidak membicarakan proses pemeriksaan sedang berlangsung  kedua kasus tersebut disini karena secara hukum tidak dibenarkan, dapat mempengaruh jalannya proses pemeriksaan kasus sehingga akan pengaruh hasil keadilan.

Mengenai patung naga? Kami sependapat dengan masyarakat Singkawang pada umumnya, menghargai sikap FPI cabang Singkawang selama demo relokasi patung naga tanpa bertindak anarki terhadap masyarakat Singkawang, terutama komunitas Tionghoa Singkawang. Sehingga aksi mereka tidak merugikan masyarakat umum. Dari golongan manapun jika mereka memperjuangkan kepentingan golongan mereka, aksi mereka tidak merugikan masyarakat dan mengutamakan kepentingan masyarakat sikap seperti itu harus kita hargai.

Sebagian besar masyarakat tidak merasa bangga akan patung naga tersebut karena barang tersebut tidak bisa dijadikan kebanggaan abadi.  Hanya  dua coretan pena  saja patung naga yang dibangga-banggakan  Pak Hasan Karman  itu bisa dibuang mereka  ke tong sampah. Karena rezim berganti. Jadi,kesimpulannya: membangun kota Singkawang bukan mengandalkan pembangunan symbol dan Cap Go Meh(CGM).

Tidak perlu diragukan Bapak adalah  pencinta CGM. Kita sering mendengar orang menyebut kota kita seribu kuil(kelenteng). Apakah kita bangga dengan sebutan tersebut? Mengapa mereka tidak menyebut kota Singkawang kota ”seribu sarjana” atau “seribu  PhD”? Dalam satu tahun, kota Singkawang menghasilkan lebih banyak tatung baru daripada sarjana  Bapak pasti merasakan apa perbedaan kehidupan masyarakat  diantara di kota  “seribu  sarjana” dengan “ seribu kuil “. Kita jangan selalu merasa  bangga orang lain memberi julukan tersebut,  tetapi bisa saja sebutan tersebut menjadi  bahan  olok-olokkan  orang lain atau cara mendiskreditkan kita. Apakah kita merasa sangat puas dengan berhasil  merayakan CGM ?   Komunitas kita menghabiskan  banyak waktu dan energi untuk hal itu. Apakah CGM itu bisa dijadikan contoh kesuksesan  untuk kota lain, secara ilmiah dapat dipelajari  dan dapat diterapkan dimana saja?  Sehingga  merupakan kebanggaan orang Singkawang  jika orang lain mengatakan  sistem mereka (org Singkawang) itu harus dicontoh karena dapat meningkatkan standard kehidupan  manusia. Namum demikian bagi orang tertentu memandang  CGM dan Patung naga bisa dijadikan bahan untuk kepentingan politik.

Sudah sangat jelas perbedaan sudut pandang antara Bapak dan CintaSingkawang, CintaSingkawang mengatakan yang benar tetap benar. Kami membela yang benar, karena  kebenaran bukan ditentukan  berdasarkan suku dan bangsa.

Terima kasih atas perhatian Bapak. Jangan lupa selalu mengunjungi website kami dengan demikian pandangan Bapak selalu diperbarui.

Salam kompak selalu,

Cintasingkawang

Baca lebih lanjut:Surat Pencerahan Utk Pak Dion Jun

 

 

CintaSingkawang, 26 Januari 2011