Konspirasi Pencabutan Ijin Usaha Perkebunan (IUP) PT.Patiware Perintis Makmur
17 Mei 2011
Komentar:

Dari: Kuntet Kartodirjo <kuntet189@yahoo.co.id>

Kepada: cintasingkawang@yahoo.com

Dikirim: Rabu, 11 Mei 2011 13:31

Judul: Trs: MAFIA TANAH

 

Salam Hebat buat Cinta Singkawang,

Cinta Singkawang memang cukup akurat dan hebat. Selama ini data tanah yang dijarah dengan kekuasaan HK tidak hanya sekedar buah bibir saja, tapi kali ini Cinta memuat nama-nama dengan jelas dan jumlah luasannya yang menunjukan HK bong sau fan ini benar-benar walikota memalukan dan menjijikan sebagai orang Tionghoa yang seharusnya menunjukan citra Tionghoa bagaimana menjadi pejabat yang benar di NKRI, khususnya di Singkawang yang kita cintai bersama. Bagi-bagi lahan seperti dimuat Cinta, sekarang petanya beredar luas di masyarakat Singkawang. Menurut informasi yang dibocorkan oleh orang yang tidak kebagian jatahnya dan sumber2 dari pejabat agraria yang dengan hati nurani tidak bisa terima tindak tanduk HK.

 

Ada pepatah Cina mengatakan; "Ciang Shan Ji Kai, Phen Xin Nan Ji" Gunung Besar bisa dipindahkan, Sifat orang susah berubah. Kalau mental perampok begitu ada kesempatan ya, rampok lagi. Orang2 di Group Barito Pacific Timber pasti masih ingat tahun 1990 an, bagaimana sepak terjang Hasan Karman dkk bersama suhunya Atian Lunardy menggarap harta Barito. Sekarang jadi Walikota keluar jurusnya lagi. yang kasihan pedukungnya dibodoh2i. Makanya untuk CAWAKO SINGKAWANG 2012, Warga SKW harus teliti latar belakangnya, jangan ada seperti HK model ini lagi. Kalau perlu email ke cinta singkawang, kami yakin cinta lebih pintar carikan info untuk pembaca setianya. Sekarang kan lagi musin, udah punya duit cuci dosa, di PERMASIS dan Yayasan Budha ZHU CHI juga banyak, orang yang tak tahu bilang hebat udah kaya berjiwa sosial lagi, orang yang tahu itu mah lagi cuci dosa. Ya mudah2an Dewa Dosa yang menerima mereka.

 

Masih menjadi teka teki bagi masyarakat Singkawang mengapa Pak HK begitu ambisi ingin menguasai tanah yang dimiliki Perkebunan PT.Patiware Perintis Makmur. Padahal perusahaan perkebunan sawit itu telah memenuhi prosedur dan peraturan yang berlaku dinegara ini. Bahkan Pak HK tidak tanggung tanggung mencabut Ijin Usaha Perkebunan (IUP) perusahaan tersebut, ingin mengusir perkebunan tersebut dari bumi kota Singkawang.

 

Dalam sebuah wawancara dengan Harian Cina Guo Ji Ri Bao tgl 3 Mei 2011, HK masih mau tonjolkan kehebatan memanfaatkan masalah SARA, menyebarkan kebencian terhadap etnis lain dengan mengatakan, kehidupan politik org Tionghoa dikekang. Memang Org Tionghoa yang tak mau politik, dibelahan di dunia ini dan termasuk di RRC sendiri orang Tionghoa lebih suka dagang daripada berpolitik, faktanya kekuatan RRC sekarang terletak pada ekonomi, orang semua puji pembangunan ekonominya luar biasa dan semua orang lupa dengan sistem pemerintahan RRC. Janganlah HK memanas-manaskan suasana, bahaya itu dan kamu seorang pejabat negara.

 

Berikut ini DAFTAR  yang mengesankan yang dicapai DOKTOL HK selama jadi WAKO SINGKAWANG;

1. Indikasi Korupsi Dana MTQ yang melibatkan Nyonya HK.

2. Slogan Spektakuler, fakta setelah hampir 4 tahun, Singkawang malah banyak masalah.

3. Patung Naga yang hampir membawa pertumpahan darah. Singkawang harus Siaga 1.

4. Makalah yang menjelek Suku Tertentu, yang mangantar HK harus berlutut di depan sultan yang belum tamat SMP. Kalau HK merasa tak salah kenapa harus berlutut. Alasan HK seperti berita di koran hanya untuk mengalah demi kedamaian. Kalau saya mundur jadi Walikota demi nama baik Etnis Tionghoa. Sekarang kan jadi sejarah seorang Walikota Singkawang keturunan Tionghoa yang bertitel DOKTOL berlutut di depan sultan yang berumur 15 tahun.

5. Orang Tionghoa yang tinggal di luar Pemkot Singkawang hidup dengan tidak tenang, karena ulah HK di Singkawang yang akan berefek domino ke wilayahnya.

6. Menjelek-jeleki Permasis dimana-mana. Padahal HK kacang lupa dengan kulitnya, tanpa ada Permasis, HK tak mungkin jadi Walikota hari ini.

7. Menciptakan suasana biokrasi yang tak nyaman, APBD terlambat terus setiap tahun.

8. Sekda terindikasi korupsi tanah di terminal, mempertanyakan keterlibatan HK.

9. Ada yang lain silahkan diteruskan bagi yang mengetahuinya.

 

Salam sukses cinta, cinta telah buat orang Singkawang makin terbuka dan makin pintar berpola pikir dan berpolitik.

Salam Kompak untuk Pencinta Cinta Singkawang.

 

 

 Jawaban CintaSingkawang:

 

Yth Bapak Kuntet Kartodirjo,

Terima kasih atas  kiriman email dan  pandangan  Bapak terhadap wako kita. Sudah  merupakan kewajiban CintaSingkawang menyajikan berita yang luar biasa untuk pembaca kami. Dengan harapan informasi yang jelas akurat dapat mencerahkan dan memperluas wawasan pembaca kita terutama mengenal lebih dekat permasalahan di kota Singkawang.

 

Ada bagian dari email Bapak, Cinta  memiliki perbedaan  persepsi dengan Bapak dalam hal mengenai“karakter manusia”. Tidak selalu orang membocorkan sesuatu informasi karena dorongan  perasaan keirian hati; tidak mendapat kebagian  hasil dari suatu keuntungan ataupun kejahatan. Bisa saja orang membacorkan suatu informasi ke publik karena dengan berbagai alasan. Diantaranya:

-Informasi tersebut  mengenai perbuatan  bertentangan  dengan prinsip yang dianut orang tersebut.

-Bahwa informasi tersebut perlu diketahui oleh masyarakat luas supaya masyarakat mendapat informasi yang sebenarnya. Sehingga masyarakat luas tidak dirugikan dikarenakan ketidaktahuan atau supaya tidak dibodohi oleh pihak tertentu.

-Demi keadilan; dengan harapan informasi yang dilepaskan ke publik dapat  mengubah keadaan.Terutama mengubah pandangan umum terhadap sesuatu.

 

Perbedaan sangat mendasar dalam hal mengontrol “kejujuran manusia” di negara maju dengan negara sedang berkembang. Di negara maju dengan memakai perangkat “hukum” untuk mengontrol ketidakjujuran yang dilakukan oleh “makluk” yang disebut manusia itu. Ketidakjujuran bisa dihukum dan dikenakan saksi. Sedangkan di negara sedang berkembang dibebankan kepada “agama atau ajaran” untuk menekan “ketidakjujuran” yang dilakukan manusia. Karena di negara sedang berkembang untuk membuktikan ketidakjujuran sering menghadapi berbagai kendala; memerlukan biaya besar dan terkadang terbentur masalah hukum, susah untuk pembuktian.Nilai keadilan sering diukur dengan kekuatan ekonomi.

 

Kalau dalam kehidupan pergaulan sosial Bapak menemukan banyak orang “berbuat amal”, mereka adalah mantan penipu atau pelaku kejahatan ekonomi. Sangat mengejutkan kita kalau itu benar terjadi di organisasi seperti Permasis dan Yayasan Budha  Tzu Chi sudah terkontaminasi oleh oknum oknum seperti itu.

Tetapi, yang paling mencemaskan  kita yaitu oknum oknum semacam itu sudah masuk ke dalam chain birokrasi untuk melakukan kejahatan ekonomi dalam skala besar yang intinya merugikan masyarakat luas dan negara. Maka itu kita mengingatkan kepada komunitas Tionghoa Singkawang jika mereka ingin menjadi pejabat di kota Singkawang jangan harap bermental korupsi dan KKN  akan mendapat dukungan dari komunitas luas. Menurut track rekor Pak HK selama menjabat wako Singkawang gagal membawa misi komunitas Tionghoa Singkawang. Keinginan komunitas Tionghoa Singkawang yakni ingin komunitas kita menjadi pemimpin birokrasi yang dapat memberi teladan kepada etnis lain dalam hal bebas dari korupsi dan permainan kejahatan ekonomi yang merugikan masyarakat umum dan Negara. Nyatanya Pak HK tidak ada bedanya dengan pemimpin lain yang sering kita temukan di dalam berita koran bahwa “pejabat ini  telah terlibat kasus ini”. Tidak ada yang dapat  dibanggakan pejabat Tionghoa ini, karena tidak dapat menyampaikan aspirasi yang diinginkan Tionghoa Singkawang pada umumnya.

 

Mengenai tanah miliki Perkebunan PT.Patiware Perintis Makmur. Pak HK telah ditegur oleh beberapa pejabat Negara bahwa Pak HK telah melakukan kesalahan dalam hal pemahaman hukum terhadap suatu keputusan hukum. Walaupun Pak HK sebagai sarjana hukum tetapi diumpamakan membawa mobil. Kemahiran membawa mobil bukan diukur dengan memiliki SIM. Bukan berarti memiliki SIM sudah mahir membawa mobil.

 

Gubernur KalBar, Cornelis memerintahkan Pak HK untuk mengembalikan Ijin IUP kepada PT. Patiware melalui surat tertanggal 30 Des 2009, no. 180/4571/HK-C. Supaya tidak  memalukan masyarakat Singkawang. Ada 2 menteri juga menyurati HK sarjono hukum yang buta hukum ini, Kementerian Pertanian melalui surat no. 164/HK.410/M/2010, tertanggal 12 April 2010 dan Kementerian Dalam Negeri No. 183/849/SJ, tertanggal 2 Maret 2010. Berdasarkan keputusan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara No. W2-TUN4/1763/HK.08/XII/2009, tertanggal 10 Des 2009 yang ditujukan ke Walikota Singkawang.

Dokumen dan catatan pribadi  mengenai hal ini silahkan para pembaca membaca lampiran CintaSingkawang yang dikirim dari narasumber Cinta di pelbagai instansi beserta departemen.

 

Menurut hasil investigasi Cinta ternyata tanah tersebut rencananya akan diberikan kepada Kakak kandungnya Pak HK; yaitu sdr.Achung Rusli bersama Atian Lunardy. Keserakahan yang memalukan dengan menggunakan kekuasaan. Alasan pencabutan IUP, kata Pak HK tanah Singkawang  sempit tak wajar untuk perkebunan, tapi kalau diberikan ke Konco-konco atau saudaranya tanah Singkawang jadi luas.

 

Kita yakin jika pejabat bermental demikian tidak ada investor mau menanamkan modal dan membagun usaha di kota Singkawang. Karena para investor harus memberi perincian proposal usaha dalam permohonan izin usaha. Permohonan pasti tidak akan dikabulkan, sedangkan  proposalnya akan dipakai oleh konco konconya untuk mendirikan proyek yang direncanakan investor. Bukan usaha untuk mencari keuntungan bersama tetapi ingin menjadikan investor sebagai mangsa.

 

Semoga jawaban ini dapat memuaskan Pak Kuntet Kartodirjo. Jangan lupa selalu membaca CintaSingkawang.

 
Dokumen dan catatan pribadi:
Surat Gubernur
 
Surat Menteri dalam negeri
 


 
 


 
CintaSingkawang,17 Mei 2011