Andreas Chang

Iklan Obat kuat untuk kaum Lelaki

Baliho Pak Andreas Chang

 

30 Desember 2015

Komentar:

Sudah lebih satu minggu  kehadiran sebuah baliho yang tertancap dijalan Singkawang -Pontianak di desa Lirang, kampung Sedau. Pesan yang ingin disampaikan melalui Baliho ini menjadi sebuah teka teki bagi masyarakat umum, terutama bagi mereka yang berusia dari 15 tahun sampai 63 tahun. Dalam Bahasa statistik; lebih 80% dari jumlah penduduk kota Singkawang tidak memahami makna dari isi baliho tersebut. Karena mereka tidak bisa membaca aksara China tersebut.

Bagi mereka yang tidak mampu membaca aksara yang tertulis dibaliho itu akan mencoba menerka makna tersebut. Seperti seorang anak membaca buku komik, akan menerka jalan cerita dengan memperhatikan gambar terlukis pada halaman buku tersebut. Penafsiran dari si anak bisa salah dari makna cerita yang disampaikan pada penulis, ini bisa terjadi.

Sekedar contoh Pak Johan “menafsirkan makna dari baliho itu merupakan sebuah pesan iklan obat kuat untuk kaum lelaki Singkawang, obat tradisional buatan China”. Ada juga menafsirkan itu sebagai reklame pemberitahuan penyuluhan pertanian dari negara sahabat akan berkunjung ke desa Lirang”. Masih banyak penafsiran lain yang belum sempat CintaSingkawang  tampung semua.

Kita tidak menyalahkan Pak Johan dan yang lain, mengapa mereka nafsirkan isi baliho Pak Andreas Chang seperti itu. Karena mereka tidak memahami aksara China yang tertulis diatas baliho tersebut.

Mungkin ini adalah baliho Pak Andreas Chang yang pertama memperkenalkan dirinya kepada masyarakat, supaya komunitas Tionghoa Singkawang memberi dukungan dalam pencalonan diri beliau  sebagai wali kota Singkawang 2017. Pada team proganda politik Pak Andreas Chang mungkin sudah lupa dengan ilmu komunikasi yang didapat di BINUS. Salah satu dari prinsip ilmu komunikasi yaitu memakai tools (bahasa) yang mudah dipahami oleh pihak yang menerima informasi. Dengan demikian para pihak penerima informasi akan melakukan pesan pesan telah disampaikan. Hingga  meraka tidak akan melakukan kesalahan dalam  memilih walikota Singkawang 2017.





CintaSingkawang,30 Desember 2015