Hoki Ketua CGM2011 Singkawang

"Seketariat Panitia CGM 2011 sudah ditutup akibat kuatir diserbu para tatung"

29 Januari 2011

Komentar:

Menurut mitos yang dipercayai oleh kalangan masyarakat kita bahwa “hoki”(peruntungan) memainkan peranan penting dalam kehidupan manusia. Sukses atau gagal dalam kehidupan orang bergantung pada hoki. Ada orang  tanpa banyak  berusaha dalam kehidupan  tetapi hidupnya selalu sukses. Ada juga selalu berusaha tetapi  hasilnya selalu gagal.

 

Bagi kalangan yang percaya akan mitos ini, mereka juga yakin hoki itu selalu berubah, mengikuti perubahan waktu. Mungkin pada bulan lalu hokinya baik belum tentu pada bulan berikut hokinya sama.  Sekedar contoh Pak Aliok( alias Lio Kurniawan), ketua panitia CGM2011 Singkawang. Ketika Pak Aliok menjabat ketua panitia CGM2010 Singkawang yang lalu hokinya cukup baik, defisit keuangan CGM 2010 dapat ditutup. Walaupun dengan  bersusah payah menutupinya. Nah, belum tentu hoki sama akan terulang kembali pada tahun 2011 ini. Karena sudah ada tanda tanda menunjukkan usaha untuk menyukseskan CGM 2011 sudah semakin sulit bagi Pak Aliok.

 

Seperti insiden yang terjadi di restauran Raja Kuring. Pak Aliok membooking 30 meja dan ditambah 10 meja sebagai cadangan, total 40 meja. Pak Aliok khawatir  kalau tidak booking 40 meja nanti tidak cukup menampung para undangan penggemar CGM Singkawang ini yang digembar-gemborkan di koran bahwa masayarakat Kalbar yang ada di Jakarta akan berbondong-bondong menghadiri acara tersebut. Pantas disayangkan, penggemar CGM yang diharapkan Pak Aliok yang hadir hanyalah  17 meja saja. Ketika acara selesai Pak Aliok mau membayar 17 meja saja tetapi pihak pemilik restauran keberatan dan meminta  Pak Aliok membayar full(40 meja ). Melalui negosiasi panjang antara Pak Aliok dengan pihak pemilik restauran akhirnya mencapai kesepakatan bahwa Pak Aliok dikenakan membayar 30 meja saja. Dan pihak restaurant memberi catatan kepada Pak Aliok lain kali booking restaurant harus pakai sistem Amerika( bayar dulu kemudian baru proses oderan ).

 

Sementara itu di Singkawang ada ratusan tatung  baru yang mau mendaftar diri ke pihak panitia CGM2011 tetapi pihak panitia menolak mereka dengan  pelbagai alasan yang tidak jelas. Tentu saja para tatung baru ini merasa mereka didiskriminasi oleh pihak panitia. Bahkan Panitia kian hari kian menghindar jika ditanya para Tatung tentang nasib mereka,dan berita terakhir Panitia menutup seketariat Panitia di Singkawang. Setelah menetapkan pembatasan hanya tatung bertandu golok minimal 5 yang yang berhak mendapat honor, dan yang mengejutkan adalah Panitia menurunkan honor tatung menjadi 1,25 juta sampai 2,5 juta dengan demikian telah terjadi kebohongan publik sebagaimana diketahui dalam wawancara dengan majalah Kalimantan ketua Panitia Lio Kurniawan alias Aliok mengatakan honor para tatung sebesar Rp3,8 juta/tatung.

Rumor yang sedang beredar di kalangan masyarakat bahwa alasan pembatasan tatung karena  pihak panitia kekurangan dana.

 

Ada satu kebijakan dari pihak panitia CGM 2011 Singkawang yaitu memberi kebebasan kepada masyarakat mendirikan Altar. Menurut Pak Chai Ket Khiong “itu bukan “kebijakan” tetapi mereka terpaksa memberi izin kepada masyarakat karena keterbatasan dana mereka untuk mencegah kami”. “Padahal masyarakat berhak dan bebas  mendirikan altar” kata Pak CKK.

Menurut rencana pihak MTI pimpinan Pak Chai Ket Khiong sudah mengumumkan akan mengedarkan buku Paramitha seperti tradisi lama merayakan CGM dengan swadaya masyarakat sebagai akibat ketidakmampuan Panitia mengelola  para tatung dengan sistim monopoli altar tunggal .

 

Merayakan CGM Singkawang tanpa memecahkan rekor MURI seperti kurang meriah bagi pihak panitia. Akhirnya , Pak Aliok menyiapkan dua ide mencetak rekor MURI. Yakni: sepeda lampion dan tempayan raksasa berisikan kue keranjang yang ditempatkan di Stadion Kridasana Singkawang.

Sepeda yang dihiasi lampion memakai pelajar SMP Bruder Singkawang untuk melakoni kegiatan ini. Sedangkan tempayan besar berisikan kue keranjang. Menanti dermawan menyumbang kue keranjang untuk mengisi tempayan tersebut.

Menurut hasil rapat di kalangan terbatas  Kaliber’s ( ikatan Alumni SMP Bruder Singkawang) meminta kesediaan Pak Aliok untuk tidak mencalonkan diri sebagai wako Singkawang  pada pilkada 2012 nanti. Keputusan ini merupakan sebuah  eksekusi terhadap masa depan dan peluang menjadi pejabat bagi Pak Aliok. Menurut kubu Pak Aliok keputusan seperti itu tidak adil  dan merugikan Pak Aliok,  tetapi menguntungkan Pak HK. “Karena diumpamakan sebuah pertandingan tinju antara Pak HK dengan Pak Aliok. Tangan  Pak Aliok diikat oleh Kaliber’s. Sedang Pak HK bebas memukul Pak Aliok. Seharusnya biar kedua tokoh tersebut bersaing di masyarakat kemudian siapa yang lebih popular menurut penilaian masyarakat. Kemudian  yang popular ini kita calonkan menjadi kandidat untuk maju ke pilkada 2012. Seperti partai-partai di negera maju, ada persaingan sesama anggota dalam partai. Dengan demikian pihak incumbent juga harus  berusaha menjaga popularitas dirinya, kalau dirinya tidak popular akan diganti.  Kalau Pak HK tidak popular dan masyarakat Singkawang menolak dia, seharusnya dia harus minggir dan memberi kesempatan kepada Pak Aliok yang lebih populer supaya bisa menang dalam pilkada.  Kalau tidak popular dan tidak bisa diterima masyarakat kita paksakan untuk dicalonkan kembali maju  pilkada, akhirnya kalah. Kalau  seperti itu terjadi bagiamana? Siapa yang harus bertanggungjawab?” kata pendukung Pak Aliok yang setia ini, demikian kata anggota   Kaliber’s  yang meminta CintaSingkawang jangan memuat indentitas dirinya.

Komentar dari pendukung Pak Aliok itu bisa diterima logika, politik selalu berubah, semakin ditunggu situasi akan semakin sulit dikontrol.

Sudah sepantasnya Pak Aliok mempertimbangkan: dorongan dari masyarakat( masyarakat ingin Pak Aliok menjadi wako), faktor usia( semakin ditunggu semakin tua).

 

Nasib manusia bukan hanya ditentukan oleh Hoki saja, tetapi kita sendiri harus bisa menentukan masa depan kita sendiri. Masa depan Pak Aliok hanya Pak Aliok yang bisa menentukan bukan ditentukan oleh Kaliber’s dan Pak HK. Untuk itu, Pak Aliok harus bersemangat, jangan mau dikontrol.


 
CintaSingkawang, 29 Januari 2011