Hasan Karman versus Iwan Gunawan

06Juni 2010

Komentar:

  Ketika kapal kandas tikus dan kecoaklah yang pertama pergi ”

Tulisan ini merupakan bagian kedua dari tulisan “Wawancara Exclusive Dengan Bapak Iwan  Gunawan”. Pada tanggal 27 Mei 2010 Bapak Iwan Gunawan  menceritakan  penilaiannya tehadap Pak Hasan Karman melalui koran Pontianak Post dengan judul berita ‘Walikota Tuding Iwan Terlibat’. Pemberitaan Pak Iwan melalui media cetak itu merupakan”the best show in town’ bagi masyarakat Singkawang.  Sebagian besar masyarakat Singkawang berpandangan sama dengan Pak Iwan dalam hal  penilaian terhadap  gaya kepemimpinan Pak Hasan Karman. Mengapa pada saat masyarakat  mempersoalkan makalah Pak HK;  Pak Iwan mengkritisi Pak HK dengan vulgar bahkan terkesan “mengadili” pak HK melalui koran ? Mengapa pak Iwan memilih timing yang tepat untuk mengekpose hal ini?  Faktor apa yang mendorong Pak Iwan membuat demikian? Apakah motivasi Pak Iwan ? Marilah mengikuti analisa Cintasingkawang dibawah ini:

Iwan Gunawan adalah pengusaha muda yang bergerak di bidang percetakan dan walet di Singkawang. Disamping sebagai pengusaha juga berkecimpung di dunia politik praktis dan ormas. Karier didunia politik dia pernah menjabat DPD Partai Golkar (PG) Kota Singkawang, di Ormas pernah menjabat ketua FOKET.

Bisnis utama  Pak Iwan adalah Walet disamping itu juga pernah menjadi suplier rekanan Pemkot Singkawang. Deal bisnis dengan birokrasi maka Pak Iwan dikenal oleh kalangan birokrasi. Didalam bisnis dengan kalangan birokrasi Pak Iwan sempat membina persahabatan dengan pejabat, salah dari sahabatnya adalah mantan wako Singkawang, Pak Awang.

Dalam pergaulan sosial Pak Iwan berteman akrab dengan Pak Lio Kurniawan atau yang lebih dikenal dengan panggilan Pak Aliok, Pak HK dan dan tokoh “unik” Bong Li ( Benny Setiawan).Sama halnya dengan nama-nama diatas Pak Iwan Gunawan juga adalah pengemar setia event kesayangan segelintir elit Singkawang yaitu Cap Go Meh dan juga penggemar setia patung Naga.Yang hari ini menjadi bencana bagi masyarakat Singkawang.

Dalam pengalaman hidup nyata Pak Iwan lebih dahulu merasakan nikmatnya berbisnis dengan birokrasi dibandingkan dengan Pak HK. Sedang Pak Aliok sedang menyusul kearah kesana. Pak Iwan lebih dahulu mengenal dunia birokrasi dibandingkan Pak HK.

Sejak sesudah acara CGM 2010 hubungan Pak Iwan dengan Pak HK sudah mulai menunjukkan tanda –tanda tidak serasi dan  tidak harmonis. Karena Pak Iwan merasa kelompok ini sudah menjadi beban baik sosial maupun politis apalagi beban kantong juga bias-bisa menjadi sapi perahan  untuk menutup defisit acara CGM 2010 itu. Sebagai seorang pengusaha Pak Iwan memakai perhitungan dagang untuk mengkalkulasi untung rugi bersahabat dengan Pak HK. Menurut hasil perhitungan Pak Iwan lebih banyak buntungnya daripada untung. Sebaliknya menurut pandangan Pak HK ; Pak Iwan terlalu perhitungan dalam persahabatan mereka. Sehingga Pak HK mengirim sms kepada Pak Iwan untuk menasihati Pak Iwan bagaimana cara bersahabat dengan gaya “Singkawang Spektakuler”dengan perkataan lain Pak Iwan diminta untuk mengubah tabiat sifat “minyak” menjadi “air”.

Rasa frustrasi Pak Iwan diungkapkan kepada masyarakat ketika melayat keluarga Lay di Sakkok.  Kata Pak Iwan” Pak HK memperlakukan teman ‘habis manis sepah dibuang’ “.

Beberapa minggu kemudian Pak HK mengumumkan tentang perizinan rumah walet. Pak Iwan sebagai ketua Asosiasi Pengusaha Walet Singkawang (APWS) merasa peraturan tersebut  seperti dia ditikam dari belakang oleh temannya.

Pada tanggal 27 Mei 2010 Pak Iwan menyerang Pak HK melalui koran. Mengapa Pak Iwan berbuat demikian ? Ada dua kemungkinan:

-Pertama: Menurut perhitungan Pak Iwan bahwa Pak HK sudah merupakan kartu mati, karena ditinggalkan oleh pendukungnya dan elite komunitas Tionghoa Singkawang di Jakarta. Kalau didukung terus lebih banyak rugi daripada benefit. Deal bisnis dengan Pak HK semakin susah dan bersyarat. Tanda-tanda dukungan kepada pemerintahan Pak HK sudah lemah pertanda HK akan cepat jatuh apalagi di lapangan telah tejadi pergeseran pergaulan HK cenderung turun kelas dari kelas Tetiono dahulu malah kini HK praktis hanya ditemani oleh Lo Chu dan kawan-kawan.

Apa bila terjadi suksesi kepemimpinan di Singkawang berarti ada peluang baru dan deal bisnis dengan boss baru jauh lebih mudah, daripada dengan Pak HK.

Pada saat ini Pak Iwan dan Pak Budiman Chang memiliki pandangan yang sama dalam  satu hal; tidak akan mendukung pemerintah Pak HK lagi . Karena mereka berdua  diperlakukan sebagai “sepah” oleh Pak HK.

 -Kedua: Bisa saja Pak Iwan  berbuat demikian karena mendapat masukan(nasehat) dari teman-teman dilingkungan birokrasi bahwa sudah saatnya meninggalkan Pak HK. Dari pihak yang sangat memahami perkembangan politik di Singkawang atau teman dekatnya seperti Pak Awang.

Kalau Pak Iwan tidak cepat meninggalkan Pak HK dia akan kena akibat. Pak Iwan ini juga ditugaskan sebagai pesulap untuk sebuah show kepada komunitas Tionghoa Singkawang.

Dalam pikiran Pak Iwan, kalau terus mendukung Pak HK berarti dirinya akan kehilangan peluang menjadi pejabat. Karena ada kemungkinan kedepan Pak Iwan akan diminta oleh pihak tertentu  untuk menemani pilkada mendatang, akan dicalonkan sebagai wawako Singkawang.

Ketika Pak Aliok membaca komentar Pak Iwan di koran, Pak Aliok menjadi marah dan menyalahkan Pak Iwan. Dalam pertemuan dengan Kapolres Singkawang di City Walk Jakarta  Pak  Aliok mengatakan tidak pantas mengiritik Pak HK secara terbuka. Perbedaan pandangan yang sangat fundamental  antara Pak Aliok dengan Pak Iwan terhadap Pak HK. Bagi Pak Iwan ;Pak HK  gagal membangun kota Singkawang, mempermalukan komunitas Tionghoa Singkawang dalam hal makalah sudah pantas diganti. Sedangkan bagi Pak Aliok; Hasan Karman masih berharga selama memberi kesempatan mendapat tanah murah dan mudah di Singkawang dan bersedia diperalat oleh rekan-rekan sesama “Kalibers”nya dalam urusan mafia tanah .

Kepergian Pak Iwan dari lingkungan Pak HK akan mempengaruhi dukungan Pak HK di Singkawang. Tidak menutup kemungkinan banyak akan  mengikuti jejaknya Pak Iwan. Karena mereka ingin menyelamatkan diri lebih awal sebelum kapal HK kandas.

  

CintaSingkawang, 06Juni 2010