Membangun Kota Singkawang dengan membebani  dana Anggaran Belanja

19 Februari 2010

Merupakan  kesempatan yang sangat istimewa untuk team CintaSingkawang  dapat  Gong Hi Fa Cai dengan  Bapak Herry Chung di Bandung.  Cinta mengunjungi rumahnya di Kawasan elit di jalan Cipaganti . Inilah hasil dari interview Cinta dengan Beliau.

 

Cinta :

"Apa kabar Pak Herry  selama ini ? Sudah lama kita tidak berbincang-bincang tentang perkembangan kota Singkawang".

     
Herry : "Baik,Cinta. Sudah hampir satu tahun kita tidak ketemu. Saya harap  Cinta dan semua rekannya  dalam keadaan  sehat dengan demikian Cinta dapat  menyajikan artikel yang menarik untuk para pembaca, khususnya untuk para elit Singkawang".
     
Cinta :

"Sudah dua tahun Pak Hasan Karman menjabat sebagai wali kota Singkawang, kita akan meninjau keberhasilan  dan kekurangan dalam menjalankan pemerintahnya selama masa dua tahun ini. Perayaan Cap Go Meh 2010 di kota Singkawang yang diketuai oleh Bapak Lio Kurniawan alias Pak Aliok. Dan mengendus-endus calon wako yang akan datang. Itulah topik yang akan menjadi bahan pembicaraan kita dalam interview ini. 

Pak Herry, kita mulai dengan masalah CGM 2010 ".

     
Herry : "Silahkan Cinta".
     
Cinta :

"Bagaimana pandangan Bapak tentang pelaksanaan acara CGM 2010 ini ? Langsung  dibawah pimpinan  Pak Aliok?".

     
Herry :

"Kita harus melihat makna  CGM dari segi prospektif yang mana . Apakah perayaan CGM  itu bermakna untuk kepentingan masyarakat Singkawang? Atau perayaan CGM untuk  kepentingan individu atau kelompok. Dengan bahasa sederhana kita mengatakan CGM untuk kepentingan masyarakat atau untuk  kepentingan Pak Aliok dan Pak Hasan Karman. Sejak Pak Hasan Karman menjabat wako Singkawang bukti menunjukkan bahwa acara CGM sudah bergeser nilainya, dipakai  untuk kepentingan politik atau kepentingan kelompok. Sekedar contoh setiap kali menjelang perayaan CGM pak wako kita,Pak Hasan Karman mengeluarkan SK yang intinya membatasi jumlah altar. Supaya kelompok mereka mendapat hak  monopoli dalam pelaksanaan  kegiatan perayaan CGM,  terutama kegiatan lelang.Sejarah mencatat di bawah pemerintahan Pak Hasan Karman masyarakat Singkawang merasa tidak bebas mendirikan altar terutama bagi kelompok Chai Ket Khiong dan Bong Wui Khong. 

Saya rasa tidak banyak berbeda  CGM 2010 dibandingkan dengan CGM yang lalu walaupun di bawah kepemimpinan Pak Aliok. Karena sejak Pak Hasan Karman menjabat wako Singkawang setiap tahun acara CGM Pak Aliok sudah terlibat dalam kepanitiaan, cuma dia bersembunyi di balik layar. Namun demikian, kita harus menghargai usaha-usaha yang telah dilakukan oleh Pak Aliok demi sukses acara CGM di Singkawang.Suatu hal yang positif yang dilakukan oleh Pak Aliok".

     
Cinta :

"Menurut  pihak panitia  CGM 2010 mereka akan memecahkan  beberapa rekor MURI . Bagaimana komentar Bapak akan hal ini?".

     
Herry :

"Materi yang mereka pakai untuk memecahkan rekor MURI tidak ada yang istimewa, bukan hal baru. Sekedar contoh kita ambil  lampion, lampion terbesar padahal lampion biasa cuma ukurannya di besar-besarkan. Seperti kita mengambar sebuah lukisan dalam ukuran kecil kemudian lukisan itu kita ubah  menjadi besar( skalanya diperbesar-  dengar pengaris pembesar) tetapi bentuk dan rupa lukisan itu tidak mengalami perubahan . Tentu saja  lukisan sudah diperbesar itu tidak memiliki nilai kreativitas karya seni,  karena bentuk dan rupanya seperti lukisan kecil itu. Jadi, dari segi karya seni  tidak mengandung kreativitas dalam hal ini".

     
Cinta :

"Bagaimana dan apa yang akan kita lakukan ke depan  agar acara CGM dijadikan sebagai event untuk menarik wisatawan  ke Singkawang?".

     
Herry : "Ada beberapa negara di Asia pada acara CGM dijadikan event untuk menarik turis, sekedar contoh  negara Thailand.  Phuket jadi pusat untuk aktrasi CGM. Tetapi, para turis bule tidak antusius dengan event tersebut yang disajikan penuh dengan sadisme, bukan entertainment untuk keluarga. Begitu juga dengan CGM di Singkawang.
Beberapa hari yang lalu salah satu koran nasional terbitan di ibukota memuat gambar tatung cilik yang sedang memotong lidahnya.Pihak panitia CGM  merasa bangga show tatung cilik itu. Ini  bukti nyata acara CGM terjadi eksploitasi terhadap anak kecil(anak dibawah umur) padahal ini melanggar hukum. Apakah SK tentang CGM pada Pak Wako kita  tidak mengatur umur pada patung yang diperbolehkan ikut pawai. Seharusnya tatung dibawah umur jangan ikut dalam acara resmi(pawai). Ke depan, kita mengharapkan event CGM lebih beroritasi sebagai entertainment untuk keluarga. Untuk itu, harus dirancang suatu paket acara. Jangan seperti sekarang hanya menonjolkan pada tatung saja. Sehingga mengurangi potensi event tersebut
".
     
Cinta :

"Tidak terasa sudah dua tahun Pak Hasan Karman menjabat wako Singkawang. Sesuai dengan janjinya Beliau akan membangun pabrik yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat Singkawang dan Bandara Singkawang. Akan tetapi sampai saat ini banyak janjinya belum terealisasi. Beliau pernah dengan bangga mengumumkan Beliau membangun kota Singkawang tanpa membebani APBD, nyatanya APBD setiap tahun mengalami defisit.APBD tahun 2010 saja mengalami defisit 59 miliar rupiah.Bagaimana menurut pendapat Bapak tentang performa pemerintah Pak Hasan Karman sejauh ini?".

     
Herry : "Dalam hal ini kita harus melihat dari berbagai sudut sehingga kita mendapat gambaran yang jelas untuk nilai keberhasilan pemerintah Pak Hasan Karman sejauh ini. Kita harus akui di bawah pemerintah Pak Hasan Karman masyarakat Singkawang lebih banyak mendapat kesempatan melihat kembang api, karena hampir setiap event ada acara pasang  kembang api dan juga menyaksikan Baliho bergambar Pak Wakonya yang sebelumnya masyarakat Singkawang jarang menyaksikannya. Ya sekedar hiburan masyarakat Singkawang untuk nostalgia era tahun 70an pemandangan Chin Han atau John Travolta pada era film-film bioskop misbar tempoe doeloe. Acara CGM bertambah meriah dari tahun ke tahun.
Disektor non birokrasi Pak Hasan Kaman gagal menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat Singkawang. Karena tidak ada investasi yang signifikan  masuk ke kota Singkawang, peranan swasta tidak berfungsi. Sedangkan melalui sektor birokrasi hanya berhasil menciptakan lapangan pekerjaan dengan jumlah yang sangat terbatas, penerimaan pegawai negeri baru.
Masalah krisis listrik dan air belum ada pemecahan yang jelas bagaimana mengatasi masalah seperti itu. Dimasa yang akan datang masalah kebutuhan air bersih akan menjadi masalah ancaman terhadap kehidupan kota Singkawang.
Begitu juga masalah rumah walet(tentang tata ruang) tidak jelas penyelesaiannya, ini menyangkut kesehatan masyarakat(umum). Akhir-akhir ini ada isu beredar di masyarakat ada penyakit deman yang dicurigai ada hubungan dengan burung walet.
Bukan membangun kota Singkawang tanpa dana APBD, tetapi tanpa dana APBD Pak Hasan Karman tidak bisa membangun kota Singkawang!
Apabila defisit APBD tidak diperkecil pada budget mendatang, pada saat menjelang pilkada Pak Hasan Karman akan terjebak didalam defisit. Pemerintahnya akan lumpuh akibat APBD sangat terbatas, karena sudah defisit terlalu besar dan terlalu banyak. Pada saat itu lawan politiknya akan menyerang kebijakan pemerintahnya.
Kesimpulan saya  Pak Hasan Karman berhasil memberi penghiburan kepada masyarakat Singkawang via event-event kesukaannya tetapi, gagal dalam pengentasan kemiskinan, gagal meningkatkan standar kehidupan masyarakat Singkawang dalam hal menciptakan lapangan pekerjaan untuk mereka yang telah memilih Beliau
".
     
Cinta : "Apakah  Pak Hasan Karman memiliki peluang untuk dipilih kembali pada pilkada mendatang?".
     
Herry :

"Seandainya Pak Hasan Karman mau calon kembali pada pilkada mendatang ada beberapa faktor yang perlu Beliau perhitungkan. Yaitu faktor dukungan dan kepercayaan komunitas Tionghoa Singkawang terhadap kemampuan Beliau mendorong  perubahan kemajuaan.Terutama  dalam dukungan finansial dari elit Tionghoa Singkawang  di Jakarta. Selama ini sudah terjadi beberapa insiden yang menunjukkan hubungan Pak Hasan Karman dengan elit Tionghoa Singkawang di Jakarta kurang serasi.

Katakan insiden “Nam Jong” di daerah Lirang, seorang pengusaha yang dulu dekat Pak Hasan Karman sedang membangun sebuah proyek di Lirang, entah mengapa Pak Hasan Karman sms kepada camat setempat supaya mempersulit pengusaha itu memperoleh IMB.Isi sms tersebut sempat terbaca oleh pengusaha itu. Sebagai teman, sikap Pak Hasan Karman itu dianggap tidak terpuji oleh pengusaha tersebut dan berita tersebut beredar di kalangan elit di Jakarta.

Himbauan  melalui sms pasang iklan ucapan selamat atas kecapaian gelar S3nya yang tidak mendapat respon positif dari elit Tionghoa Singkawang di Jakarta ini memberi  indikasi bahwa HK sudah mulai ditinggalkan oleh mereka.

Pengaruh faktor psikologis pada komunitas Tionghoa Singkawang perlu diperhitungkan, apakah mereka masih setia memilih kembali Pak Hasan Karman? Dulu mereka memilih Pak Hasan Karman karena mengharapkan Singkawang lebih maju, pertimbangan faktor etnis dll. Jika Pak Hasan Karman yakin kedua faktor tersebut diatas  tidak mempengaruhi kesempatan Beliau dipilih kembali, Beliau akan maju untuk term kedua"..

     
Cinta :

"Mempersiapkan calon wako Singkawang ke depan. Siapakah yang berpotensi menjadi wako Singkawang yang akan  datang sesudah Pak Hasan Karman?".

     
Herry :

"Saya melihat ada beberapa figure yang berpotensi menjadi next  wako Singkawang dimasa akan datang. Kita batasi dua orang saja dalam pembicaraan ini. Salah satunya Pak Lio Kurniawan(Aliok), Beliau  sangat berpotensi menjadi next wako Singkawang. Figure Pak Aliok  sudah dikenal di masyarakat Singkawang, Beliau memiliki visi yang jelas bagaimana  membangun kota Singkawang menuju hari esok yang lebih baik. Beliau memiliki banyak koneksi di mancanegara. Untuk waktu dekat ini, kelihatan Beliau masih belum berniat untuk jabatan wako Singkawang.

Calon yang lain yang berpotensi menjadi next wako Singkawang yaitu Pak Edy R.Yacoub(wakil walikota). Pak Edy sangat berpotensi sebagai next wako Singkawang karena Beliau dapat diterima oleh pelbagai kalangan masyarakat di Singkawang . Pergaulan Beliau dengan komunitas elit Tionghoa Singkawang di Jakarta  sangat baik. Soal mendapat dukungan dari mereka sudah tidak ada masalah bagi Pak Edy. Popularitas Pak Edy dapat menyaingini Pak Hasan Karman, ini akan menjadi ancaman terhadap posisi Pak Hasan Karman baik dalam jangka waktu dekat ataupun jangka panjang".

     
Cinta :

"Pak Herry akan merayakan Cap Go Meh 2010 dimana?".

     
Herry :

"Pada hari Jumat(19/02/2010) sore nanti kami akan berangkat ke Sydney. Teman-teman telah menunggu kami disana. Pada hari Minggu kami akan menyaksikan pawai malam Imlek  di pusat kota Sydney. Lebih dari 200 orang penari dan penyanyi,pemain kungfu dll yang didatangkan dari Beijing untuk meramaikan acara ini. Dan pada hari CGM kami akan menyaksikan pertandingan Liung Son (perahu naga) internasional. Minum,minum, Cinta".

     
Cinta :

"Terima kasih, Pak Herry. Untuk  minuman dan kue yang enak, juga menyediakan waktu  untuk interview ini . Selamat jalan Pak, semoga liburannya menyenangkan".

     
Herry :

"Sama-sama,Cinta. Khiung Fat Choi".

     
    CintaSingkawang,19 Februari 2010