| Date |
Mon, 12 May 2008
23:34:47 +0700 |
| From |
"yenny Rustiana
Yap" <yennyrustiana@gmail.com> |
| To |
cintasingkawang@yahoo.com |
| Subject |
Dizi Gui |
Salam Cintasingkawang,
Komentar
beberapa pembaca Cinta,ttg Permasis yg
sudah bergeser dari Visi & Misinya,telah mendorong
saya menulis email ini.
Dikalangan tertentu
di
Jakarta
telah beredar info bahwa Permasis akan
memberikan pendidikan gratis pelajaran
Budi Pekerti /Dizi Gui bagi anak2 para
perantau di Jkt,konon ini ide dari Wako
Singkawang tidak resmi yg bermarkas di
Bandengan,saya salut dengan pak Wako skw
di Jkt,mengingat di Singkawang banyak
pihak yang mengklaim dirinya tokoh
masyarakat,tokoh politisi,tokoh ini ,tokoh
itu akan tetapi tingkah laku mereka
sangat memalukan kita sbg org Singkawang.
Seperti kata pepatah
"Guru kencing berdiri murid kencing
berlari" apa tidak sebaiknya Permasis
mengadakan Penataran Di zi Gui khusus
bagi tokoh2 yg disebutkan diatas
tadi,agar kelak tokoh2 yg mengklaim tadi
bisa memberikan contoh yg baik bagi
generasi kita mendatang,Mohon pencerahan
dr.Cintasingkawang ttg hal ini.Terima
Kasih
Best rgds
Yenny Rustiana
Warga Skw di Jkt
Jawaban dari
CintaSingkawang:
Yth Ibu Yenny R
Yap,
Rasa kecurigaan
dan kekhawatiran Ibu sangat
beralasan terhadap pelajaran Budi
Pekerti,Dizi Gui yang
diselenggarakan oleh Permasis.Cinta
sangat memahami perasaan Ibu Yenny
seperti pada umumnya seorang ibu
selalu berusaha melindungi
anak-anaknya dari berbagai bahaya
dan pengaruh buruk terhadap
kehidupan mereka.Ibu akan memilih
makanan yang bergizi yang
mengandung nutrisi terbaik
untuk anaknya.Dan berusaha
menghindari makanan atau minuman
yang dapat merusak kesehatan mereka.
Sebagai orangtua
bukan hanya saja soal makanan yang
dikonsumsi oleh anak
yang menjadi perhatian kita
tetapi juga masalah pendidikan moral
seperti ajaran-ajaran.Ideologi juga
dapat merusak kehidupan seseorang.
Sepengetahuan
Cinta belum ada statistik di
Indonesia yang menunjukan pelajaran
Dizi Gui tidak baik untuk
anak.Begitu juga tidak ada fakta
yang menunjukan bahwa
pelajaran Dizi Gui itu dapat
memperbaiki karakter seorang anak
dan
bertambah bahagia
didalam hidupnya.Kita masih belum
tahu pasti apakah
pelajaran Dizi Gui ini aman untuk
dikonsumsi oleh anak-anak kita atau
tidak.
Cinta
mengerti,Ibu tidak ingin anak anak
kita dijadikan sebagai kelinci
percobaan oleh ambisi kelompok orang
yang ingin memperbaiki karakter
komunitas kita tetapi tidak tahu
harus mulai dari mana.Saran dari Ibu
sangat tepat dalam hal ini,kita
tidak ingin melihat anak yang tidak
berdosa itu menjadi korban ambisi
sekelompok orang .Sesuai saran dari
Ibu,kita usulkan pendidikan Dizi Gui
diberikan dulu
kepada pengurus Permasis sebagai
angkatan pertama mendapat penataran
pendidikan Dizi Gui,kemudian diikuti
oleh politisi dan
tokoh masyarakat yang ada di
Singkawang sebagai angkatan
kedua.Angkatan ketiga untuk mereka
sebagai pengusaha yang ada
Singkawang dan Jakarta.Setelah
sekolompok orang
Singkawang yang terhormat itu
mendapat penataran pendidikan Dizi
Gui,kita sebagai rakyat kecil
mengadakan observasi keefektifan
pengaruh Dizi Gui terhadap mereka
.
Jika
ada indikasi perbaikan moral dan
karakter mereka,berarti pendidikan
Dizi Gui itu aman untuk anak-anak
kita.Kemudian anak-anak pada
komunitas Singkawang
wajib mendapat pendidikan
Dizi Gui.Setiap anak setelah
mengikuti pendidikan Dizi Gui akan
mendapat satu sertifikat.Kelak dapat
dipakai sebagai referensi untuk
melamar pekerjaan pada perusahaan
milik komunitas Singbebas dan jika
tidak dapat menunjukan sertifikat
tersebut tidak akan mendapat
pekerjaan.
Begitu kah yang
Ibu,maksud ? Terima kasih.
Salam,
CintaSingkawang
| Date |
Sun, 11 May 2008 01:03:54 -0700 (PDT) |
| From |
"Antonius Chin"
<antonius.chin@yahoo.com> |
| To |
cintasingkawang@yahoo.com |
| Subject |
Prihatin |
Salam,
Membaca artikel Cinta "Permasis
Memilih Acara Peh Cun atau MTQ
XXII"edisi 11 mei 2008,saya sangat
prihatin,pertama organ sosial yang
didirikan "KATANYA" untuk
memajukan budaya telah bergeser ,dan
yang kedua organ ini sangat
diskriminatif terhadap komunitas
tionghoa sendiri.
Pada perayaan Cap Go Meh 2008
Permasis sama sekali tidak memberikan
perhatian terhadap nasib para
Tatung bahkan cenderung
memaksakan kehendak untuk mengikuti
aturan yang mereka buat,kenapa pada
acara MTQ XXII ini mereka memberikan
beasiswa para Qari dan Qariah?
Menjelang Pilkada tahun lalu
Permasis sangat antusias terhadap Peh
Cun yang "Katanya"
tidak ada maksud politik kenapa
tahun ini mereka malah membatalkan acara
Peh cun tsb?
Bagaimana pendapat Cinta
mengenai hal ini.
Antonius Chin
Jawaban
dari CintaSingkawang:
Yth Bapak Antonius Chin,
Terima kasih atas email Bapak. Cinta
dapat memahami rasa kekecewaan Bapak
terhadap kebijaksanaan Permasis.
Terutama Bapak merasa
kebijaksanaan Permasis selama ini
bersifat diskriminatif dan memperlakukan
tidak adil terhadap komunitas Bapak.
Keberatan yang Bapak kemukakan
itu sangat Cinta hargai,ini menandakan
Bapak sebagai warga baik dan konsen
terhadap kepentingan komunitas.
Memang,tidak seorangpun mau
diperlakukan tidak adil dan
didiskriminasi.
Jika Cinta berasumsi jika penilaian
Bapak itu benar,(sayang sekali,dalam
email Bapak tidak memberi data atau
contoh kepada Cinta)bahwa Permasis
memperlakukan diskriminatif terhadap
komunitas Bapak.
Ini adalah tindakan sangat tidak
terpuji dan memalukan organisasi seperti
Permasis. Yang
donaturnya 100% dari masyarakat Tionghoa.
Kebijaksanaan organisasinya belum
menyentuh dan memberikan manfaat bagi
komunitas Tionghoa.
Mengenai pertanyaan Bapak tentang
pergeseran tujuan organisasi
Permasis,dengan sangat berat Cinta tidak
dapat menjelaskan gejala aneh itu.
Karena untuk menjelaskan
pertanyaan Bapak yang sangat spesifik
itu kita harus memahami system prosedur
dan proses sesuatu organisasi mengambil
keputusan.
Apakah dengan cara voting yang
melibatkan semua anggota organisasi atau
diputuskan oleh segelintir orang yang
berpengaruh didalam organisasi tsb.
Kebijaksanaan yang dihasilkan
oleh kedua system itu akan sangat
berbeda.
Tetapi ada satu hal yang Cinta
ketahui,jika kita memahami point-point
yang tertulis di misi dan visi di
organisasi tersebut,kurang lebih seperti
organisasi yang mengurus negara.Karena
pointnya mencakupi pelbagai bidang
kecuali tidak bidang pertahanan dan
moneter.Jika kedua bidang itu ada , kita
yakin bahwa
misi dan visi Permasis jauh lebih baik
dibandingkan falsafat negara dibeberapa
Negara di Afrika!
Memberikan sesuatu kepada orang yang
memerlukan adalah perbuatan yang
terpuji.Makna dan tujuan memberikan
sesuatu kepada seseorang atau sekelompok
orang,maknanya bermacam-macam.Ada
pemberian itu menandakan terima
kasih,perhatian,simpati dan dukungan
dari sipemberi kepada sipenerima.
Dengan harapan pemberian itu
dapat dimanfaatkan oleh siperima untuk
meningkatkan standar kehidupannya.
Sehingga nilai-nilai kemanusiaan
dapat dimuliakan .
Ada
juga pemberian yang bermotif dan
bermakna menyogok,supaya siperima
mau melakukan sesuatu yang
diinginkan oleh sipemberi. Keinginan
sipemberi itu bermacam-macam,ada yang
ingin mendapat dukungan,menandakan
tindakannya bersahabat.
Bahkan ada juga sipemberi merasa
takut kepada sipenerima. Untuk
menghilangkan rasa takut ,sipemberi
memberi hadiah kepada sipenerima .
Memang,rasa takut itu
sifatnya aneh, kadang-kadang tidak
didasari dengan logika yang jelas.
Seperti kita takut dengan hantu.
Rencana Permasis memberikan
beasiswa kepada para Qari dan Qariah
yang keluar sebagai juara MTQ XXII di
Singkawang masih belum jelas rencana ini
sampai pada saat Cinta membalas email
ini. Belum ada
respon dari pihak panitia MTQ apakah
para Qari dan Qariah bersedia menerima
hadiah dari organisasi non Muslim
seperti Permasis. Isu ini sangat
sentisif supaya sipenerima bantuan tidak
mendapat tekanan mental.
Cinta tidak mau berspekulasi tentang apa
yang menjadi landasan Permasis tidak
memberi perhatian kepada nasib para
Tatung.
Kemungkinan investasi kepada para
Tatung
satu hal yang tidak mendatangkan
keuntungan bagi organisasi mereka.
Hubungan antara acara Peh Cun
dengan Pilkada? Jika kedua peristiwa itu
ada hubungan,sudah wajar kalau acara Peh
Cun pada tahun ini dibatalkan karena
tujuannya sudah tercapai.
Pilkada sudah berlalu.Kita
menunggu pada tahun 2009 nanti apakah
acara Peh Cun diadakan atau tidak karena
bertepatan pelaksanaan Pemilu. Dari
disini kita dapat menarik kesimpulan
apakah acara Peh Cun itu ada hubungan
dengan kegiatan politik atau tidak.
Sekali lagi Cinta mengucapkan terima
kasih atas curhat dari Bapak.Semoga
jawaban dari Cinta ini dapat memberikan
penghiburan kepada Bapak.Jangan lupa
selalu membaca CintaSingkawang,Cinta
tidak akan mengecewakan dan selalu
menemani Bapak.
Salam,
CintaSingkawang
|