|
Komentar:
Kendala:
Raja San Keu Jong, telah ditinggalkan
dan meninggalkan para pendukungnya.
Menurut buku pegangan Raja San Keu Jong,
Sun Tzu. Tak ada perang yang tak bisa
dimenangkan jika didukung prajurit yang
taat mendengar komando dan memiliki
logistik yang cukup.
Terpilihnya Pak HK pada pilkada 2007
yang lalu karena diuntungkan faktor
dana (logistik).
Yang namanya ‘keberuntungan’ itu tidak
selalu abadi bisa berubah sesuai dengan
perubahan waktu dan sikon . Jika pada
tahun 2007 hoki berpihak belum tentu
pada tahun 2012 nanti hoki itu mendekat.
Kalau kita melihat
lebih teliti dan mendalam dari awal
perjalanan Raja San Keu Jong secara
finansial sangat bergantung kepada
faktor Permasis. Sejak Pak Aliok
dilengserkan dari
posisi ketua Permasis, Raja San Keu Jong
sudah kehilangan orang yang berpengaruh
di dalam tubuh
Permasis untuk memperjuangkan
kepentingannya. Tanpa ada peloby yang
berpengaruh di Permasis sudah sangat
jelas akan mengalami kesulitan mendapat
bantuan.
Sudah bukan rahasia lagi bagi masyarakat
Singkawang di Jakarta, pada pelbagai
cara yang dilakukan oleh Pak Aliok agar
para petinggi Permasis membantu
kesulitan yang sedang dihadapi oleh Raja
San Keu Jong tak digubris oleh mereka.
Dalam suatu pertemuan dengan masyarakat
Singbebas, Pak Aliok yang masih merasa
dirinya sangat berpengaruh
terhadap Raja San Keu Jong tetapi
kenyataannya tidak demikian.
Sebentar lagi Pak Aliok akan
ditinggalkan juga oleh Raja San Keu Jong
beserta team kerajaannya di Singkawang
karena Pak Aliok merupakan sumber
konflik dan unsur yang dapat menyebabkan
‘ketidakharmonisan’ kepentingan Raja San
Keu Jong. Mengenai hal ini akan kita
kupas tulisan di bawah ini.
Ada
beberapa hal yang mendasari mengapa
Permasis menarik dukungan terhadap Raja
San Keu Jong.
Pertama: Secara “organisasi”
sejak Pak HK terpilih sebagai wako
Singkawang kita tidak menemukan
keuntungan dan rasa kebanggaan
apapun yang didapat
oleh pihak Permasis. Atau apakah Pak HK
dapat mengangkat status Permasis di
masyarakat Singbebas? Yang jelas,
kerajaan San Keu Jong sudah merupakan
beban finansial bagi Permasis jika terus
menerus diberi dukungan.
Analogi berikut ini dapat memberikan
sebuah ilustrasi yang lebih jelas :”Permasis
membeli paket holiday untuk Pak HK,
kemudian semua pengeluaran selama
holiday ditanggung oleh Permasis. Jadi,
siapa yang diuntungkan?”
Kedua:Penilaian dibawah
Ekpektasi
Ada
dua group orang yang memberi dukungan
finansial tetapi mereka memiliki
kepentingan yang berbeda. Group pertama;
mereka ini mengharapkan terpilihnya Pak
HK dapat memberikan ‘kang thau’(bisnis
deal) kepada mereka. Group kedua; mereka
ini mengidamkan jika terpilihnya Pak HK
dapat mengangkat gengsi komunitas
Tionghoa Singbebas. Ternyata,
Pemerintahan Pak HK selama
ini sangat jauh dari harapan dan
cenderung mengecewakan mereka. Pak HK
yang selama ini dibanggakan oleh
komunitas Tionghoa Singkawang terutama
para para penganut ideologi Bui Fa Nyin
sebagai Tionghoa Spektakuler Singkawang
adalah kebanggaan semu .
Ketiga:Premanisme
Sudah sangat jelas pada para elite
Tionghoa Singkawang sangat menentang
memakai sistem premanisme dalam
berpolitik. Karena menurut pandangan
mereka dengan cara memakai premanisme
untuk menyelesaikan permasalahan adalah
cara tidak beradab . Sebagai masyarakat
yang sudah memiliki peradaban cara(lama)
seperti itu harus kita tinggalkan. Bukan
hanya para para elite Singkawang
menentang premanisme ,masyarakat umum
juga menentang akan hal
ini. Seperti pada jaman pemerintahan Pak
Awang, ketidakmampuan mengontrol pada
preman ini mengurangi simpati dari
masyarakat terhadap pemerintahan Pak
Awang.
Dalam insiden Pak Alex EM di kampung
Dayak itu sudah memberi indikasi bahwa
Pak HK sebagai aktor di balik peristiwa
itu. Data sms yang dibeli oleh Pak Alex
sebagai barang bukti sangat nyata.
Pengakuan dari beberapa tokoh
Dayak yang secara terang-terangan
menyebut ‘by order’ telah membuktikan
keterlibatan Pak HK dalam kasus
kekerasan politik,antara lain mereka
mendapat tugas untuk menculik Pak Alex.
Pengakuan tersebut juga menceritakan
siapa saja yang terlibat dalam aksi
beredarkannya poster-poster tempat cetak
poster tersebut. Yang lebih menghebohkan
adanya bukti rekaman telepon suara asli
Bong Li Thiam yang memerintahkan
mem-fran-thsai-kan Alex EM adalah konco
dekat Pak HK. Pak Alex
adalah orang pertama dari pengurus
Permasis mendapat ancaman dari Pak HK.
Masyarakat Singbebas
yakin Permasis tidak akan memberi
dukungan kepada mereka yang
mempraktekkan idelogi Pol Pot.
Hidup ini sering terjadi peristiwa
mengecewakan dan dikecewakan. Yang
dikecewakan akan
meninggalkan orang yang mengecewakannya.
Banyak pihak merasa kecewa ketika mereka
memperjuangkan pembentukkan
kerajaan San Keu Jong tetapi mereka
tidak mendapat apresiasi yang wajar.
Katakanlah seperti mereka dari fraksi
Pak Edy, mereka tidak mendapat apa-apa
dalam birokrasi. Justru anak titipan
dari Pak Awang yang banyak menikmati dan
mendominasi posisi birokrasi Pak HK.
Karena anak titipan Pak Awang ini sudah
dibekali doktrin Pak Awang supaya mereka
pintar mengendalikan kapal HK.
Pada pendukung Pak HK di kampung-kampung
tidak merasakan ada perubahan kehidupan
mereka selama dibawah pemerintahan Pak
HK. Untuk menyakin mereka ini merupakan
kendala bagi Pak HK sebelum tahun 2012.
Mencari Sumber Pendanaan Baru Untuk
Pilkada 2012
Ketika
perayaan Imlek bersama dan peresmian
gedung Permasis yang lalu, Bapak Prajogo
Pangestu dalam kata sambutannya telah
mengingatkan kepada komunitas Singbebas
bahwa “Permasis bukanlah
tempat untuk mencari kedudukan, karier
politik apalagi
kekayaan”. Peringatan
yang bernada seperti itu ditujukan
kepada mereka ingin memanfaatkan
Permasis, terutama ditujukan kepada
mereka pada posisi incumbent.
Tanpa memiliki sumber dana yang memadai
kampanye Pilkada 2012 nanti akan
mempengaruhi peluang Pak HK bisa
terpilih kembali untuk term kedua
kalinya. Melihat kenyataan sekarang
sudah tidak memungkinkan bagi Pak HK
untuk mendapat pendanaan dari Permasis
lagi. Kalau dapat bantuan, itupun hanya
faksi yang sangat kecil dari
perseorangan dari anggota Permasis,
sumbangan dana seperti itu tidak
signifikan sebagai dana kampanye.
Jika demikian, Pak HK perlu mencari
sumber pendanaan baru untuk membiayai
kampanye pilkada 2012. Mari kita melihat
dari mana kemungkinan HK mendapat grant
untuk membiayai pertandingan politik
pada tahun 2012.
Orang mau membiayai dana kampanye 2012
adalah orang yang memiliki kepentingan
ekonomi ataupun kepentingan politik
terhadap kota Singkawang. Mendanai
kegiatan politik untuk mendapat
keuntungan ekonomi merupakan
sebuah investasi yang penuh resiko, bisa
menang bisa kalah. Hanya bagi mereka
sekarang memiliki “keterlibatan”(sudah
terjadi deal bisnis) baru mau mengambil
resiko seperti itu. Bagi mereka
pendatang baru, sebuah investasi
memiliki prospek yang tidak cerah.
Seperti menghadiri suatu pesta makan
pada saat pesta sudah hampir selesai
tamu baru hadir, tamu seperti ini tidak
mendapat banyak acara dan tidak
menikmati makanan enak .
Siapakah sebagai donatur potensial untuk
membiayai kampanye 2012 nanti? Mari kita
mengikuti analisa ini:
Pak
HK harus memilih antara Pak Atien dengan
Pak Aliok. Tadi diatas kita telah
menyinggung sebentar tentang Pak Aliok
akan ditinggalkan oleh Raja San Keu Jong.
Ada beberapa ketidakberuntuntungan jika
Raja San Keu Jong memilih Pak Aliok
menjadi konsultannya. Karena;
-Popularitas Pak
Aliok menurun drastis sejak
dilengserkan dari
posisi ketua Permasis
-ketidakmampuan mencari dana dalam
jumlah besar; bukti sangat nyata ketika
menutup defisit perayaan CGM 2010.
-
Ketidakharmonisan Pak Aliok dengan pada
elite Tionghoa Singkawang di Jakarta
terutama dengan
mereka yang berpengaruh di Permasis.
Disamping itu, Pak Aliok tidak dapat
diterima oleh Kelompok pendukung HK di
Singkawang, terutama group Bong Li Thiam.
Karena Pak Aliok dinilai tak bermafaat
bagi mereka alias “Oh Kai Ye” begitu
pula sebaliknya Aliok menilai mereka itu
orang-orang yang tidak berwawasan. Namun
bagi Pak HK group Bong Li itu seperti
kartu As sekalipun mereka tak berwawasan
karena mereka itu barisan pasukan
pertama dan militan dalam pertahanan
terhadap kerajaan San Keu Jong terutama
untuk melaksanakan tugas-tugas kotor Pak
HK. Melancarkan
taktik “Hak Se Fo”(menakuti-nakuti anak
kecil) terutama terhadap suara gelombang
Radio FM yang merdu di Singkawang yang
biasa menyoroti ketidakmampuan HK
sebagai wako. Group Bong Li sebagai
donator sekalipun dalam jumlah kecil
namum bagi HK sangat berarti.
- Berkonsultasi
dengan Pak Aliok berarti
harus ada suatu harga yang harus dibayar
oleh HK yaitu Pak Aliok akan turut
intervensi dalam pengambilan dan
menentukan suatu kebijakan. Pak HK akan
sangat bergantung kepada Pak Aliok.
Kelebihan dan kekurangan jika memilih
Pak Seventien Lunardy alias Atien;
-Memiliki
dana, tanpa
ketergantungan pada pihak lain.
-Memiliki
kepentingan baik bisnis dan
ataupun politik di Singkawang. Bisnis
perkebunan jagung yang sedang dirintis
oleh Pak Atien, memerlukan lahan oleh
sebab itu Pemkot Singkawang harus
membebaskan tanah di kawasan Panglimang
sebagai lahan untuk Sang
penggagas ide senewen menurunkan symbol
Ayam di gereja Fransiskus Asisi
Singkawang ini. Kepentingan politik,
ingin menjadi wako singkawang di
Jakarta (Wako
bayangan) di masa mendatang.
-Kerugian;
akan mendapat tantangan dari faksi
pendukung Pak Prajogo Pangestu. Karena
faksi ini tidak ingin melihat Pak Atien
lagi mendominasi peranan politik dan
ekonomi di Singkawang.
Pasangan Cawako Singkawang pada Pilkada
2012
Walaupun masih dua tahun lagi Pilkada
2012, tetapi melihat perkembangan selama
ini persiapan kearah “big day” bagi kota
Singkawang sudah mulai kelihatan. Paling
tidak ada tiga pasangan
cawako dan wawako akan siap
bertanding nanti. Mari kita coba melihat
mereka lebih dekat.
-Pasangan Pak Awang / X
Menurut pernyataan Pak Awang
kepada CintaSingkawang bahwa
Beliau siap mencalonkan diri sebagai
cawako Singkawang pada pilkada 2012
nanti. Walaupun Pak Awang mengatakan
Beliau tidak mempermasalahkan etnis
untuk pendampingnya.
Tetapi hanya dua pilihan yaitu dari
etnis Dayak Singkawang atau etnis
Tionghoa Singkawang. Melihat komposisi
pada kontestan lain, sudah sangat jelas
kemungkinan besar Pak Awang akan memilih
pendampingnya dari etnis Tionghoa.
Karena melihat telah terjadi berbagai
faksi di dalam masyarakat etnis Tionghoa
Singkawang, jika pendampingnya dari
etnis Tionghoa dapat berpotensi
memperoleh suara dari faksi tersebut.
Kunci sukses Pak Awang yaitu
apabila Beliau dapat mengakomodasi semua
suara Melayu. Dan mengawasi kantor KPUD,
jangan sampai pengalaman Pilkda 2007
yang lalu terulang kembali
nanti.
-Pasangan Pak HK / Y
Tergantung perkembangan, jika Pak HK
dapat tawaran menjadi posisi
calon wakil Gubernur KalBar pada
pilkada 2012 nanti namun perkembangan
politik di Pontianak terakhir Bong Hon
Sen masih merupakan pasangan manis bagi
Cornelis . Maka pasangan Pak Aliok
dengan pendampingnya Y sebagai
sebagai cawako dan wawako Singkawang
untuk Pilkada 2010. Jika Pak HK atau Pak
Aliok maju maka para pendampingnya sudah
pasti dari etnis Dayak Singkawang.
Karena mereka ini sudah menawari posisi
wakil wako untuk beberapa politisi dari
etnis Dayak Singkawang. Yang lebih aneh
posisi(wakil) hanya satu tetapi posisi
ini dijanjikan kepada beberapa orang.
Jadi, pasti ada politisi yang
ketipu atau dibohongi.
Kunci sukses team ini tergantung
keroyalan para pendukungnya.
-Pasangan Boneka
Pasangan ini adalah pasangan yang
diharapkan akan memecahbelah suara etnis
tertentu,jika melihat posisi seperti
saat ini sangat besar kemungkinan
kelompok HK akan memasang salah satu
birokrat royalnya untuk maju dengan
harapan untuk memecahkan suara-suara
dari rivalnya.
-Pasang Pak D / C atau Pak C / D
Pasangan ini dirancang sesuai dengan
perkembangan dan kebutuhan masyarakat.
Pasangan ini kombinasi dari
etnis Dayak( cawako) dan etnis Tionghoa
Singkawang(wawako) atau sebaliknya.
Pasangan ini dipersiapkan untuk
menghadapi dan menyaingi pasangan Pak HK
atau Pak Aliok. Pasangan ini akan
didanai oleh koalisi, mereka
ini terdiri dari faksi
penentang Atien, Aliok dan HK.
Sudah sangat jelas pasangan ini
sebagai afternatif dan kompetitor baru
akan banyak mendapat dukungan dari
masyarakat. Karena Pak HK telah gagal
mengakomodasi pelbagai faksi komunitas
Tionghoa Singkawang yang ada di dalam
masyarakat untuk dimanfaatkan dalam
pembangunan kota Singkawang. Masyarakat
harus mencari afternatif baru karena
konsep Singkawang Spektakuler telah
gagal memberi kehidupan dan kenyamanan
hidup yang lebih baik kepada masyarakat
Singkawang.
Agenda Sesudah Tahun 2012
Siapa akan terpilih sebagai wako
Singkawang pada Pilkda 2012 nanti, yang
jelas ada beberapa hal penting perlu
mendapat perhatian dan
ditangani dengan baik, yaitu:
-Masalah rumah
Walet
Sejauh ini belum ada
Raperda yang mengatur tentang
penangkaran burung walet ditengah-tengah
kota Singkawang. Tidak
menutup kemungkinan pada suatu
ketika burung walet akan menjadi
penyebab penyakit atau membawa penyakit
yang dapat mengancam
keselamatan seluruh jiwa masyarakat
Singkawang. Perlu dipikirkan sebuah
prosedur
bagaimana menangani jika malapetaka
seperti itu terjadi di kota Singkawang.
Harus disusun suatu standar atau
petunjuk untuk pemilik rumah walet dan
ada badan (kesehatan atau peternakan)
sebagai pengawas di bidang kesehatan dan
kebersihan terhadap rumah walet. Pemkot
jangan hanya memikir dari segi ekonomi(pendapatan
daerah) saja, kesehatan dan keselamatan
warga harus diutamakan dan harus
mendapat perlindungan.
-Masalah Air Bersih
Dari hari ke hari warga kota Singkawang
bertambah susah mendapat air bersih
untuk kebutuhan hidup. PDAM Singkawang
tidak berfungsi sebagai perusahaan yang
menyediakan air bersih untuk masyarakat.
Walaupun Pak Wako kita telah memberi
contoh dan petunjuk kepada kita
cara hemat memakai air. Yaitu mandi
dengan setengah ember air, gaya mandi
ini disebut mandi “koboi khas Singkawang
Spektakuler”. Pak HK boleh mandi dengan
gaya koboi, tetapi warga Singkawang
jangan! Kalau mandi hanya memakai
setengah ember air berarti kota
Singkawang mengalami kemunduran.
Harus dicari satu cara untuk mengatasi
masalah air bersih ini, misal diberi
kesempatan untuk swasta mendirikan
perusahaan air minum swasta.
-Masalah Listrik
Tanpa penyediaan dan fasilitas listrik
yang andal kota Singkawang sangat sulit
menarik investor untuk mengembangkan
industri disana. Masalah listrik perlu
dicari investor swasta.
|