Konglomerat menolak, takut namanya dicatut panitia CGM 2011 Singkawang

20 Januari 2011

Komentar:

Pada saat Pak HK berkoar- koar tentang kehebatan pemerintahnya menyelenggarakan Cap Go Meh Singkawang Spektakuler di Jakarta kemarin, di Singkawang telah terjadi beberapa orang yang dekat dengan Pak Hasan Karman sudah menjadi tahanan  kejaksaan Singkawang. Terlibat dalam  kasus pengadaan tanah terminal pada tahun 2008, Pemkot Singkawang membeli tanah negara karena hak pakai yang telah kadaluarsa. Kasus ini melibatkan Pedro Halim (A Nyan), alumnus SMA Kolese Santo Yusup –Malang. Tidak menutup kemungkinan ada beberapa pejabat pemkot akan diperiksa oleh kejaksaan . 

Menjelang CGM semakin dekat,  pihak panitia CGM 2011 Singkawang semakin panik mengenai pendanaan. Hingga sampai saat ini berbagai kegiatan sudah dilakukan oleh pihak panitia tetapi belum mendapat dana yang signifikan.

Mau meminta tolong dari pihak Permasis melobi kepada Pak Prajogo Pangestu sudah tidak mungkin bagi Pak HK karena Pak HK pernah menyatakan Permasis pasti akan bubar dan dirinya bisa jalan tanpa Permasis . Tentu saja pernyataan Pak HK ini membuat telinga pada senior di Permasis menjadi panas.

Tetapi Pak HK percaya dengan  kata pepatah “Banyak jalan menuju Roma”. Untuk itu Pak HK meminta nasehat kepada Pak Cornelis bagaimana caranya supaya mendapat jalan tol  menuju Pak Prajogo Pangestu. Pak HK merengek kepada Pak Cornelis meminta petunjuk. “Ah, kau harus minta tolong sama abangku, Phang Jit Bun” saran Pak Cornelis. Pak  HK meminta Pak Phang Landak ini untuk melobi hopengnya yaitu Pak Prajogo Pangestu. Sesudah melobi, Pak HK terus menerus meneleponi Pak Prajogo Pangestu memohon kesediaan nama konglomerat ini dicantumkan ke dalam daftar nama panitia CGM2011. Jelas permintaan HK “tidak pada tempatnya” ditolak oleh Pak Prajogo Pangestu. Kita percaya  pada event seperti  CGM Singkawang tidak ada konglomerat yang mau namanya dicantumkan dalam kepanitiaan kecuali Murdaya Poo senior pak HK di SMA Kolese Santo Yusup-Malang, politisi PDIP yang dijuluki cap kaki dua oleh mbah Mega . Kalau ada, konglomerat seperti itu  tidak tahu menjaga “harga diri”. Karena event CGM Singkawang belum ada nilai di mata dunia internasional, sedangkan seorang konglomerat dikenal banyak kalangan dan sarat dengan resiko pertaruhan nama besarnya. 

Penolakan permintaan nama dicantumkan ke dalam daftar nama panitia kehormatan CGM2011 bukan hanya terjadi pada  diri konglomerat Pak Prajogo Pangestu saja, Pak Kapolda, dan seorang jendral berbintang satu di Kodam Tanjung Pura juga menolak akan tawaran dari pihak panitia CGM2011 Singkawang itu.

Pak HK boleh berpepatah “Banyak jalan menuju Pak Prajogo Pangestu”. Tetapi Pak Prajogo juga boleh berprinsip yang menentukan jalan ke saya adalah diriku sendiri. Kalau aku percaya, percayalah! Kalau sudah tidak percaya No way!


 
CintaSingkawang, 20 Januari 2011