Wawancara Dengan Ketua Majelis Tao Indonesia (MTI) Resort Singkawang, Bapak Chai Ket Khiong

Bapak Chai Ket Khiong adalah tokoh masyarakat di Singkawang.Beliau  memiliki reputasi dalam hal memimpin berbagai demontrasi : pada Tatung demo ketempat Panitia Cap Go Meh 2007 di depan Seketariat FOKET Singkawang,demo ke kantor Walikota &DPRD Singkawang dan KPUD ketika menjelang Pilkada 2007 di Singkawang.

 

Cinta Skw

:

Terima kasih Bapak Chai Ket Khiong. Atas kesediaan  Bapak untuk diwawancarai oleh CintaSingkawang. ”
   

Pak CKK

:

Sama-sama, cukup panggil saya Pak  Akhiong”.

     
Cinta Skw :

“Begini Pak Akhiong. Saat ini di Singkawang sedang beredar susunan team Panitia Cap Go Meh 2008 yang simpang siur. Menurut pernyataan walikota Singkawang Pak Hasan Karman di Pontianak  yang dimuat dalam koran Pontianak Post tanggal 14 Januari 2008, beliau mengatakan panitia Cap Go Meh sudah terbentuk. Sedang isu yang  beredar di masyarakat : Panitia belum terbentuk  karena  masih dalam proses penyusunan (belum final). Kedua pernyataan tersebut bertentangan sehingga membingungkan masyarakat. Dapatkah Pak Akhiong menjelaskan tentang  hal ini?".

     
Pak CKK :

“Cinta, isu yang sedang beredar di  masyarakat(pendapat masyarakat) tentang hal ini adalah benar.Team Panitia Cap Go Meh 2008 belum terbentuk.Susunan team panitia sekarang belum mencapai tahap final,masih dalam proses penyusunan .Karena diantara pada anggota team Panitia belum mencapai kesepakatan dalam banyak hal.Jika ada pihak-pihak tertentu mengatakan panitia Cap Go Meh 2008 sudah terbentuk,itu tidak benar.Itu menandakan mereka ini mau memaksa kemauannya dalam pembentukan Panitia Cap Go Meh 2008 ”.

     
Cinta Skw :

“Dapatkah Bapak menjelaskan  proses pembentukan Panitia tersebut?Yang menurut  pendapat masyarakat Singkawang  proses pembentukan panitia sangat kontroversi tanpa melalui proses demokrasi. ”

     
Pak CKK :  “Begini,Cinta.Pada tanggal 10 Januari 2008,kurang lebih ada 29 utusan dari yayasan  dan ormas komunitas Tionghoa yang ada dikota Singkawang berkumpul di Pondok Diponegoro.Pertemuan tersebut untuk membicarakan pembentukan Panitia Cap Go Meh 2008. Rapat ini langsung dipimpin oleh Pak Lio Kurniawan(Aliok),ketua PERMASIS.Pak Aliok langsung mengumumkan susunan panitia Cap Go Meh 2008 yang sudah beliau tentukan .Adapun susunannya:Bapak Chin Miau Fuk sebagai ketua,wakil ketua Bapak Bong Wui Khong.Bapak Bong Cin Nen sebagai sekertaris.Bapak Bong Kok Min sebagai ketua pengawas, saya sebagai wakil pengawas.Sedang staff pembantu kurang lebih 100 orang.Pada hadirin rapat ,utusan dari 29 yayasan protes  terhadap  proses pembentukan Panitia Cap Go Meh 2008 tanpa melalui proses pemilihan,menurut kami itu tidak demokratis. Kami semua mengundurkan diri dari team panitia kecuali Bapak Chin Miau Fuk dan  Bapak Bong Cin Nen.Seperti  yang  saya katakan tadi panitia Cap Go Meh 2008 belum terbentuk.  Panitia hanya memiliki ketua dan  sekertaris,apakah ini disebut panitia?”.
   
Cinta Skw :

“Dalam kapasitas apa Pak Aliok dalam memimpin rapat? Mengapa Bapak menolak dan mengundurkan diri dari  team panitia yang dibentuk  oleh Pak Aliok ?Dapatkah Pak Akhiong menjelaskn akan hal ini?”.

     
Pak CKK :

 “Saya tidak tahu pasti dalam kapasitas apa Pak Aliok memimpin rapat tersebut. Karena pertemuan tersebut dihadiri oleh yayasan dan ormas komunitas Tionghoa Singkawang. Saya berasumsi beliau berbicara dalam kapasitas sebagai ketua PERMASIS. Ada beberapa alasan saya menolak dan tidak medukung panitia yang ditunjuk oleh Pak Aliok. Pertama : dari segi prosedur pemilihan personil panitia. Semua staff panitia sudah ditentukan oleh Pak Aliok .Cara Pak Aliok ini sangat bertentangan dengan konsep demokrasi yang sudah kami terapkan selama puluhan tahun yang lalu. Karena Cap Go Meh ini menyangkut kepentingan umum(bersama) maka panitianya harus dipilih oleh yayasan dan ormas, bukan ditentukan oleh pihak-pihak tertentu. Kedua : dari segi menejemen. Model panitia yang diinginkan oleh Pak Aliok yaitu panitia dan altar hanya satu. Padahal kami sudah  melakukan puluhan kali festival Cap Go Meh dengan dua panitia dan dua altar. Alasan kami dengan memiliki 2 altar yaitu memberi pelayanan bagi mereka yang mau mengadakan ibadah Cap Go Meh, sehingga mereka cepat terlayani. Menurut pengalaman kami, dengan hanya memiliki satu altar akan meyebabkan antrian yang panjang bagi mereka yang mau melakukan ibadah sehingga banyak dari mereka yang tidak mendapat  pelayanan. Hal ini akan merugikan masyarakat Singkawang, terutama bagi mereka yang mau melakukan ibadah Cap Go Meh. Ketiga : dari segi Spiritual. Para staff yang ditunjuk oleh Pak Aliok belum pernah ikut dalam bagian kegiatan  Panitia Cap Go Meh. Mereka ini “buta” tentang tata cara pengaturan altar. Mengatur altar  itu ada prosedurnya. Sistem manajemen yang kami kembangkan sudah puluhan tahun yaitu para team panitia selalu meyertakan komponen generasi muda (anak muda) dan generasi tua (senior) sehingga yang senior dapat memberi (mengajar) pengetahuannya  tentang tata cara ibadah Cap Go Meh kepada generasi muda. Dengan demikian ada sistem regenerasi dari segi menejemen point. Kami percaya team panitia yang terdiri atas personil yang  belum pernah terlibat dalam panitia Cap Go Meh, team seperti  ini akan sukar dikoordinasi sehingga mengakibatkan ibadah Cap Go Meh  akan terganggu (tidak lancar). Karena hal tersebut saya mengundurkan diri dari team panitia versi Pak Aliok. Saya  tidak mau  disalahkan oleh masyarakat Singkawang jika kelak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan setelah Cap Go Meh.”

 

     
Cinta Skw :

“Pak Akhiong, jika PERMASIS  berniat memajukan festival dan menejemen pelaksanakan Cap Go Meh di Singkawang.Apa komentar Bapak?”.

Pak CKK : “Saya sangat menghargai mereka(PERMASIS)kalau mereka memiliki niat baik seperti itu.Seandainya  mereka tidak keberatan,saya akan memberi sedikit saran kepada mereka.Jika mereka tertarik dengan pelaksana Cap Go Meh di Singkawang,sebaiknya PERMASIS membentuk satu team ahli (komisi) peninjau kemudian team ahli ini menulis rekomendasi tentang tata cara  pelaksanaan Cap Go Meh. Laporan rekomendasi tersebut disebarkan kepada semua yayasan yang  ada Singkawang untuk kaji dan diuji.Apakah rekomendasinya dapat diterima oleh masyarakat atau tidak biar pada yayasan yang memutuskan.Cara demikian lebih manusiawi daripada main paksa yang  intinya tidak menghargai pendapat orang lain.”.
     
Cinta Skw :  “Dapatkah Pak Akhiong menjelaskan rencana Bapak untuk merayakan Cap Go Meh 2008 nanti?”.

Pak CKK :

“Sebagai ketua MTI resort Singkawang, kewajiban saya memberi pelayanan kepada  umat yang melaksanakan ibadah Cap Go Meh. Saya akan mengumpulkan teman-teman seprofesi  untuk mendirikan  beberapa altar.Dengan demikian akan mempermudah dan memberi kenyamanan bagi mereka yang melaksanakan ibadah Cap Go Meh.Mereka tidak perlu antri panjang untuk sembahyang di altar.Sehingga mereka dapat memiliki waktu luang lebih banyak dapat dimanfaatkan untuk berkumpul dengan keluarga mereka  merayakan Cap Go Meh bersama.”

     
Cinta Skw :

“Pada tanggal 13 Nopember 2007,Bapak memimpin demontrasi di depan kantor walikota dan  KPUD dua hari sebelum Pilkada 2007.Apakah Bapak memihak dan memperjuangkan kepentingan Pak Hasan Karman? ”.

     
Pak CKK :

“Saya tidak pernah  memihak dan memperjuangkan kepentingan Pak Hasan Karman.Sekali lagi perlu saya tegaskan saya tidak perjuangkan kepentingan Pak Hasan Karman pada saat itu. Yang saya perjuangkan yaitu KEADILAN pada saat itu.Karena banyak calon pemilih kehilangan haknya karena diperlakukan tidak adil.KEADILAN itu yang saya perjuangkan.”.

 

     
Cinta Skw :

“Apakah Bapak mundur dari team Panitia Cap Go Meh 2008 karena Bapak mendapat perintah dari pihak MABT ? Atau mendapat nasehat dari Bapak Dr.Frans Chai karena pergaulan Bapak dengan Pak Frans sangat dekat”.

 

     
Pak CKK :

“Saya mundur dari pengurusan Panitia Cap Go Meh 2008 versi Pak Aliok tanpa dikomandani oleh siapapun.Kebijaksanaan ini saya ambil berdasarkan pertimbangan saya sendiri.Memang benar pergaulan saya dengan Pak Frans sangat baik.Karena kami memiliki hobby yang sama dalam hal:meditasi,mendiskusikan ajaran Tao,latihan tenaga dalam.Disamping itu Pak Frans lebih senior dari saya dan beliau sebagai salah satu tokoh nasional kita,saya banyak belajar dari beliau.Ini sebagai hubungan pergaulan sosial  saja tanpa ada unsur politik."

     
Cinta Skw :

“Apakah benar menurut gosip beredar  Bapak Bong Wui Khong  ditekan oleh pihak ketua Panitia(Bapak Chin Miau Fuk) untuk menanda tangani surat perjanjian mengundurkan diri dan tidak boleh mendirikan altar? .”

     
Pak CKK :

“Maaf,Cinta.Saya tidak dapat mengkomentari  isu ini.Karena saya tidak dapat mewakili Pak Bong Wui Khong  menjawab pertanyaan Cinta.Jika ingin tahu akan hal ini Cinta dapat langsung menghubungi Pak BWK. "

 

     
Cinta Skw :

"Bagaimana dengan pak Akhiong,apakah juga mengalami perlakuan yang sama seperti Bapak Bong Wui Khong?"

     
Pak CKK :

“Memang benar, akhir-akhir ini banyak pihak yang datang menemui saya agar saya tetap bergabung  dengan panitia yang mereka bentuk ,salah satunya adalah sdr.Tetiono alias Atie,tapi saya tidak mengrubrisnya,karena sekali lagi yang saya perjuangkan adalah KEADILAN”.


Cinta Skw


Pak CKK

:




"Terima kasih Pak Akhiong,telah menyediakan waktu untuk interview ini.Semoga kita dapat ketemu kembali dilain kesempatan".

:“Sama-sama”.
Cinta Singkawang,25 Januari 2008