Ujian Pertama Untuk Pemerintah Pak Awang

-Cap Go Meh 2013

          

03 Februari 2013

Komentar:

Tidak terasa Pak Awang sudah menjabat walikota Singkawang lebih dari empat puluh hari.

Mungkin para pembaca CintaSingkawang  bertanya-tanya “Apa yang telah terjadi selama ini di Singkawang? Apa yang telah dilakukan oleh wako Singkawang yang baru, Pak Awang  untuk masyarakat Singkawang? Bagaimana keadaan dengan mantan wako Singkawang  Pak Hasan Karman ? Apa yang terjadi pada mereka? Mungkin masih banyak lagi pertanyaan yang ingin Anda tanyakan kepada CintaSingkawang.

 

Mari, kita menengok sebentar  kedua tokoh tersebut. Kita mulai dengan berita tentang  mantan wako Singkawang, Pak HK. Setelah  Beliau tidak menjabat wako Singkawang, Pak HK bersama keluarganya meninggalkan kota Singkawang menuju Jakarta dengan membawa barang empat container. Rekor Pak HK  ini sempat mengalahkan keluarga mantan PM Thailand, Thaksin Shinawatra. Ketika keluarga Thaksin diusir dari Thailand pada bulan Agustus 2008, mereka membawa 36 kopor barang menuju London.

 

Sebagian masyarakat panik, menemukan mobil dinas Toyota Fortuner yang dipakai mantan wako Singkawang  itu hilang. Mobil tersebut  merupakan kendaraan milik negara. Pak Iwan Gunawan mendesak Pak HK mengembalikan mobil tersebut kepada pemkot Singkawang. Tentu saja Pak HK membantah bahwa dia  membawa kabur mobil tersebut, atau memiliki mobil tanpa didasari hukum. Menurut Pak HK permohonannya untuk memiliki mobil tersebut sedang diproses tetapi dia mengamankan terlebih dahulu mobil itu ditempat yang aman. Logika pemikiran Pak HK dapat kita pahami, jika mobil itu sekarang ditangan orang lain tidak  menjamin kondisi mobil akan tetap sama(tidak berubah sesudah permohonannya berhasil). Bisa saja terjadi sekarang mobil tersebut kelihatan mulus tetapi ketika permohonannya berhasil menjadi barang besi tua, rusak berat. Kalau hal tersebut terjadi, tentu saja tidak adil bagi Pak HK, lebih baik Beliau amankan mobil tersebut terlebih dahulu daripada membeli barang rongsokan kemudian hari.

Sebagian masyarakat Singkawang bertanya melihat sikap Pak Iwan Gunawan yang berakting berlebihan membela pemkot Singkawang dalam ini. Ada yang menanggapi sikap Pak Iwan seperti itu untuk “menyakinkan” kepada Pak Awang bawa “kite masih kawan”. Padahal dibenak Pak Awang sudah lama mencoret nama “Iwan Gunawan” sebagai asosiasi bisnis partnernya. Karena sudah berkali- kali Pak Iwan Gunawan melakukan pengkhianatan dalam persahabatan mereka.

 

Selain masalah yang ada sangkut pemerintah, Pak HK juga meninggalkan hutang besar kepada mereka yang menyediakan makanan untuk team HK ketika kampanye pilkada. Ada ratusan juta rupiah hutang untuk membeli nasi bungkus belum dibayar oleh Pak HK. Mereka yang dihutang Pak HK: rumah makan dijalan Diponegoro Singkawang, Asang/Lirang (30an juta rupiah), Ayam Afut ( 20 an juta), dll. Kepergian Pak HK juga dicap sebagai “Ceu Lu”(melarikan hutang).

 

Nah, sekarang kita meninjau apa yang telah dilakukan Pak Awang selama 40 hari duduk diatas kursi wako Singkawang. Pada hari pertama  ketika Pak Awang masuk ke dalam ruang kantor wako Singkawang sebelum  memulai pekerjaanya Beliau membaca”Bismillah”terlebih dahulu. Karena Pak Awang sadar; orang yang duduk di kursi dan bekerja dalam ruang ini sering membawa ‘mimpi mimpi indah’ yang susah menjadi kenyataan.

Beberapa hari sesudah menjabat wako Singkawang, Pak Awang memberi perhatian besar mengenai masalah air bersih(PDAM) dan pertanian.  Untuk itu Pak Awang beserta rombongannya pergi mencari sumber air bersih. 

Dan rencananya ingin memajukan pertanian di Singkawang khusus dibidang  pertanian sayur organik. Seperti pada umumnya ide yang baik selalu berakhir dengan terbentur masalah “dana”. Yang ironis kalau sudah ada dana, kerjanya asal- asalan.

Beberapa hari yang lalu, Pak Awang memberi jaminan kepada masyarakat bahwa dibawah pemerintahnya Beliau tidak ingin membangun proyek asal- asalan. Tentu saja ini berdasarkan pengalaman Beliau sendiri; proyek pelabuhan di kuala Singkawang. Begitu juga pengalaman orang lain; katakan seperti proyek pelabuhan antar pulau di Sedau, betonisasi jalan Singkawang,dll. Semua itu membuktikan proyek asal- asalan untuk menghabiskan uang rakyat.

 

Sementara kita menunggu beberapa ide  membangun kota Singkawang dari team Pak Awang, ada sebuah ujian menanti pemerintah Pak Awang, yakni perayaan Cap Go Meh 2013. Sanggupkah pemerintah Pak Awang menyelenggarakan CGM tetap meriah seperti CGM yang lalu? Dengan memakai menejemen (pembukuan) yang dapat dipertanggungjawabkan ?

CGM 2013 berbeda dengan CGM yang lalu karena:

-Faktor Pak HK.

Apakah CGM 2013 tetap ramai tanpa Pak HK sebagai wako Singkawang? Apakah masyarakat masih mau berpartisipasi CGM tanpa ada Pak HK? CGM 2013 ini akan menguji faktor tersebut, apakah Pak HK masih berpengaruh dalam masyarakat Singkawang.

 

-Faktor Pak Aliok dan kawan- kawan

Beberapa tahun ini, perayaan CGM Singkawang selalu ada Pak Aliok ikut serta.Tanpa Pak Aliok dan kawan kawan rasanya ada sesuatu yang kurang. Mungkin tahun  shio Ular ini merupakan tahun yang tidak memberi keberuntungan untuk kelompok Pak Aliok untuk  ikut serta dalam kepanitiaan CGM. Lebih baik menghemat dana tahun ini untuk dipakai CGM 2014 karena lebih bermanfaat. Bagi Pak Aliok memiliki perhitungan yang tersendiri “untung dan ruginya” jika ikut campur urusan CGM 2013.

 

-Menejemen Baru ?

Masyarakat Singkawang berharap dibawah pemerintahan  Pak Awang harus mengalami perubahan menejemen dan pelaksanaan CGM 2013. Dengan memakai menejemen yang dapat dipertanggungjawabkan, sekedar contoh  pembelian barang barang untuk lelang harus menurut harga standard pasar. Ketua Pembina CGM 2013 Singkawang, Pak Tetiono berjanji siap melaksanakan menejemen CGM Singkawang yang dapat dipertanggungjawabkan untuk “menyelamatkan” perayaan CGM dari lahan korupsi dan tempat mencari keuntungan perorangan ataupun perkelompok. Ketika Pak Bong Wui Khong diberi mandat untuk mengurus Altar. Suara protes dari ibu Chai Chui Mie dan mantan peselingkuh Pak Bong Cin Nen kepada Pak Tetiono mengapa pak BWK diberi tugas mengatur Altar. Karena Ibu Chui Mie dan Pak Bong Cin Nen ingin posisi tersebut. Ada beberapa penyalur barang untuk CGM mengaku kepada  CintaSingkawang bahwa mereka telah dihubungi Pak Bong Cin Nen untuk meminta komisi kalau barang mereka disalurkan CGM. Praktek ini telah mereka lakukan berkali- kali ketika Pak HK menjabat wako Singkawang. Sekarang kelompok Bong Cin Nen kehilangan lahan bisnis pengaruh politiknya .

 

Menurut perkembangan terakhir sampai akhir pekan ini, keselurhan pelaksanaan CGM 2013 untuk sememtara Pak Tetiono boleh bernapas lega, pada tgl 1 Febuari 2013 yang lalu Beliau dan teamnya berhasil menggalang dana sebesar 2,5 M di Raja Kuring Jakarta tentunya untuk sementara pembiayaan Cap Go Meh 2013 berada pada posisi aman karena masih ada pemasukan dari Pemkot dan sponsor dan tentunya hasil lelang yang diperkirakan akan memcukupi kebutuhan event tahunan ini.  .

 

Untuk sementara ini kita masih belum dapat menilai pelaksanaan CGM Singkawang dibawa pemerintah Pak Awang jauh lebih baik dan sukses dibandingkan pemerintah Pak HK. Kita harus tunggu sesudah selesai pelaksanaan CGM 2013, kita baru dapat mengevaluasi secara keseluruhan.


CintaSingkawang, 03 Februari 2013