Drama Rapat mendadak Panitia Cap Go Meh 2009,untuk satu Altar

08 Februari 2009

Komentar:

Pada tanggal 7 Februari  rapat mendadak  Panitia Cap Go Meh 2009 membahas masalah keamanan di ruang Wakapolres.Rapat ini dipimpin oleh Wakapolres Singkawang dihadiri kasat intel,kasat lantas,kapolsek skw barat,setda, Chin Miau Fuk,Bong Cin Nen,Budiman,Bong Li Thiam,Iwan Gunawan.Pak Bong Wui Khong diminta hadir,mendapat panggilan via hp oleh kasat Intel Pak Ginting pada sekitar  jam 15:30 dan  kemudian Bapak Chai Ket Khiong

Menurut seorang perwira di Polres Singkawang yang merupakan narasumber kami mengatakan sebelum rapat dimulai, ada pertemuan yang sangat rahasia  antara Pak wako,Pak Hasan Karman dengan Kapolres Singkawang pada jam 1500 . Bapak Bong Cin Nen sebagai Sekretaris Panitia Harian Imlek dan Cap Go Meh 2009 memperjuangkan CGM 2009 hanya mendirikan satu Altar. Sebagai anggota DPRD betapa memalukan, Beliau tidak memperhatikan kepentingan dan aspirasi  masyarakat yang ingin mendirikan  lebih dari satu altar demi kelancaran ibadah CGM.  Melalui media cetak  Bapak Bong Cin Nen mengatakan biaya operasi untuk pengamanan sebesar Rp200 juta,sedang didepan komunitas Tionghoa Singkawang mengatakan biaya untuk keamanan sebesar Rp.224 juta.Selisih jumlah uang  tersebut pantas dipertanyakan oleh masyarakat.

Rapat berlangsung sangat alot,tidak menghasilkan kesepatan antara kubu satu altar dengan kubu 3 altar. Ketika  Wakapolres  memasuki keruang untuk memimpin rapat dan langsung menegur  pihak Panitia CGM mengapa tidak menyetujui kesepakatan yang telah  dicapai. Pak  Wakapolres juga mengingatkan kepada pihak panitia jika terus  menjadi masalah jumlah altar,nanti tidak ada turis yang mau datang ke kota Singkawang untuk melihat CGM. Sedangkan kasat lantas sampai  menggebrak meja untuk memaksa kemauan untuk  menerima satu altar akhirnya rapat itu  mengalami deadlock,  tidak menghasilkan kesepakatan. Melihat suasana rapat  yang penuh dengan  emosi, Pak Bong Wui Khong walkout. Ketika  Pak Bong Wui Khong mau meninggalkan  ruang rapat, Pak Chin Miau Fuk mendekati Pak Bong Wui Khong  memohon  beliau jangan meninggalkan ruang rapat.Kata  Pak Chin Miau Fuk:”Khong ko, jangan begitu kalau ada persoalan kita bicarakan. Mari kita bergabung dalam satu altar”. Permohonan Pak Chin Miau Fuk ditolak oleh Pak BWK. Karena, menurut pendapat Pak BWK mereka(pencinta satu altar)ini adalah orang-orang yang mengutamakan kepentingan kelompoknya daripada kepentingan umum(masyarakat)."Tentu saja,permintaan mereka ini tidak akan  saya layani" jawabnya dari Pak BWK sangat tegas.Menurut informasi tidak resmi ada pihak tertentu yang rekayasa rapat ini.

Ketika Cinta sedang menulis laporan ini,pada umat  Tridharma yang dipimpin oleh  Pak Bong Wui Khong  sedang membangun altarnya dilokasi depan Jong Ku Si. Begitu juga pada umat MTI yang dipimpin oleh Pak Chai Ket Khiong membangun altarnya didepan toko  Sinar Sakti. Mereka berpatokan kesepakatan pada rapat Muspida tempo hari. Selamat CGM.

 
CintaSingkawang,08Februari2009