Siapakah bertanggungjawab jika terjadi malapetaka Patung Naga?

“Pemilik Hotel Prapatan disinyalir sebagai penyandang dana kubu mempertahankan patung naga “

13Juni 2010

Komentar:

Setiap musibah atau malapetaka yang terjadi di dalam kehidupan kita sering kita bertanya siapakah yang harus bertanggungjawab terhadap peristiwa ini terjadi? Pengertian “TanggungJawab”yaitu pihak bertanggungjawab harus menanggung semua kerugian yang diderita oleh pihak korban, kerugian bukan hanya meliputi materi dan immaterial tetapi juga harus bertanggungjawab secara hukum .

 

Katakan masalah Patung Naga di persimpangan Jalan Kepol Mahmud-Jln Niaga di kota Singkawang.

Dari hari ke hari masyarakat Singkawang yang mendukung  merelokasi patung naga semakin bertambah banyak karena sudah sangat mengganggu ketentraman warga kota Singkawang . Sedangkan “pihak yang ngotot mempertahankan patung naga” semakin hari semakin berubah menjadi  anarkhis, menekan masyarakat untuk mendukung mereka seperti aksi mengelar 70 kain merah, mengancam pihak lain yang menolak dengan slogan “mem-frans tshai-kan” jika mendukung relokasi patung naga. Mereka membayar preman-preman untuk menekan orang-orang tionghoa yang tidak berdosa untuk mempertahankan patung naga tersebut. Cepat atau lambat jika masalah patung naga ini tidak diselesaikan dengan baik tidak mustahil akan terjadi kekacauan bahkan akan terjadi konflik horizontal maupun verikal di Kota Singkawang. Jika ini terjadi, siapakah yang harus bertanggungjawab?

 

Pihak  yang meminta patung naga direlokasi, kelompok ini berkembang sesuai dengan mekanisme dukungan dari masyarakat.Tetapi dipihak  yang meminta patung naga dipertahankan, mereka ini dibiayai oleh penggagas patung naga yaitu tokoh “unik” Singkawang Bong Li alias Bong Nie Thiam alias Beny Setiawan pemilik Hotel Prapatan Singkawang. Bong Li  membiayai pasukan penjaga patung naga.memfasilitasi dan memediasi  aksi gelar kain merah sebagai tandingan kepada mereka yang mendukung relokasi.  Pasukan bayaran ini  mayoritas dari etnis Dayak. Di samping itu Pak Bong Li Thiam juga memperkerjakan banyak  pihak aparat sebagai pasukan pengamanan. Bong Li Thiam bertujuan  memprovokasi masyarakat Singkawang kearah bentrok etnis. Sikap seperti itu adalah sikap yang sangat tidak terpuji sebagai  warga Singkawang yang baik. Ada indikasi menunjukkan Pak Bong Li telah  memiliki sebuah rencana untuk menyelamatkan diri jika kota Singkawang terjadi kekacauan. CintaSingkawang menghubungi pihak Imigrasi dan mendapat informasi bahwa keluarga(istri dan anak) Pak Bong Li telah berangkat ke Singapora dua minggu yang lalu, mereka mengungsi dulu.

Jika kota Singkawang terjadi bentrok etnis Pak Bong Li Thiam dan Pak Hasan Karman adalah pihak yang pertama yang harus diminta pertanggungjawaban dalam hal ini.

 

 

 

 

CintaSingkawang, 13Juni 2010