Yayasan Bumi Khatulistiwa  Merayakan  HUT  ke 14

 

24 Oktober 2011

Komentar:

Reformasi politik di negeri ini telah memberi dampak positif terhadap kehidupan sosial dan politik. Kebebasan mengeluarkan pendapat merupakan bentuk kebebasan individu yang dijamin oleh Negara. Namun demikian ada sebuah pertanyaan bagi kita semua, Apakah reformasi memberi dampak perubahan cara berpikir pada komunitas Tionghoa Singbebas ? Apakah mereka telah meninggalkan pola berpikir lama yang tidak sesuai dengan perkembangan dan tuntutan jaman akibat reformasi yang terjadi di negeri ini?

Untuk menilai ini, kita perlu mengamati organisasi massa komunitas Tionghoa Singbebas. Ormas merupakan kumpulan orang-orang yang  memiliki suatu gagasan bersama untuk melakukan sesuatu sesuai cita-cita organisasi mereka. Kita berasumsi jika kumpulan orang yang telah mengalami reformasi pola pemikiran, seharusnya organisasi yang dibina oleh mereka juga mengalami perubahan; meninggalkan pola berpikir lama menuju pola berpikir baru sebagai “visioner”.

 

Sekedar contoh perayaan hari ulang tahun  Yayasan Bumi Khatulistiwa ke-14. Kalau kita melihat para tamu yang hadir sangat jelas hasil karya  pola berpikir lama; reformasi tidak terjadi di dalam elite komunitas Tionghoa Singbebas. Setiap acara organisasi harus diundang adalah orang tidak ada sama sekali hubungan dengan organisasinya ataupun cita cita yang akan dicapai organisasi. Jika berhasil mengundang para pejabat, jenderal-jenderal, para calon politisi dalam acara perayaan dijadikan sebagai tolak ukur atau indikator keberhasilan organisasi. Kebiasaan seperti itu masih dijadikan standard dan pegangan bagi sebagaian besar masyarakat Tionghoa Singbebas.  Padahal kalau kita menghadiri acara ormas di negera maju “hal aneh” seperti itu tidak terjadi. Lebih membosankan lagi kalau dalam acara tersbut dipakai para politisi untuk menyampaikan proganda atau ambisi personal.

 

Kita tidak tahu jelas apa yang telah dicapai dan apa yang belum tercapai  oleh Yayasan Bumi Khatulistiwa selama empatbelas tahun ini. Karena terbatasan yayasan ini menyajikan informasi tentang organisasi mereka kepada masyarakat luas. Pantas kita sayangkan sebagai yayasan besar untuk memberi pelayanan kepada masyarakat KalBar, organisasi ini tidak  memiliki website resmi yang dapat memberi informasi kepada publik. Diumpamakan seperti suatu produk industri mau dimarketkan tetapi produknya tidak memiliki “barcode”, walaupun produknya memiliki packaging yang indah tetapi tidak bisa dipasarkan ke supermarket, hanya ke warung lokal saja. Apalagi mau dipasarkan ke supermarket internasional, harus register dulu supaya barcodenya dikenal secara internasional.

 

Namun demikian, selama kehadiran Yayasan Bumi Khatulistiwa di bumi KalBar telah memberi manfaat kepada mereka yang membutuhkan bantuan dan pertolongan. Itulah suatu keindahan organisasi yang bermanfaat untuk masyarakat.

Selamat Hari Ulang Tahun ke 14.

 

CintaSingkawang,24 Oktober 2011