Cara Pak Aliok menaklukkan Pak HK

29 September 2011

Komentar:

Sejak Pak Aliok menunjukkan kebesarannya sebagai kaisar San Keu Jong diatas kapal pada pawai Cap Go Meh 2011 yang lalu, mulai pada saat  itu pula hubungan antara raja San Keu Jong dengan Kaisar sudah tidak harmonis lagi. Melalui kesempatan itu Pak Aliok ingin menunjukkan kepada masyarakat Singkawang bahwa Beliau adalah  wako Singkawang untuk  periode 2012.Masyarakat pun memuji muji bahwa Kaisar lebih gagah dibandingkan pada raja.

 

Masyarakat Singkawang diumpamakan seperti orang yang sedang sakit,  mencari obat yang dapat segera menyembuhkan penyakit yang sedang dideritanya. Masalah Air ledeng, listrik, penyediaan lapangan pekerjaan adalah sederetan penderitaan yang sedang  mereka hadapi.

Mereka sudah mencoba memakai obat “cap HK” yang menurut para komparador HK sangat mujarab itu  selama hamper lima tahun ini, ternyata obat Cap HK ini  tidak ada khasiatnya,  tidak dapat  menyembuhkan penyakit yang diderita masyarakat Singkawang. Tidak jelas cara penyelesaian masalah yang menyangkut kebutuhan umum, maka pelbagai kalangan menilai Pak HK tidak mampu memimpin kota Singkawang lagi.  Namun Pak HK masih tetap terbuai mimpi bandara spektakuler yang sudah tidak popular lagi.

 

Ketika Pak HK baru menjabat wako Singkawang, pernah menyinggung bahwa Pak Awang meninggalkan sebuah monumen pembangunan kuala Singkawang. Tak lama lagi Pak HK akan meninggalkan sebuah monument juga yang tidak kalah besar dengan monumen yang ditinggalkan oleh pemerintah Pak Awang, yakni  pelabuhan antar pulau di Sedau. Sampai pada saat ini pelabuhan antar pulau tersebut belum kelar  bahkan berhenti dari kegiatan pembangunan.

 

Rasa kekecewaan dan ketidakpuasaan  komunitas Tionghoa Singkawang terhadap kebijakan dan  gaya  pemerintah Pak HK sangat jelas ketika dalam pemilihan ketua Foket. Keinginan Pak HK mau mencalonkan dirinya sebagai ketua Foket  ditolak keras oleh Budiman , Iwan Gunawan dan Kenny Kumala. Mereka ini tidak ingin ormas komunitas Tionghoa Singkawang terkontaminasi oleh Pak HK. Gara-gara Pak HK dapat mengulangi kesempatan bagi komunitas Tionghoa Singkawang lain untuk mengambil profesi di jalur birokrasi. Kata Pak Kenny:”Yang tidak mampu harus minggir, diganti lain yang lebih mampu” alias asal bukan HK.

 

Sementara itu  pelbagai kalangan meragukan pasangan Pak Alex –Pak Iwan dapat bertahan sampai saat masuk pendaftaran pilkada 2012 nanti. Diumpamakan sebuah pertandingan balap kuda, banyak kuda yang ikut mendaftarkan diri untuk bertanding di arena balap kuda. Akan tetapi beberapa detik menjelang pertandingan ada  kuda mengundurkan diri, tidak  ikut bertanding.

Atau seperti dalam cerita klasik “Sam Kok”, Pak Alex-Pak Iwan hanyalah pasukan pemancing Pak HK mengejar mereka, sementara itu di belakang bukit  Pak Aliok bersama pasukannya sedang menunggu Pak HK mendekat. Pak HK bersama pasukannya akan terjebak kemudian dengan mudah ditaklukkan oleh Pak Aliok.  Sementara ini Pak HK mungkin merasa  tenang tenang saja, pada saat yang tepat Pak Aliok  mengganti Pak Alex yang maju untuk menghadapi Pak HK.

Menurut hasil observasi CintaSingkawang di lapangan, orang orang Pak Aliok sudah menguasai posisi penting dan pengaruhnya, gerakkan mereka sulit dibendung. Dari dunia maya sampai ke milis, dari kota sampai pelosok desa, dari Taiwan sampai ke Nyarungkop, dari profesor sampai tukang nongkrong warkop,  orang-orang Pak Aliok sudah bergerak.  Katakan saja  seperti milis Kaliber sudah dikuasai  oleh orang-orang Pak Aliok menurut narasumber CintaSingkawang di Kaliber HK sudah babak belur alias “ Mo She” . 

 

Sedangkan Pak Alex hanya ada satu pilihan menyerahkan posisinya kepada big brother Aliok. Karena konsekwensinya: Jika Pak Alex tidak menyerahkan kepada Pak Aliok ada kemungkinan “besar” Pak Alex akan kalah menghadapi Pak HK. Kalau Pak Aliok menghadapi Pak HK,  sangat yakin Pak Aliok akan menang. Logikanya sederhana: banyak orang akan bekerja untuk Pak Aliok, sedikit orang bekerja untuk Pak HK kecuali hanya Bong Li Thiam, Bong Cin Nen dan Tjhai Chui Mie. Jika Pak Alex menyerahkan kesempatannya kepada Pak Aliok: Pak Alex akan mendapat keuntungan.

Karena Pak Aliok lebih memahami konsep “gotong royong”; bagi- bagi  rezeki kepada mereka telah membantunya.  Tidak seperti Pak HK tidak memahami konsep gotong royong akhirnya dia ditinggalkan oleh pembantunya yang di Kaliber dijuluki ‘Mo Nyi Keu”. Sekedar contoh Pak Budiman, padahal Pak Budiman  sudah banyak membantu Pak HK tetapi apa yang didapat oleh Pak Budiman? Mau mencalonkan diri sebagai  anggota DPRD Singkawang saja tidak diberi kesempatan.Sungguh malang nasib Pak Budiman.

 

Pada prinsipnya Pak Aliok dan Pak Alex adalah  teman akrab, Pak Aliok menitip Pak Alex di tubuh organisasi Permasis untuk memonitori orang orang yang dianggap Pak Aliok yang tidak sepaham atau sealiran dengan Beliau. Skenario ini sudah lama  dirancang oleh Pak Aliok untuk menghadapi Pak HK dan orang orang tidak sealiran dengan Beliau di organisasi Permasis.

 

 

CintaSingkawang, 29 September 2011