Mapolres  Singkawang & Alex EM vs mantan wako Singkawang, Pak Hasan Karman          

31 Maret 2013  

Komentar:

Banyak orang bertanya apa pekerjaan mantan wako Singkawang , Pak HK sekarang? Apakah Beliau seperti pada umumnya  para mantan penjabat dipekerjakan oleh perusahaan besar? Sebagai mantan pejabat atau politisi mungkin  memiliki pengalaman dan pengetahuan  luas memahami rencana  pembangunan nasional , memiliki koneksi dan relasi dengan birokrasi pemerintahan, kemampuan melobi.  Karena  pengalaman dan pengetahuan mereka tersebut, ada perusahaan besar mau mempekerjakan para mantan pejabat .

 

Menurut beberapa kalangan Pak HK mungkin mendapat kontrak  dari sebuah perusahaan besar, multinasional. Tetapi tidak ada informasi yang jelas  mengenai berapa besar bayaran yang akan Pak HK terima. Yakni menyanyi untuk “ you tube “. Sedangkan beberapa perusahaan rekaman nasional belum berani meneken kontrak dengan Beliau.  Karena kuatir nanti Pak HK dituntut oleh Pak Alex EM sampai masuk bui.  Banyak penggemar  you tube merasa sangat terhibur dengan lagu lagu mandarin yang  dibawakan oleh mantan wako kita. Bahkan ada yang  meminta  Pak HK membawa lagu mandarin pop, terutama lagu lagu yang bernada romatis dan menyentuh perasaan. Banyak memuji Pak HK memiliki talenta  beryanyi.

Tentu saja, ada saja orang  yang bukan penggemar Pak HK, mereka tidak tertarik mantan wako kita  mengamen di you tube, salah satu dari mereka  yakni Pak Alex EM.

 

Pada tanggal 17 Januari 2013, Pak Alex EM melapor kepada Mapolres Singkawang atas kasus pencemaran nama baik dan fitnah yang dilakukan oleh  mantan wako Singkawang Pak Hasan Karman terhadap dirinya. Tuntutan Pak Alex tersbut masih dipertanyakan apakah sanggup menyerat Pak HK .

Dalam kasus “pencemaran nama baik dan fitnah” susah dibuktikan berapa besar kerugian materi yang diderita oleh pihak korban.  Tuntutan Pak Alex tidak hanya dari segi penderitaan materi saja, penderita mental dan fisik yang dipermasalahkan.

 

Pada  peristiwa  Pak HK menyuruh orang orang bayarannya menjebak Pak Alex di perkampungan orang Dayak di Singkawang beberapa tahun yang lalu. Nyawa Pak Alex terancam ketika itu, dipaksa untuk menanda tangani sebuah pernyataan terbuka yang berisikan antara lain: meminta maaf kepada Pak HK, menghormati dan mendukung pemerintah Pak HK secara konstusioanal, menerima hukum adat Dayak dll. Sejak itu  fisiknya PakAlex menderita terutama kalau teringat teristiwa tersebut. Akibatnya Pak Alex susah tidur, takut mendatangi perkampungan orang dayak, takut mendengar suara suara keramaian orang. Bahkan sampai saat inipun  Pak Alex masih merasa terancam jiwanya oleh orang orang suruhan Pak HK. Menurut pengakuan  Pak Liber dan Pak Buhing kepada pihak polisi bahwa mereka menerima perintah dari Pak HK. Pak Buhing disuruh mempersiapkan tukang pukul. Berbagai pihak sudah menjual bukti  (seperti simcard ,dokumen dll) yang dapat menunjukkan Pak HK terlibat kasus tersebut kepada Pak Alex. Asal buktinya bernilai Pak Alex siap membeli. Bagi mereka yang memanfaatkan momentum ini tahu betul bahwa Pak HK bukan barang berharga lagi untuk  disimpan, sekarang masih ada harga untuk dijual lebih baik dijual. Kalau tidak, kelak akan menjadi sampah.

Pihak Mapolres Singkawang sudah memanggil Pak HK untuk diminta keterangan mengenai laporan Pak Alex tersebut. Panggilan pertama belum direspon Pak HK, masih ada panggilan selanjutnya, kedua dan ketiga. Yang  jelas akhirnya Pak HK harus  datang ke Mapolres Singkawang.

 

Yang menentukan dalam pertaruhan Pak Alex dengan Pak HK adalah pihak polisi. Kalau pihak polisi menyatakan bukti cukup berarti kasus ini akan dilanjutkan kepengadilan.kalau dinyatakan bukti tidak cukup, berarti Pak HK boleh lega hati menghadapi tekanan  Pak Alex. Disinilah letak seni  prosedur menuju keadilan kita.

Kedua pihak, Pak Alex dengan Pak HK menghadapi kasus ini dengan tujuan berbeda:

-Pak Alex : Untuk mencapai kepuasan jiwanya Pak Alex siap berkorban materi asal yang diinginkan bisa tercapai, memberi pelajaran kepada Pak HK sebagai balasan yang pernah Pak Hk memperlakukan kepada dia. Jadi, ini menyangkut kepuasan ego.

 

-Pak HK: Untuk mempertahankan karier, pekerjaan.  Kalau Pak HK tersangkut kasus ini berarti akan menghambat gerak gerik Pak HK.

Menurut perkembangan terakhir , Pak HK belum ada partai politik mau memperkerjakan Beliau. Ada desak  desus beredar bahwa Beliau sebagai caleg Gerinda untuk pusat . Tetapi ketika informasi ini dikonfirmasikan  kepada Pak Aliok tentang kebenaran  informasi ini dengan enteng Pak Aliok menjawab: “ Satu kali sudah cukup kami dikhianati, apakah mau dua kali?. Beternak harimau ?”.

 

 


CintaSingkawang, 31 Maret 2013