Gagal Menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)2008 Kota Singkawang
27 April 2008

Komentar:

Menurut Pasal 25 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang  Pemerintah Daerah, salah satu dari Tugas dan Wewenang serta Kewajiban Kepala Daerah yaitu: . menyusun dan mengajukan rancangan Perda tentang APBD kepada DPRD untuk dibahas dan ditetapkan bersama. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus dibahas bersama antara Kepada Daerah dengan DPRD, materiel yang disampaikan oleh Kepala Daerah   perlu diuji oleh DPRD. Ini merupakan wewenang DPRD. Jika materiel itu memenuhi persyaratan dan mencapai persepakatan bersama antara Kepada Daerah dengan DPRD maka rancangan APBD itu akan ditetapkan menjadi APBD. 

Beberapa waktu yang lalu Wako kita,Pak Hasan Karman mengajukan rancangan APBD didepan DPRD kota Singkawang. Ini merupakan rancangan APBD yang pertama dibawah pemerintah Pak Hasan Karman. Rancangan APBD 2008 yang diinginkan wako kita,defisit sebesar 45 miliar rupiah. Dalam sejarah kota Singkawang,ini merupakan APBD defisit yang terbesar!  Rancangan APBD 2008 ini  dicoret oleh DPRD,menjadi deficit 23 miliar. Karena menurut DPRD pada APBD yang defisit besar pada intinya akan merugikan dan membebani masyarakat Singkawang. Rancangan APBD 2008 yang sudah dipermak oleh DPRD ini diteruskan kepada Gubernur. Melihat angka defisit yang besar,gubernur juga turut membantu menyempurnakan rancangan APBD 2008 yang diinginkan oleh wako kita itu,menjadi defisit 19 miliar. Kemudian rancangan APBD 2008 dikirim kembali ke DPRD kota Singkawang untuk dibahas dan ditetapkan menjadi APBD 2008.
Pak wako kita sangat kecewa melihat angka 19 m itu karena rencana  Beliau membangun kota Singkawang Spektakuler bisa gagal. Beliau tidak mau terima anggaran yang telah disarankan oleh gubernur tetapi memakai anggaran yang Beliau inginkan yaitu defisit 45 miliar rupiah.Tentu saja pada DPRD menolak keinginan semacam itu. Masyarakat Singkawang sependapat dengan keputusan gubernur dengan APBD defisit 19miliar rupiah itu sudah lebih dari cukup sebagai anggaran membangun kota Singkawang.
Seperti apa yang pernah dikatakan oleh Pak Hasan Karman cara Beliau:”membangun kota Singkawang tanpa membebani APBD”. 

Rasa kekecewaan Beliau menyampaikan kepada masyarakat Kulor, menurut dugaan Beliau ada diantara para anggota DPRD kota Singkawang tidak koperatif sehingga rancangan APBD tidak dipenuhi sesuai apa yang Beliau inginkan. Tuduhan Pak Wako kita itu ditujukan  kearah BWK .

Menurut
Peraturan Tata Tertib dan kode etik kelembagaan DPRD,Wako(Eksekutif) tidak memiliki wewenang menegur para anggota DPRD.Beliau mengharapkan seandainya kebiasaan gaya memimpin diperusahaan kecil boleh dibawa kedalam dunia birokrasi.Sebagai pemimpin diperusahaan kecil,mudah melakukan perubahan sesuai dengan kemauan pemimpin,pegawai tidak disenangi dapat dipecat atau menegur staf  yang tidak disukai.Dalam dunia gaya pemimpin perusahaan multinasional atau korporasi,seorang pemimpin tidak berhak menegur pengawai jika  pengawai tersebut tugasnya bukan bertanggungjawab kepada pemimpin tersebut walaupun sama melakukan tugas untuk kepentingan perusahaan.Sudah jelas, Pak Wako tidak berhak menegur para anggota DPRD karena para anggota DPRD bukan pengawai yang tugasnya bertanggungjawab kepada Wako,walaupun kedua pihak  melakukan tugas untuk kepentingan Negara.
 Menurut tuduhan Pak Hasan Karman terhadap para anggota DPRD kota Singkawang ada yg tidak koperatif dengan Beliau, jika itu benar.Berarti seperti apa yang pernah dikatakan oleh Sdr.Janudin Fam didalam postingnya pada tanggal 13 Mei 2007 dimilist Singkawang.us itu benar terjadi.Dalam posting tersebut dikatakan Sdr.Janudin Fam:” …Saya cenderung melihat pak Hasan Karman dan pak SBY memiliki kesamaan , pemerintah mudah digoyang & disandera parpol2 di DPR ..”.Dalam jawaban dari Pak Hasan Karman terhadap posting tersebut memberikan jaminan hal itu tidak mungkin terjadi dibawah pemerintahnya.Tetapi dalam kenyataan lain ,bukan? 

Sejauh ini penetapan APBD 2008 kota Singkawang mengalami kegagalan,tanpa APBD yang jelas bagaimana dapat membangun kota Singkawang Spektakuler?

 

 

 

CintaSingkawang,27 April 2008