Mengapa banyak  orang marah  atas kekalahan  Pak HK

30 september 2012

Komentar:

 

Walaupun KPU Singkawang  sudah mengumumkan hasil  pilkada Singkawang 2012. Yang menyatakan pasangan Pak Awang-Pak Mutholib sebagai pemenang.  Tetapi sampai saat ini Pak HK masih belum mengumumkan  kepada masyarakat  bahwa dirinya kalah dalam pemilihan pilkada Singkawang 2012. Karena dia masih belum siap menerima kenyataan ini.  Bahkan dia akan menuntut  hasil  pemilihan pilkada ini melalui jalur hukum .

 

Sejak  Pak HK kalah , banyak orang menjadi marah(harap dibaca kecewa). Ada  merasa kesal  , ada  mengalami stress. Orang  yang sedang mengalami  frustrasi sering membuat kebodohan.  Orang yang membuat kebodohan merupakan bahan tontonan ,  tertawaan bagi orang lain.

Ada empat type orang  yang marah atas kekalahan Pak HK.  Mereka ini memiliki latar belakang  yang aneka ragam ; baik dari segi  status sosial ekonomi, kepentingan.  Mereka ini  terdiri atas:

 

-Elite Tionghoa Singbebas

Mereka ini terdiri atas pada konglomerat, para CEO perusahaan , para pengusaha  papan atas. Banyak  diantara  mereka yang memanjangkan foto mereka di koran lokal, sesudah ada berita konglomerat dukung Pak HK. Ada sejumlah pengusaha suksesk asal Singkawang menyatakan mendukung Pak HK karena mereka sangat yakin Pak HK akan menang dalam pertarungan Pilkada. Melihat hasil pilkada, mereka ini merasa “kehilangan muka” karena Pak HK kalah dalam pilkada. Padahal mereka sudah memberi dukungan.  Jadi, himbauan mereka kepada masyarakat Singkawang supaya memberi dukungan kepada Pak HK tidak mendapat respon yang positif dari masyarakat.

Mereka kehilangan status prestige  sebagai “penasehat” wako.

 

-Pengusaha di Tanah Abang, Jakarta

Menjelang pilkada Singkawang, para pengusaha di Tanah Abang mengadakan taruhan. Pilkada Singkawang dijadikan  perjudian. Ada pengusaha ingin menang, dia menelepon langsung kepada  Pak HK untuk menanyakan kepopularitasan  Pak HK. Pak HK memberi  jaminan  sangat menyakinkan kepada mereka bahwa dirinya akan mudah terpilih kembali. Bahkan Pak HK menambahkan  referensi  bahwa mendapat dukungan dari konglomerat.  Para pengusaha mendapat “personal warranty” dari Pak HK  memasang taruhan semakin besar. Banyak pengusaha kalah diatas Rp 1miliar memasang Pak HK sebagai pemenang.  Ada  dua type pemain judi; pejudi pertama  mengandalkan logika(menganalisa kemungkinan kandidat akan menang dengan rumus matematika  probabilitas), pejudi  type kedua  mengandalkan emosi (berdasarkan perasaan suka kepada kandidat tertentu).

Pada prinsipnya kedua type pejudi itu seperti para pejudi kolok kolok (permainan dadu: bergambar ikan ,udang dll. Type judi tradisional komunitas Tionghoa Singbebas). Kalau  Kolok dikocok dalam waktu tertentu akan terjadi salah satu sisi dadu (simbol gambar tertentu) akan sering muncul( misal gambar ikan). Setiap kali dikocok ada  dadu gambar ikan. Hal ini terjadi karena proses pembuatan  dadu. Dadu yang bagus dibuat dari  akar pohon jeruk tertentu. Akar itu dipotong jajaran genjang, kemudian kedua ujungnya  dipotong rata; menjadi segi empat. Pemotongan ini bertujuan menghindari  posisi ‘ujung-pangkal’ akar. Karena  posisi ujung pangkal  akar dapat mempengaruhi keseimbangan dadu, kadar air terkandung pada ujung dan pangkal akar berbeda. Kalau dadu tidak dibuat sempurna, dikocok dalam waktu tertentu akan terjadi  dadu yang  bergambar tertentu akan sering muncul. Pemain kolok berdasarkan logika akan memanfaatkan kesempatan ini untuk memasang dadu yang sering  muncul. Sedangkan pejudi berdasarkan emosi, ada dadu bergambar tertentu dia tidak suka( misal gambar udang) walaupun dadu bergambar udang itu sering muncul.

Begitu juga pemain judi yang bertaruhan di Tanah Abang, ada saja pejudi yang berdasarkan emosi tidak suka dengan pasangan Pak Awang walaupun dia tahu Pak Awang   akan memenangkan pilkada.

 

Mereka yang kalah dalam perjudian pilkada ini, sangat marah Pak HK kalah dalam pemilihan.

 

-Mereka yang membutuhkan pengaruh Pak Wako

Mereka ini terdiri dua group; group kepentingan ekonomi , dan group kepentingan politik.

Group yang berkepentingan ekonomi ,  ingin mendapat cara kemudahan dalam  usaha.

Mereka  adalah pengusaha lokal,  Singkawang. Pengusaha yang ada koneksi  bisnis dengan Pemkot Singkawang, atau pengusaha yang ingin usaha bisnisnya tidak diganggu pihak lain di Singkawang. Contoh mereka ini  Pak Bong Li Thiam, Ahon(putera Sin Hin),Cie Hiung, Sok Kwang dll.

 

Mereka yang berkepentingan politik. Tanpa posisi Pak HK sebagai wako Singkawang , pengaruh dan peranan mereka di masyarakat Singkawang akan berkurang. Dampak ini dapat mempengaruhi karier mereka dibidang politik baik sekarang ataupun dimasa  akan datang.

Contoh mereka ini: Ibu Chai Chui Mei, Pak Bong Cin Nen, Pak Su Mian Sumberanto, Lie Khin Loy, . Julwind

 

-Mereka yang mengaku pendukung fanatik Pak HK

Mereka ini mengakui dirinya sebagai pendukung fanatik Pak HK di kota Singkawang. Sesudah mereka mengetahui bahwa Pak HK kalah dalam pilkada. Mereka berbondong bondong mendatangi beberapa kelenteng Pekong di kota singkawang  untuk mengutuk beberapa orang  yang mereka anggap sebagai orang bertanggungjawab atas penyebab kekalahan Pak HK. Sayangnya, usaha mereka tidak dihargai oleh Pak HK bahkan  mereka tidak diakui oleh Pak HK sebagai pendukungnya.  Dengan enteng pak HK melalui media mengatakan bahwa dirinya  tidak menggerakkan massa, apa yang dilakukan mereka merupakan tanggungjawab mereka sendiri. Para tokoh komunitas Tionghoa Singkawang  menanggapi  pernyataan pak HK itu sebagai bentuk “cuci tangan”(tidak mau bertanggungjawab). Kata pepatah kita:”orang pintar memerintah dengan mulut, orang bodoh melakukan dengan tangan”.  Dalam hal ini siapa yang bodoh sangat jelas, yang bodoh mudah diprovokasi oleh pihak  memiliki kepentingan .

 

Etnis lain melihat kejadian aneh  ini sebagai krisis intelektual dikalangan komunitas Tionghoa Singkawang. Sudah pada saatnya kita harus menyadari, prihatin akan perkembangan sumber SDM komunitas kita. Mereka itu  perlu di “upgrade” supaya mereka tidak diperalat oleh pihak tertentu.

 

 

 


CintaSingkawang, 30 September 2012